Sindir Timnas Indonesia, Ini Pesan Pemain Vietnam Lewat Selebrasi Golnya - Semua Halaman - Superball
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Selasa, 4 Agustus 2026 | 18:38 WIB
Pemain Timnas Vietnam, Nguyen Hai Long, merayakan golnya ke gawang Timnas Indonesia di laga Grup A ASEAN Championship 2026. (LAODONG.VN)
SUPERBALL.ID - Pemain Timnas Vietnam, Nguyen Hai Long, mengunggah pesan di media sosial setelah timnya mengalahkan Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026.
Nguyen Hai Long menyumbang satu gol pada menit ke-15 dalam kemenangan 3-0 Timnas Vietnam atas Timnas Indonesia di Grup A.
Hai Long menjadi salah satu pemain yang menonjol dalam pertandingan di Stadion Pakansari, Senin (3/8/2026) malam WIB.
Ia menggiring bola dari tengah lapangan dalam situasi serangan balik sebelum menaklukan kiper Indonesia Nadeo Argawinata.
Gol tersebut membuat Vietnam unggul 2-0 setelah gol pembuka Nguyen Van Vi sebelum ditutup oleh gol Nguyen Xuan Son.
Baca Juga: Media Vietnam Bedah Taktik Jitu Kim Sang-sik untuk Permalukan Timnas Indonesia
Selain karena penampilan apiknya, Hai Long juga menjadi sorotan setelah melakukan selebrasi yang dianggap provokatif.
Setelah mencetak gol, ia langsung berlari ke arah kamera di belakang gawang sembari menunjukkan logo emas di lengan kanannya.
Logo emas di lengan kanan jersey Vietnam adalah simbol status juara bertahan yang disandang oleh The Golden Star Warriors.
Dalam unggahannya, Hai Long mengirim pesan bahwa selebrasi itu dilakukan untuk membuktikan siapa raja Asia Tenggara sebenarnya.
Pasalnya, Timnas Indonesia saat ini kerap dianggap sebagai tim terbaik di Asia Tenggara berkat prestasi di level kontinental.
Terlebih Timnas Indonesia menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
"Siapa rajanya?" bunyi caption singkat Hai Long ketika mengunggah foto selebrasi golnya di media sosial Threads.
Di sisi lain, selebrasi Hai Long juga bisa menjadi sindiran bagi Indonesia yang tercatat belum pernah memenangi trofi Piala AFF.
Prestasi terbaik Indonesia di turnamen sepak bola terbesar di Asia Tenggara itu hanya menjadi runner-up sebanyak enam kali.
Sementara itu, Vietnam sudah tiga kali mengangkat trofi di turnamen dua tahunan itu masing-masing pada 2008, 2018, dan 2024.
Setelah pertandingan, Hai Long mengakui bahwa Vietnam berada di bawah tekanan besar karena bermain di kandang Indonesia.
Namun, ia dan rekan-rekannya mengaku telah menyadari hal itu dan mempersiapkan diri dengan matang untuk meraih kemenangan.
Baca Juga: Timnas Indonesia Terbantai, Media Vietnam: Erick Thohir Nggak Niat Ganti Pelatih?
"Sebelum pertandingan ini, tim Vietnam berada di bawah tekanan yang sangat besar karena bermain tandang melawan tim Indonesia yang sangat kuat."
"Kami menyadari hal itu dan telah mempersiapkan diri dengan matang. Tim menang dan, yang lebih penting, selangkah lebih dekat menuju semifinal," ucapnya.
Pelatih Vietnam Kim Sang-sik melakukan empat perubahan susunan pemain dibandingkan dengan dua laga sebelumnya.
Hai Long menjadi salah satu dari empat nama yang mencatat penampilan pertamanya sebagai starter di turnamen ini.
Menanggapi hal ini, Hai Long menegaskan bahwa seluruh pemain selalu berpegang teguh pada taktik yang telah ditetapkan oleh staf pelatih.
"Dalam setiap pertandingan, Pelatih Kim memiliki cara yang berbeda dalam memilih pemain dan taktik," kata Hai Long, dikutip SuperBall.id dari Lao Dong.
"Yang terpenting adalah semua pemain mengikuti instruksinya dan bermain untuk tim nasional, untuk bendera yang mereka kenakan di dada mereka," tambahnya.
Selain itu, Hai Long juga mengatakan bahwa ia selalu siap ketika diberi kesempatan bermain dan tidak terkejut saat namanya masuk dalam susunan pemain inti.
"Semua pemain siap turun ke lapangan, baik untuk bermain sebelum atau sesudah pertandingan," ujar pemain Hanoi FC itu.
Kemenangan atas Indonesia menempatkan Vietnam di puncak klasemen Grup A dengan 7 poin setelah 3 pertandingan.
Mereka meraup jumlah poin yang sama dengan Singapura, namun memiliki selisih gol yang lebih baik dari The Lions.
Di pertandingan terakhir pada 7 Agustus, pasukan Kim Sang-sik akan menjamu Kamboja di Stadion Nasional My Dinh.
Vietnam hanya butuh satu poin lagi untuk mengamankan tempat mereka di babak semifinal ASEAN Championship 2026.