Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home ASEAN Championship ASEAN Cup Berita Featured Philippe Troussier Piala AFF Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Indonesia Timnas Vietnam

    Timnas Indonesia Tersingkir dari ASEAN Championship 2026, Fans Vietnam Kenang Era Philippe Troussier - Semua Halaman - Superball

    5 min read

     

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Timnas Senior
  • Sabtu, 8 Agustus 2026 | 20:11 WIB

    Mantan pelatih Timnas Vietnam asal Prancis, Philippe Troussier. (VFF)

    SUPERBALL.ID - Para penggemar sepak bola Vietnam mengenang nama Philippe Troussier setelah Timnas Indonesia dipastikan tersingkir dari ASEAN Championship 2026.

    Kepastian tersingkirnya Timnas Indonesia didapat usai ditahan imbang Timnas Singapura dalam laga terakhir Grup A.

    Kedua tim tersebut bermain imbang dengan skor 1-1 di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat (7/8/2026) malam WIB.

    Timnas Indonesia sejatinya mampu unggul lebih dulu pada menit ke-47 melalui gol yang dicetak oleh Ragnar Oratmangoen.

    Baca Juga: ASEAN Championship 2026 - Vietnam Pimpin Statistik Fair Play, Timnas Indonesia Mengejutkan

    Namun, gol balasan tim tuan rumah yang diciptakan oleh Ilhan Fandi pada menit ke-66 membuyarkan kemenangan Indonesia.

    Hasil ini membuat Indonesia gagal lolos ke babak semifinal usai finis di posisi ketiga klasemen Grup A dengan 7 poin.

    Tim asuhan John Herdman itu terpaut satu angka dari Singapura di posisi kedua dan tiga poin dari Vietnam di puncak klasemen.

    Sebelumnya, Skuad Garuda juga dipermalukan oleh Timnas Vietnam dengan kekalahan telak 0-3 di kandang sendiri.

    Menariknya, kegagalan Indonesia membuat para penggemar Vietnam kembali mengenang nama pelatih Philippe Troussier.

    Di bawah kepemimpinan Troussier, Vietnam melewati dua tahun yang penuh cobaan dalam sejarah sepak bola mereka.

    Bersamaan dengan periode tersebut, kebijakan naturalisasi di sepak bola Indonesia baru mulai digencarkan.

    Kala itu, Timnas Indonesia hanya memiliki beberapa posisi dalam skuad mereka yang diisi oleh pemain naturalisasi.

    Namun, Vietnam di bawah asuhan Troussier kalah dalam tiga pertandingan beruntun mencakup Piala Asia 2023 dan Kualifikasi Piala Dunia 2026.

    Tiga kekalahan tersebut membuat Vietnam harus kehilangan sekitar 55 poin di peringkat FIFA.

    Di samping itu, mereka hanya bisa menyaksikan Indonesia melaju ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

    Baca Juga: Singkirkan Timnas Indonesia, Eks Bek Madura United Ungkap Kunci Kesuksesan Singapura

    Baru-baru ini, beberapa forum sepak bola Vietnam menyebut Troussier sebagai tokoh antagonis sepak bola negaranya.

    Troussier dinilai terlalu memaksakan gaya permainan menekan dan berbasis penguasaan bola yang sama sekali tidak cocok untuk Vietnam.

    Banyak penggemar yang menyatakan bahwa sepak bola Vietnam telah melambat selama dua tahun terakhir karena Troussier.

    Menurut mereka, tiga kekalahan beruntun dari Indonesia terjadi karena kesalahan taktik Troussier alih-alih performa pemain.

    "Kekalahan dari Indonesia tiga kali berturut-turut bukanlah karena performa buruk para pemain Vietnam, melainkan konsekuensi tak terhindarkan dari taktik yang salah, pilihan pemain yang aneh, dan keruntuhan psikologis yang disebabkan oleh Troussier sendiri," tulis seorang penggemar.

    Berbeda dengan Troussier, Kim Sang-sik dianggap menerapkan taktik yang matang dan pemilihan pemain yang tepat.

    Hasilnya adalah Vietnam berhasil mengalahkan Indonesia yang memiliki lebih banyak pemain naturalisasi dari sebelumnya.

    Forum-forum sepak bola Vietnam secara bersamaan menegaskan bahwa sepak bola mereka hanya dapat berkembang dan maju ketika mengetahui diri sendiri.

    Selain itu, tim nasional akan maju jika memilih pemimpin yang tepat, pelatih yang sesuai, dan gaya bermain yang tepat dan dalam hal ini serangan balik defensif dengan fase transisi.

    Menurut Tuoi Tre, mengingat kembali era Troussier bukanlah untuk menyalahkan atau meminta pertanggungjawaban pelatih asal Prancis itu.

    Namun, hal ini bertujuan untuk mengingatkan diri sendiri bahwa sepak bola Vietnam perlu menghindari kesalahan serupa agar dapat melangkah maju dengan lebih kuat.

    Komentar
    Additional JS