Cerita 14 Jam Perjalanan Pemain Persebaya, Imbas Erupsi Anak Krakatau - Kompas
KOMPAS.com - Persebaya Surabaya harus menempuh perjalanan panjang selama kurang lebih 14 jam untuk kembali ke Kota Pahlawan setelah menjalani laga kontra Bhayangkara FC.
Pada pekan perdana Super League 2026-2027, Persebaya melakoni partai tandang melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, Sabtu (5/9/2026) sore di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung.
Perjalanan pulang tim pada Minggu (6/9/2026) pagi berubah dari rencana semula, imbas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Karena erupsi itu, penerbangan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang dibatalkan. Bandara Soetta masih belum beroperasi sampai berita ini diturunkan.
Hasil Final Persib Vs Persebaya 1-1: Bajul Ijo Jadi Juara Piala Presiden 2026!
Baca juga: Erupsi Anak Krakatau, Persebaya Tempuh Jalur Darat-Laut
Tim asuhan Bernardo Tavares awalnya dijadwalkan terbang dari Lampung menuju Jakarta untuk transit di Bandara Soekarno-Hatta, sebelum melanjutkan perjalanan ke Surabaya.
Namun, gangguan penerbangan membuat rombongan Persebaya harus mengubah rute dan menempuh perjalanan melalui jalur darat dan laut.
Perjalanan Panjang Lewati Darat, Laut, dan Rel
Perjalanan Persebaya dimulai dari hotel tempat tim menginap selama berada di Bandar Lampung. Rombongan kemudian menggunakan bus menuju Pelabuhan Bakauheni.
Jarak dari Bandar Lampung menuju Pelabuhan Bakauheni sekitar 85 hingga 92 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 1,5 jam melalui jalur tol.
Baca juga: Persebaya Ingin Tebus Kekecewaan Saat Menjamu PSIM
Dari Bakauheni, rombongan menyeberang menuju Pelabuhan Merak, Cilegon, menggunakan KM Legundi. Dalam kondisi normal, perjalanan laut tersebut memakan waktu sekitar satu hingga 1,5 jam.
Perjalanan panjang itu juga dimanfaatkan para pemain untuk menjaga kebersamaan. Dalam perjalanan, sejumlah pemain terlihat bermain gim bersama, seperti yang dipublikasikan melalui akun resmi media sosial klub.
Setelah tiba di Pelabuhan Merak, perjalanan belum berakhir. Rombongan kembali menggunakan kendaraan darat menuju Surabaya.
Baca juga: Menjajal Berjalan dari Stasiun Karet ke BNI City: Jalan Santai 5 Menit, Jalan Cepat 3 Menit
Informasi awal yang diterima KOMPAS.com menyebut Persebaya akan menggunakan kereta dari Stasiun Gambir untuk pulang ke Surabaya. Namun, kabar terkini mengatakan rombongan Bajul Ijo akan menggunakan bus.
“Ternyata jumlah kursi (kereta) yang tersedia tidak cukup. Akhirnya kami putuskan untuk naik bus ke Surabaya,” kata Manajer Persebaya, Sidik Maulana Tualeka, kepada KOMPAS.com.
Jarak dari Pelabuhan Merak ke Surabaya adalah sekitar 870 hingga 888 kilometer.
Baca juga: Langkah Terakhir di Stasiun Karet...
Jika ditempuh melalui Jalan Tol Trans-Jawa membutuhkan waktu sekitar 11 hingga 12 jam perjalanan.

Lihat Foto
Pengalaman Baru Francisco Rivera di Indonesia
Perjalanan pulang Persebaya dari Lampung menuju Surabaya pun memakan waktu kurang lebih 14 jam.
Pemain asing Persebaya, Francisco Rivera, pun merasakan pengalaman baru dalam perjalanan tersebut.
Baca juga: Jelang Bhayangkara FC Vs Persebaya, Tavares Siapkan Rencana Cadangan di Tengah Cedera Alex Martins
Ia harus menggunakan bus dan kapal sebelum melanjutkan perjalanan menuju Surabaya dengan kereta api.
“Ya, ini pengalaman baru, bepergian seperti ini ke, ke Surabaya. Jadi kita bisa memahami para penggemar yang melakukan perjalanan yang sama untuk mendukung kami," kata pemain asal Meksiko itu.
"Dan ini pertama kalinya saya bepergian menggunakan kapal di Indonesia. Setelah naik bus, eh kami berharap semuanya baik-baik saja dan kami bisa cepat sampai di Surabaya,” imbuhnya.
Baca juga: Persebaya Ditahan Bhayangkara, Tavares Minta Bajul Ijo Terus Cari Gol
Setibanya di Surabaya, klub berjuluk Bajul Ijo itu tidak memiliki banyak waktu untuk beristirahat. Francisco Rivera dkk harus segera mengalihkan fokus mempersiapkan diri untuk menghadapi laga selanjutnya.
Pada pekan kedua Super League 2026-2027, tim beralias Bajul Ijo dijadwalkan menjalani laga kandang menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu (13/9/2026) malam.
"Sangat penting adalah Bonek dan Bonita datang ke stadion untuk mendukung kami," kata pelatih Persebaya, Bernardo Tavares.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT