Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured FIFA Gianni Infantino Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Protes Rencana Kontroversial FIFA, Penasihat Infantino Mengundurkan Diri - Kompas

    7 min read

     


    KOMPAS.com - Penasihat senior Presiden FIFA Gianni Infantino, Carlos Cordeiro, resmi mengundurkan diri sebagai bentuk penolakan terhadap rencana FIFA menjual sebagian kepemilikan komersial Piala Dunia kepada investor eksternal.

    Cordeiro, yang bergabung sebagai penasihat Infantino pada 2021, menyampaikan pengunduran dirinya pada Jumat (31/7/2026).

    Mantan wakil presiden Federasi Sepak Bola Amerika Serikat itu menilai proposal tersebut akan berdampak buruk bagi masa depan sepak bola.

    Baca juga: IOC Tak Akan Selidiki Dugaan Peran Bos FIFA dalam Pencabutan Sanksi Balogun, Kok Bisa?

    "Ini adalah kesepakatan buruk bagi Asosiasi Anggota FIFA, kesepakatan buruk bagi sepak bola, dan kesepakatan buruk bagi masa depan jangka panjang permainan ini," kata Cordeiro dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters.

    Spanyol Hapus Sosok Trump dari Foto Selebrasi Juara Piala Dunia 2026

    Ia juga menegaskan tidak ikut terlibat dalam penyusunan proposal tersebut dan menolaknya sepenuhnya.

    Menurut Cordeiro, FIFA sedang "menggadaikan masa depan sepak bola tanpa alasan yang meyakinkan".

    Baca juga: Alasan Erick Thohir Dukung Rencana FIFA Jual Hak Komersial Piala Dunia

    Rencana tersebut berpusat pada pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), anak perusahaan bernilai 20 miliar dolar AS yang akan mengelola Piala Dunia serta sejumlah kompetisi lain.

    Dalam skema itu, hingga 20 persen saham FFE akan ditawarkan kepada investor swasta.

    FIFA menyebut Thrive Eternal, dana investasi yang dikelola Thrive Capital milik Joshua Kushner, diproyeksikan memimpin kelompok investor dalam proyek tersebut.

    Baca juga: Penunjukan Andrea Pirlo sebagai Pelatih Timnas Italia Dihadang Ganjalan Politik dan Skandal Sponsor

    UEFA Ancam Boikot, AFC dan CONCACAF Ikut Menolak

    Penolakan terhadap proposal FIFA terus meluas. UEFA menjadi konfederasi pertama yang mengambil langkah tegas dengan menyatakan keberatan terhadap rencana tersebut.

    Sebanyak 55 anggota UEFA sepakat mengancam memboikot seluruh turnamen FIFA apabila proposal tetap dijalankan. Sikap itu muncul kurang dari dua pekan setelah berakhirnya Piala Dunia 2026.

    Sementara itu, CONCACAF juga menolak proposal saat menggelar pertemuan internal. Meski demikian, konfederasi beranggotakan 41 negara tersebut belum menyatakan akan melakukan boikot.

    Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) kemudian menyatakan berdiri bersama UEFA dan CONCACAF. AFC mempertanyakan kelayakan proyek tersebut sekaligus menyoroti proses pengambilan keputusan di FIFA.

    Baca juga: Piala Dunia Bukan untuk Dijual, UEFA Tolak Rencana Investor Swasta FIFA

    Trofi Piala Dunia FIFA dipajang saat acara drawing Piala Dunia FIFA 2026 di John F. Kennedy Center for the Performing Arts pada tanggal 5 Desember 2025 di Washington, DC.

    Lihat Foto

    Di luar konfederasi, kritik juga datang dari Perdana Menteri Inggris Andy Burnham. Ia menilai Gianni Infantino tidak lagi layak memimpin FIFA.

    Infantino sendiri dijadwalkan kembali mencalonkan diri sebagai presiden FIFA pada tahun depan.

    Stuart Dykes dari Football Supporters Europe juga meminta setiap asosiasi nasional dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.

    "Asosiasi nasional harus menuntut tata kelola yang tepat, konsultasi yang tepat, dan keterlibatan pemangku kepentingan yang tepat," kata Dykes.

    "Sepak bola tidak untuk dijual. Ini adalah kebaikan sosial. Nilainya diciptakan oleh para penggemar dan pemain... Nilai itu bukan untuk FIFA ambil demi kepentingan investor swasta."

    Baca juga: UEFA dan 55 Federasi Ancam Boikot Piala Dunia 2030, Tolak Rencana FIFA Jual Saham

    FIFA Tetap Lanjutkan Konsultasi dengan 211 Anggota

    Di tengah gelombang penolakan, FIFA memastikan proses konsultasi tetap berjalan. Organisasi tersebut menyebut sejumlah laporan media telah mengganggu pembahasan proposal.

    "Kami akan melanjutkan proses konsultasi ini untuk memastikan bahwa setiap MA (Asosiasi Anggota) memiliki kemampuan untuk menyampaikan pendapatnya berdasarkan fakta," kata FIFA dalam pernyataan resminya.

    FIFA juga membantah tudingan bahwa organisasinya hendak menjual sepak bola kepada investor.

    "Tidak ada yang menjual sepak bola. Ini bukanlah sesuatu yang akan pernah dipertimbangkan FIFA."

    "Setiap orang berhak untuk menyatakan penolakan mereka dan meminta klarifikasi lebih lanjut, tetapi tidak ada satu entitas pun yang dapat mengklaim mewakili semua 211 MA di seluruh dunia."

    Baca juga: Pernyataan Resmi UEFA soal Penolakan Rencana Kontroversial FIFA untuk Piala Dunia

    "Setiap MA harus diizinkan untuk meninjau proposal tersebut dan memiliki suara dalam membentuk masa depan mereka sendiri. Inilah prinsip-prinsip demokrasi FIFA."

    FIFA menyatakan proposal FFE hanya akan dijalankan apabila memperoleh dukungan mayoritas dari 211 asosiasi anggota.

    Sebagai bagian dari penawaran, setiap anggota dijanjikan dana sebesar 40 juta dolar AS apabila proposal disetujui dalam pemungutan suara pada 19 September.

    Saat ini, UEFA, CONCACAF, dan AFC secara gabungan mewakili 143 asosiasi anggota FIFA, atau lebih dari separuh total anggota organisasi tersebut.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS