Belli Alvarez Ibarat Kena Pajak dan Bea Masuk, Ini yang Bikin Transfer si Laba-Laba ke Arsenal Jadi Rumit - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Selasa, 25 Agustus 2026 | 05:00 WIB
Penyerang Atletico Madrid, Julian Alvarez, masih berpeluang untuk pindah, tetapi menuju Liga Inggris dengan Arsenal sebagai destinasinya. (PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP)
BOLASPORT.COM - Arsenal menghadapi ganjalan besar dalam upayanya merekrut penyerang Atletico Madrid, Julian Alvarez, karena bersinggungan dengan pajak di Liga Inggris.
Saga transfer antara Atletico dan Alvarez masih saja berlangsung jelang penutupan bursa transfer musim panas 2026.
Setelah ngotot bakal dipertahankan, penyerang asal Argentina tersebut disebut-sebut akan benar-benar dilego oleh Los Rojiblancos.
Penolakan dan cemoohan dari fan klub dalam laga melawan Villarreal, Minggu (23/8/2026), menjadi tanda-tanda yang jelas.
Mereka menunjukkan ketidaksukaan akan kehadiran Julian Alvarez setelah diisukan bakal menyebrang ke Barcelona.
Alvarez sendiri juga tampak meninggalkan lapangan Stadion Metropolitano tanpa menyapa para pendukung seperti yang dilakukan rekan-rekannya.
Hal itu ibarat menyiram bensin dalam bara api, sehingga ia masih berpotensi untuk pergi dari Atletico Madrid di penghujung jendela transfer musim panas tahun ini.
Mau tidak mau Atletico perlu menemukan solusi terbaik agar masalah Julian Alvarez tidak menjadi duri dalam daging di skuad Diego Simeone.
Baca Juga: Muak dengan Sikap Julian Alvarez, Suporter Atletico Inginkan Ia Pergi Gratis ke Barcelona
Transfer ke Barcelona memang menjadi impian bagi penyerang berusia 26 tahun tersebut.
Upaya itu tidak akan terlaksana karena Atletico sudah menolak mentah-mentah tawaran pindah ke rival langsung mereka di Liga Spanyol.
Satu-satunya harapan dan jalan keluar Alvarez angkat kaki dari Metropolitano adalah bergabung dengan klub Liga Inggris, Arsenal.
Perkara untuk pindah ke Emirates Stadium sebelum berakhirnya bursa transfer musim panas juga tidaklah mudah.
Arsenal sudah jor-joran dengan menghamburkan uang hingga total 227 juta euro untuk merekrut 4 pemain baru.
Bruno Guimaraes menjadi pembelian termahal dengan biaya 87,5 juta euro, disusul Ezri Konsa (59,6 juta euro), Hiero Pincapie dan Christos Tzolis yang sama-sama menelan 40 juta euro.
Jika diasumsikan Atletico Madrid bersedia melepas Julian Alvarez dengan biaya 150 juta euro, Arsenal belum tentu mau menjebol brankas mereka lebih dari angka itu.
Dikutip dari Diario AS, transfer Alvarez menuju London Utara tidak hanya bakal menelan biaya yang sangat mahal, tetapi juga adanya aturan dan beban pajak di Liga Inggris.
Baca Juga: Lautaro Martinez Jadi Plan B Mewah Barcelona usai Alvarez Lepas dari Genggaman
Julian Alvarez mengukir brace ke gawang Real Madrid dalam lanjutan Liga Spanyol, Sabtu (27/9/2025). (OSCAR DEL POZO/AFP)
Analoginya, di Indonesia, transaksi antarbadan usaha biasanya bakal terkena PPN (Pajak Pertambahan Nilai) yang bisa dikreditkan.
Di Inggris, transfer sesama klub lokal PPN-nya 20 persen bisa dikreditkan/diklaim penuh.
Jika Arsenal membeli pemain dari klub Inggris lain, seperti perekrutan Bruno Guimaraes tadi, maka pajak pertambahan nilai sebesar 20 persen yang dibayarkan bisa diklaim balik alias deductible karena kedua klub terdaftar sebagai badan usaha di Inggris.
Akan tetapi, kalau "mengimpor" pemain dari luar negeri dalam hal ini transfer Alvarez dari Atletico Madrid, skema pengembaliannya bakal rumit dan menimbulkan beban pajak tambahan langsung.
Klub-klub di Liga Inggris diketahui memanfaatkan aturan depresiasi/amortisasi nilai transfer untuk mengurangi pembayaran Pajak Penghasilan Badan mereka (Corporation Tax) setiap tahunnya.
Melakukan transaksi domestik memberikan kemudahan skema pencatatan akuntansi dan insentif pajak atau roll-over relief untuk menginvestasikan kembali keuntungan penjualan pemain tanpa langsung terkena pajak atas keuntungan modal.
Ini mirip dengan insentif penanaman modal kembali dalam negeri di Indonesia agar tidak langsung terpotong PPh Badan.
Lantaran adanya intensif pajak dan aturan finansial tersebut, tak heran jika klub-klub Liga Inggris berani gila-gilaan untuk menebus pemain yang sudah berkompetisi di Premier League.
Baca Juga: Kesulitan Kejar Alvarez, Barcelona Malah Berpeluang Gaet Striker Mirip Lewandowski Secara Gratis
Beda cerita untuk transfer 150 juta euro terhadap Julian Alvarez dari Spanyol yang akan menjadi rekor luar biasa dengan sangat berisiko bagi Arsenal dari segi finansial dan pajak.
Secara sederhana, membeli pemain dari luar Inggris memakan biaya "pajak ekstra" dan proses akuntansi yang lebih merugikan bagi Arsenal dibandingkan membeli pemain dari sesama klub Inggris.
Hal inilah yang membuat kepindahan Si Laba-Laba ke Arsenal dianggap akan sangat sulit terwujud jelang berakhirnya bursa transfer musim panas kali ini.
Sejauh ini pembelian termahal The Gunners untuk pemain di luar Liga Inggris adalah perekrutan Martin Zubimendi dari Sociedad dengan biaya mencapai 70 juta euro.