Pelatih Myanmar Tuduh Wasit Bias terhadap Thailand usai Tersingkir di ASEAN Championship 2026 - Semua Halaman - Superball
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Minggu, 9 Agustus 2026 | 10:29 WIB
SUPERBALL.ID - Pelatih Timnas Myanmar sangat marah setelah kekalahan dari Timnas Thailand, mengklaim bahwa keputusan wasit menyebabkan timnya tersingkir dari ASEAN Championship 2026.
Myanmar secara resmi mengakhiri perjalanan mereka di ASEAN Championship 2026 setelah kalah 0-2 dari Thailand di pertandingan terakhir Grup B.
Namun, fokus setelah pertandingan bukan hanya pada dua gol penalti, tetapi juga pada pernyataan marah sang pelatih Jorn Andersen.
Juru taktik asal Norwegia itu mengklaim bahwa kekalahan timnya disebabkan oleh keputusan dari tim wasit.
Dalam pertandingan penentu, Myanmar gagal memberikan kejutan melawan Thailand, meskipun beberapa kali menciptakan tekanan dan peluang berbahaya.
Kedua gol Thailand berasal dari tendangan penalti, setelah wasit memutuskan adanya pelanggaran handball di area penalti.
Worachit Kanitsribampen dan Jehanafe Mamah berhasil mengeksekusi penalti mereka, mengamankan kemenangan 2-0 untuk tim tuan rumah.
Baca Juga: Hasil ASEAN Championship 2026 - Kompak Menang di Kandang, Thailand dan Malaysia Lolos Semifinal
Setelah pertandingan, pelatih Andersen tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
Ia merasa skor akhir tidak mencerminkan performa Myanmar di lapangan dan sangat tidak senang dengan cara penanganan situasi kontroversial.
"Saya merasa sangat buruk. Kami kalah karena hal-hal lain, bukan karena tim Thailand. Saya tidak ingin mengatakan terlalu banyak," kata Andersen setelah kekalahan dari Thailand.
Pelatih Myanmar melanjutkan kritiknya yang keras dengan langsung ditujukan kepada para wasit.
"Semua orang bisa melihat tim mana yang menciptakan lebih banyak peluang berbahaya dalam pertandingan ini," katanya.
"Yang menyebabkan kekalahan kami hari ini adalah tiga orang di pinggir lapangan."
Pernyataan tersebut dipahami sebagai kritik terhadap tim wasit, karena Andersen berpendapat bahwa keputusan dari pinggir lapangan sangat memengaruhi hasil pertandingan.
Kekalahan melawan Thailand membuat Myanmar hanya mengumpulkan 6 poin dan secara resmi tersingkir dari ASEAN Championship 2026.
Sementara itu, Thailand menyelesaikan babak penyisihan grup dengan rekor sempurna, meraih 12 poin dan hebatnya mereka tidak kebobolan satu gol pun.
Timnas Thailand, bersama dengan Timnas Malaysia, mengamankan dua posisi teratas di Grup B untuk melaju ke semifinal.
Meskipun tuduhan Andersen mungkin memicu perdebatan, hasil di lapangan tetap tidak berubah.
Thailand menang 2-0 dan mempertahankan posisi puncak di grup, sementara Myanmar tersingkir dari turnamen.
Bagi Andersen, alasan kekalahan itu bukan hanya karena performa pemain, tetapi juga keputusan wasit dalam pertandingan penentu.
Adapun empat tim yang berhasil melaju ke babak semifinal adalah Thailand, Malaysia, Vietnam dan Singapura.
Di semifinal, Thailand akan berhadapan dengan Singapura, sedangkan Vietnam melawan Malaysia.
Pertandingan semifinal akan berlangsung dua leg mulai 15 hingga 19 Agustus mendatang.
Menarik dinantikan, kira-kira siapa yang akan melaju ke partai final.