Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured FIFA Gianni Infantino Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    FIFA Kecam Upaya Goyahkan Gianni Infantino di Tengah Krisis Organisasi - Kompas

    7 min read


    KOMPAS.com - FIFA menuding adanya upaya yang "terkoordinasi dan terus berlangsung" untuk menggoyahkan kepemimpinan Presiden Gianni Infantino di tengah krisis yang melanda badan sepak bola dunia tersebut.

    Dalam pernyataan pada Sabtu (8/8/2026), FIFA menegaskan bahwa setiap upaya untuk menantang kepemimpinan Infantino harus dilakukan sesuai statuta, prosedur demokratis, dan kerangka tata kelola organisasi.

    Dikutip dari Al Jazeera, FIFA tidak menyebut pihak yang dianggap berupaya menggoyahkan Infantino maupun laporan atau tuduhan spesifik yang menjadi rujukan pernyataan tersebut.

    Pernyataan itu muncul setelah krisis kepemimpinan FIFA semakin memanas menyusul kegagalan rencana Infantino membentuk FIFA Forward Enterprise (FFE).

    UEFA dan 55 Federasi Ancam Boikot Piala Dunia 2030, Tolak Rencana FIFA Jual Saham

    Baca juga: UEFA Abaikan Permintaan Maaf Gianni Infantino, Boikot Kompetisi FIFA Tetap Berlanjut

    Melalui FFE, FIFA sebelumnya berencana menghimpun sekitar 4,2 miliar dollar AS dari penjualan saham kepada investor swasta dalam rangka mengelola hak komersial Piala Dunia dan turnamen FIFA lainnya.

    Rencana tersebut mendapat penolakan dari UEFA, sejumlah asosiasi anggota FIFA, serta pejabat senior FIFA sendiri.

    Tekanan itu kemudian mendorong Infantino membatalkan proposal tersebut.

    Baca juga: Posisi Infantino di FIFA Digoyang, Inggris dan Wales Tarik Dukungan

    FIFA Bela Infantino dari Tuduhan dan Pemberitaan

    FIFA menyatakan pemberitaan dalam beberapa hari terakhir memuat "klaim tidak berdasar dan pernyataan yang secara nyata tidak benar" mengenai organisasi mereka dan terkait Infantino sendiri.

    FIFA mengatakan akan menentang pemberitaan yang dinilai tidak akurat atau menyesatkan secara langsung dan tegas.

    Pernyataan tersebut muncul setelah The Daily Telegraph melaporkan dugaan pembayaran UEFA kepada seorang mantan pegawai yang disebut memiliki hubungan intim dengan Infantino ketika pria asal Swiss-Italia itu menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UEFA.

    Baca juga: Norwegia Desak Gianni Infantino Mundur, Argentina dan Meksiko Beri Dukungan

    Infantino telah membantah tuduhan tersebut. FIFA juga menyebut tuduhan itu tidak berdasar.

    Ketika dikonfirmasi AFP, UEFA mengakui bahwa pembayaran kompensasi atas kepergian memang diberikan kepada individu tersebut.

    Presiden FIFA Gianni Infantino memberi salam dari tribun penonton menjelang pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara timnas Perancis dan timnas Spanyol di Stadion Dallas di Arlington pada 14 Juli 2026.

    Lihat Foto

    UEFA menyebut pihak tersebut mendapat pembayaran biaya untuk mengikuti program MBA di sebuah sekolah bisnis lokal.

    Baca juga: Rumor Calon Pengganti Gianni Infantino Sebagai Presiden FIFA, Ini Sosoknya

    FIFA menegaskan proses pemilihan presiden harus tetap berlangsung berdasarkan statuta dan prosedur demokratis yang berlaku.

    "Presiden FIFA dipilih secara demokratis oleh asosiasi anggota FIFA dan terus menjalankan mandat mereka," demikian pernyataan FIFA.

    "Siapa pun yang tidak mendapatkan dukungan dari asosiasi anggota FIFA seharusnya tidak berusaha mencapai melalui tuduhan, insinuasi, atau misinformasi apa yang tidak dapat mereka capai melalui proses demokratis FIFA yang telah ditetapkan," lanjut pernyataan tersebut.

    Baca juga: Infantino Disebut Tawarkan Final Piala Dunia 2030 kepada Maroko di Tengah Krisis FIFA

    Krisis Kepemimpinan FIFA

    Krisis kepemimpinan Infantino mencuat setelah rencana FFE memicu penolakan dari berbagai pihak.

    Dalam pertemuan krisis di Maroko pada Rabu (5/8/2026), FIFA meminta maaf kepada 211 asosiasi anggotanya atas kesalahan dalam proses penanganan rencana tersebut.

    Pimpinan FIFA yang hadir dalam pertemuan juga menyatakan dukungan penuh kepada Infantino.

    Namun, tekanan terhadap Infantino belum sepenuhnya mereda menjelang pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027.

    UEFA menyatakan sudah tidak lagi memiliki kepercayaan terhadap kepemimpinan pria yang terpilih menjadi Presiden FIFA pada Februari 2016 tersebut.

    Baca juga: Alasan Erick Thohir Dukung Rencana FIFA Jual Hak Komersial Piala Dunia

    Presiden PSSI-nya Norwegia, Lise Klaveness, bahkan meminta Infantino mundur karena menilai dia tidak lagi memiliki kepercayaan institusional yang diperlukan untuk memimpin FIFA.

    Infantino Masih Dapat Dukungan

    Di sisi lain, Infantino masih memperoleh dukungan dari sejumlah anggota FIFA.

    Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menyatakan dukungan secara bulat terhadap kepemimpinan Infantino pada Kamis (6/8/2026).

    Baca juga: PSSI Nyatakan Dukungan untuk Gianni Infantino Tetap Jadi Presiden FIFA

    Sementara itu, konfederasi Amerika Selatan (CONMEBOL) menolak upaya untuk menggulingkan Infantino jika tidak melalui pemungutan suara yang melibatkan seluruh anggota FIFA.

    Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF) juga menyatakan dukungan kepada Infantino meskipun konfederasi regionalnya, CONCACAF, sebelumnya menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinannya.

    Sementara, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, telah berulang kali menyuarakan dukungannya dalam mendukung sang presiden FIFA tersebut.

    Baca juga: Diminta Dukung Infantino, Asosiasi Sepak Bola Yordania Tuding FIFA Lakukan Pemerasan

    "Prestasi dan kebangkitan sepak bola kita hari ini tidak lepas dari kehadiran masyarakat, pemerintah, dan tentunya FIFA yang selalu mendampingi kita," ujar Erick Thohir pada 31 Juli 2026.

    "Kita harus berterima kasih, terutama kepada FIFA. Mengingat kembali peristiwa Kanjuruhan, jika saat itu tidak ada kesepakatan antara pemerintah, masyarakat, dan FIFA, tim nasional kita mungkin tidak ada hari ini karena ancaman suspend selama delapan tahun."

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS