Duel Panas Korsel Vs Korut di Asian Games, 30 Detik Langsung Pelanggaran - Kompas
FUKUROI, KOMPAS.com - Laga panas mewarnai babak penyisihan grup sepak bola putri Asian Games 2026 di Shizuoka, Jepang.
Dua negara tetangga yang secara teknis masih berperang, Korea Utara dan Korea Selatan, harus puas berbagi angka usai bermain imbang 1-1 pada pertandingan yang digelar Senin (21/9/2026).
Korea Utara, yang tampil gemilang di tingkat sepak bola putri usia muda dalam beberapa tahun terakhir, memimpin terlebih dahulu di babak pertama lewat gol jarak dekat Chae Un Yong.
Baca juga: Gilas Bangladesh 10-0, Timnas Putri Korea Utara Calon Kuat Raih Emas Asian Games
Korea Selatan kemudian bangkit usai turun minum dan menyamakan kedudukan melalui penyelesaian apik Yun Su-jeong.
Korsel Geram Panglima Invasi Jepang ke Korea "Hadir" Saat Asian Games 2026
Pertandingan di stadion berkapasitas 50.000 kursi yang pernah menjadi lokasi Piala Dunia 2002 ini hanya disaksikan sedikit lebih dari 2.000 penonton.
Di antara jumlah penonton yang tidak terlalu banyak tersebut, tampak sekelompok suporter Korea Utara mengenakan kaus merah.
Beberapa di antaranya melukis gambar bendera negara di wajah serta memegang papan bertuliskan, "Ayo menang demi negara kita".
Baca juga: Timnas Putri Korea Utara 7 Kali Juara Piala Dunia, Kenapa Bisa Sangat Kuat?
Kerasnya laga

Lihat Foto
Ketegangan di lapangan tercermin dari kerasnya laga. Pelanggaran pertama bahkan sudah terjadi sebelum pertandingan berjalan 30 detik.
Secara keseluruhan, tercipta total 27 pelanggaran sepanjang laga, dengan tiga pemain Korea Selatan dan satu pemain Korea Utara diganjar kartu.
Atmosfer dingin juga terasa seusai peluit panjang berbunyi. Kedua tim melakukan tos (adu telapak tangan) yang terasa hambar di akhir pertandingan tanpa saling berbicara.
Pelatih Korea Selatan, Shin Sang-woo, mengakui adanya tekanan mental yang dialami anak asuhnya.
"Ini kali pertama para pemain muda kami bertanding melawan DPR (Korea) Utara dan mereka merasa gugup," ujar Shin, dikutip dari AFP.
Baca juga: Atlet India Gagal Juara Asian Games Cuma gara-gara Selisih Bobot 700 Gram
Saat ditanya mengenai interaksinya dengan pelatih lawan, Shin mengungkapkan bahwa tradisi tersebut memang tidak terjadi.
"Para pemimpin (Korea Utara) tidak melakukan jabat tangan. Itu sudah menjadi kebiasaan sejak lama. Dalam pertandingan sepak bola ini, kami hanya perlu meraih hasil. Situasi politik tidaklah penting," tutur Shin, yang timnya dijadwalkan menghadapi Uzbekistan di babak perempat final.
Di sisi lain, pelatih Korea Utara, Pak Song Jin, enggan membesarkan tensi rivalitas antar kedua negara.
"Tidak ada yang istimewa. Ini hanyalah bagian dari sepak bola," kata Pak.
Hasil imbang ini memastikan Korea Utara dan Korea Selatan sama-sama melaju ke babak delapan besar.
Hubungan kedua negara sendiri hingga kini masih di bawah bayang-bayang konflik, lantaran Perang Korea 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.
Baca juga: Perang Korea 1950: Bagaimana Akhirnya dan Kenapa Korsel-Korut Tidak Bersatu
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Panitia Asian Games Minta Maaf ke Korsel karena Salah Putar Lagu Kebangsaan Korut