Bukan Kehabisan Talenta, Ini Alasan PSSI Alihkan Perburuan Pemain Keturunan dari Belanda- Viva

Jakarta, VIVA - PSSI dikabarkan mulai mengubah arah perburuan pemain keturunan untuk memperkuat Timnas Indonesia. Jika sebelumnya Belanda menjadi salah satu sumber utama pencarian pemain diaspora, kini perhatian federasi disebut mulai meluas ke sejumlah negara lain.
Baca Juga
Perubahan tersebut bukan berarti Indonesia kehabisan talenta keturunan di Negeri Kincir Angin. Ada persoalan regulasi ketenagakerjaan dan imigrasi yang disebut menjadi pertimbangan dalam proses perekrutan pemain naturalisasi.
Informasi ini disampaikan Staf Khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot, melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu (31/10/2026). Dia mengungkapkan bahwa penggunaan pemain naturalisasi yang berasal dari Belanda, terutama mereka yang masih berkarier di sana, saat ini dikabarkan tidak lagi menjadi prioritas.
Baca Juga
"Rekrutmen atau penggunaan pemain naturalisasi dari Belanda saat ini tidak menjadi prioritas," tulis Noor.
Salah satu persoalan yang disorot adalah aturan pemerintah Belanda terhadap tenaga kerja asing, khususnya pemain yang berstatus non-Uni Eropa (non-EU).
Baca Juga
Perubahan kewarganegaraan dari Belanda menjadi Indonesia berpotensi memengaruhi status seorang pemain ketika melanjutkan karier profesionalnya di kompetisi setempat. Hal ini membuat keputusan membela Timnas Indonesia tidak hanya berkaitan dengan aspek olahraga, tetapi juga menyangkut keberlangsungan karier di level klub.
Noor juga menyinggung adanya langkah proteksionis dari Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) yang turut menjadi pertimbangan.
"Adanya regulasi ketenagakerjaan dan imigrasi Pemerintah Belanda mengenai pemain non-Uni Eropa (non-EU), serta adanya langkah proteksionis dari Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB)," ungkapnya.
Persoalan pemain non-EU memang berkaitan dengan sejumlah persyaratan khusus yang harus dipenuhi klub di Belanda. Salah satunya menyangkut ketentuan penghasilan minimum bagi pemain asing yang tidak memiliki kewarganegaraan Uni Eropa.
Situasi tersebut berpotensi membuat klub harus mempertimbangkan kembali status pemain yang mengalami perubahan kewarganegaraan. Karena itu, proses naturalisasi pemain yang masih aktif di kompetisi Belanda membutuhkan perhitungan lebih jauh, terutama terkait konsekuensi terhadap karier profesional mereka.
Meski demikian, kondisi ini tidak serta-merta menutup peluang seluruh pemain keturunan dari Belanda untuk membela Timnas Indonesia. Persoalan tersebut lebih berkaitan dengan pertimbangan regulasi dan kepentingan klub tempat mereka bernaung.
Di sisi lain, PSSI dikabarkan mulai memperluas pemantauan terhadap pemain diaspora yang berkarier di luar Belanda. Sejumlah negara yang masuk perhatian antara lain Jerman, Amerika Serikat, Australia, Belgia, dan Spanyol.
Noor menyebut tim pemantau PSSI kini turut melihat potensi pemain berdarah Indonesia yang berkarier di negara-negara tersebut.
"Kabarnya tim pemantau dari PSSI justru mengalihkan perhatiannya pada pemain berdarah Indonesia yang main di Jerman, Amerika, Australia, Belgia dan Spanyol serta negara Eropa di luar Belanda," tulisnya.
Perluasan pencarian ini membuka peluang bagi PSSI untuk menemukan talenta diaspora dari kompetisi yang selama ini belum terlalu banyak disorot publik Indonesia.
Meski begitu, berpindahnya fokus pemantauan ke negara lain bukan berarti proses naturalisasi otomatis lebih mudah. Setiap negara memiliki ketentuan kewarganegaraan, imigrasi, serta regulasi ketenagakerjaan yang berbeda.
Selain itu, calon pemain naturalisasi tetap harus memenuhi persyaratan sesuai ketentuan FIFA dan peraturan perundang-undangan Indonesia.
![]()
Keuntungan Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Ditunda
Timnas Indonesia berpotensi mendapatkan keuntungan dari kondisi cuaca saat tampil di Piala Asia 2027 Arab Saudi. Turnamen sepak bola terbesar di Benua Kuning itu akan ber

VIVA.co.id
3 November 2026