Cuaca Ekstrem dan Banjir di Nagoya, CdM Indonesia Pastikan Keamanan Atlet dan Siapkan Mitigasi - Kompas
KOMPAS.com - Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Todotua Pasaribu, memastikan seluruh kontingen Merah Putih yang telah berada di Jepang dalam kondisi aman menyusul situasi cuaca ekstrem dan banjir yang terjadi di Nagoya.
Penyelenggaraan Asian Games 2026 mendapatkan tantangan dari cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Bahkan, Nagoya sebagai salah satu kota penyelenggara tengah dilanda banjir.
Faktor non-teknis tersebut menjadi perhatian utama dari Tim CdM lantaran Athlete Village yang menjadi tempat tinggal para atlet selama Asian Games terletak di pelabuhan dan relatif dekat dengan laut.
INSIDE | BERAKHIR! | Atlético de Madrid 4 - 0 Real Sociedad
Hujan lebat yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir memberikan dampak terhadap kondisi di sekitar kawasan tersebut.
Baca juga: Link Live Streaming Man United Vs Sabah FK di Liga Champions 2026-2027
“Memang kebetulan posisi Athlete Village yang dijadikan tempat penginapan bagi seluruh atlet yang ikut berkompetisi di Asian Games itu berada di wilayah pelabuhan, di pinggir dan tidak jauh dari laut,” ujar Todotua dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9/2026).
Sebagai langkah mitigasi, panitia penyelenggara telah melakukan sejumlah upaya, termasuk melakukan evakuasi sejak sebelumnya dan meningkatkan status kesiagaan di kawasan Athlete Village.
Siapkan Mitigasi
Demi memastikan keselamatan dan kenyamanan para atlet, Todotua menegaskan bahwa Tim Indonesia tak pernah putus memantau kondisi para atlet lewat koordinasi dengan panitia penyelenggara serta otoritas setempat.
Keputusan terkait penanganan kondisi di lapangan akan mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah dan panitia penyelenggara Asian Games.
“Kita akan mengikuti aturan dari panitia dan pemerintah setempat. Sejauh ini atlet kita yang sudah berada di sana posisinya aman. Kita tinggal menunggu, mudah-mudahan dalam waktu segera kondisi bisa reda,” ujar dia.
Baca juga: Link Live Streaming Como Vs RB Leipzig di Liga Champions 2026-2027
Dampak dari cuaca ekstrem ini tidak hanya dirasakan oleh kontingen Indonesia, tetapi juga peserta Asian Games lainnya.
Kondisi tersebut berimbas pada sejumlah aktivitas publik, termasuk layanan umum seperti rumah sakit dan sekolah.
“Ini situasi major. Bukan hanya venue olahraga, tetapi juga pelayanan umum. Jadi ini memang keputusan pemerintah setempat dan merupakan kondisi force majeure,” jelas Todotua.

Lihat Foto
Sejumlah atlet Indonesia yang sudah berada di Jepang, antara lain berasal dari cabang olahraga basket 5x5 dan anggar.
Dengan kondisi terkini, tim CdM di lapangan pun terus bekerja dalam berkoordinasi untuk mencari alternatif tempat latihan bagi atlet yang membutuhkan.
Baca juga: Como Vs Leipzig: Fabregas Tekankan Mental Pemenang Jelang Debut UCL
Langkah tersebut dilakukan agar program persiapan tetap dapat berjalan ketika kondisi memungkinkan.
Dukungan Tim CdM Indonesia
Todotua menegaskan, dukungan nonteknis terhadap kontingen akan terus dilakukan sejak keberangkatan, selama pelaksanaan pertandingan, hingga seluruh kontingen kembali ke Indonesia.
Fokus utama Tim CdM adalah memastikan kebutuhan atlet, mulai dari akomodasi, transportasi hingga layanan pendukung, dapat terpenuhi sehingga atlet dapat berkonsentrasi pada pertandingan.
“Kita monitor terus. Prinsipnya, atlet fokus pada pertandingan,” kata Todotua.
Diketahui, Kontingen Indonesia menuju Asian Games ke-20 Aichi-Nagoya 2026 memasuki tahap akhir persiapan. Setelah melalui proses finalisasi Delegation Registration Meeting (DRM), Tim Indonesia akan diperkuat oleh 430 atlet dan 145 ofisial dari 35 cabang olahraga.
Baca juga: Jadwal Siaran Langsung Man United Vs Sabah FK, Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, mengatakan berbagai rangkaian persiapan telah dilakukan sejak dirinya menerima amanah sebagai CdM.
Kegiatan tersebut meliputi visitasi cabang olahraga, koordinasi dengan manajer tim dan ofisial, pemberian dukungan kepada atlet, hingga pelaksanaan Tim Indonesia Day.
Untuk mendukung kebutuhan kontingen selama berada di Jepang, Tim Indonesia juga menyiapkan 78 tenaga pendukung, yang terdiri dari dokter, masseur, fisioterapis, serta tim Head Quarter.
“Dukungan non-teknis akan kami berikan secara maksimal. Kami akan memastikan kebutuhan akomodasi, transportasi, layanan pendukung, dan kebutuhan atlet dapat berjalan dengan baik melalui koordinasi dengan masing-masing cabang olahraga,” ujar Todotua.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.