Allegri Kalah 3 Kali Beruntun, Sudah Seperempat Abad Start Napoli Tidak Pernah Sejelek Ini - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Kamis, 10 September 2026 | 07:00 WIB
Bersama pelatih Massimiliano Allegri, Napoli kalah 3 kali beruntun dari Como dan Inter Milan di Liga Italia serta Arsenal di Liga Champions. (CARLO HERMANN/AFP)
BOLASPORT.COM - Dengan Massimiliano Allegri sebagai pelatih, Napoli mengalami start terburuk mereka di kompetisi dalam seperempat abad terakhir.
Klub runner-up Liga Italia 2025-2026 itu mendatangkan Allegri sebagai pengganti Antonio Conte yang hengkang di akhir musim lalu.
Allegri datang dengan membawa reputasi buruk karena baru dipecat AC Milan setelah gagal meloloskan klub tersebut ke Liga Champions.
Sekarang Napoli mengalami awalan yang jelek bersama pelatih yang 5 kali menjadi juara Serie A bersama Juventus itu.
Setelah membuka kompetisi 2026-2027 dengan menang 2-0 atas Genoa pada pekan pertama Serie A, Napoli kalah terus.
Mereka takluk 1-2 dari Como dan 2-3 dari Inter Milan di Liga Italia.
Tren negatif berlanjut pada Rabu (9/9/2026) di Stadion Diego Armando Maradona dengan I Partenopei dikalahkan Arsenal 0-1 pada matchweek pertama Liga Champions.
Tiga kali keok dalam 4 pertandingan pertama dengan kekalahan terjadi secara beruntun, Napoli sudah seperempat abad tidak melakukan start sejelek ini.
Baca Juga: Hasil Liga Champions - Gol Tunggal sang Kapten Jadi Pembeda, Arsenal Menang Minimalis atas Napoli
Harus kembali ke musim 2000-2001 untuk mendapati tim Napoli yang lebih jelek daripada skuadnya Allegri sekarang.
Pada 2000-2001, Napoli kalah 3 kali beruntun dari Juventus 1-2, Inter 1-3, dan Bologna 1-5 dalam 3 laga pertama di Liga Italia.
Pada pertandingan keempat, tim yang kala itu dilatih Zdenek Zeman itu imbang 1-1 melawan Napoli.
Zeman akhirnya dipecat tidak lama setelah rentetan hasil buruk itu.
Namun, Allegri tidak akan menemui nasib setragis Zeman. Dia tidak bakal dipecat Napoli dalam waktu dekat.
Pasalnya, Napoli praktis tidak mempersenjatai Allegri dengan amunisi baru, melainkan hanya skuad peninggalan Conte.
I Vesuviani cuma melakukan perekrutan minor di bursa transfer lalu, yaitu penyerang Mattia Esposito dari Sorrento dan bek Benoit Badiashile yang dipinjam dari Chelsea.
Karenanya, Presiden Aurelio De Laurentiis ditengarai akan memberikan toleransi lebih banyak kepada Allegri yang masih harus beradaptasi dengan tim.
Apalagi, semua kekalahan Napoli didapatkan dari tim-tim kuat.
Como adalah salah satu wakil Liga Italia di Liga Champions musim ini sementara Inter Milan merupakan juara bertahan Serie A.
Sementara itu, Arsenal adalah juara Liga Inggris sekaligus runner-up Liga Champions musim lalu.
Kendati demikian, Napoli jelas harus segera memperbaiki raihan hasil.
Kebetulan dalam 3 giornata berikutnya di Liga Italia, Giovanni Di Lorenzo dkk. akan menghadapi lawan-lawan yang di atas kertas berkualitas lebih rendah daripada Como dan Inter Milan.
Berturut-turut, Partenopei akan menghadapi Bologna (13/9/2026), Fiorentina (20/9/2026), dan Frosinone (10/10/2026).
"Kami perlu sangat seimbang dalam momen-momen seperti ini," ujar Allegri dalam jumpa pers usai kalah dari Arsenal seperti dikutip dari Sky Sport.
"Beberapa pemain baru memainkan pertandingan pertama mereka. Kami masih tumbuh."
"Memang ada momen-momen seperti ini, tetapi tim tidak kehilangan nilainya sama sekali."
"Ini jelas momen yang negatif dan kami perlu melakukan lebih banyak lagi."
"Kami perlu fokus pada Bologna dan menang jika perlu sehingga bisa melihat situasi secara berbeda."
"Untuk sekarang, kami berisiko melihat kondisi ini lebih buruk dari apa yang terjadi sebenarnya," pungkas Allegri.