Atlet Open Donasi Demi Harumkan Indonesia, Publik Bongkar Anggaran Sewa Mobil Rp2,4 M di Kemenpora - suara

![]()
- Kontingen atlet tuli Indonesia menggalang donasi di Car Free Day untuk biaya kejuaraan Asia Pacific 2026 di Malaysia.
- Kemenpora menolak pendanaan karena alasan efisiensi dan pengajuan 100 proposal kepada pihak swasta juga tidak membuahkan hasil.
- Publik mengkritik Kemenpora karena anggaran sewa kendaraan pejabat eselon I mencapai Rp1,3 miliar sementara atlet kekurangan dana.
Suara.com - Kabar atlet tuli Indonesia harus menggalang donasi untuk berangkat ke ajang Asia Pacific Deaf Multi-Sport Championships 2026 di Penang, Malaysia, memicu sorotan publik.
Para atlet disebut membutuhkan dana sekitar Rp700 juta untuk memenuhi kebutuhan transportasi dan akomodasi.
Pada unggahan salah satu akun X @hanif_aa menunjukkan para atlet tuli sampai harus turun ke CFD untuk membuka open donasi.
"Barusan aku cek IG mereka. Ternyata untuk bisa membawa nama Indonesia di ajang Asia Pacific Deaf Multi-Sport Championships 2026 di Malaysia, Kontingen Atlet Tuli Indonesia membutuhkan total donasi Rp700 juta," tulis akun @hanif_aa
![Kabar atlet tuli Indonesia harus menggalang donasi untuk berangkat ke ajang Asia Pacific Deaf Multi-Sport Championships 2026 di Penang, Malaysia, memicu sorotan publik. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/24/30469-atlet-tuli.jpg)
Mengutip dari cuitan akun @ainurohman, para atlet tuli ini sebelum turun CFD dan membuka open donasi telah melakukan berbagai upaya.
"Beberapa upaya dilakukan. Tp Kemenpora menolak krn alasan efisiensi. Timnas Tuli juga menyebarkan 100 proposal ke berbagai pihak swasta, jg tdk membuahkan hasil," tulis Ainur.
Anggaran Kemenpora Dikuliti
Sontak saja cuitan tersebut membuat netizen mengkritik pedas Kemenpora.
Salah satu akun X menyoroti perihal anggaran di Kemenpora yang terdapat pos-pos dengan nilai fantastis.
Disebut terdapat anggaran sekitar Rp2,4 miliar yang dialokasikan untuk sejumlah kebutuhan, termasuk pengadaan jasa sewa kendaraan dinas jabatan pejabat eselon I serta konsumsi.
Unggahan tersebut merujuk pada data pengadaan pemerintah melalui INAPROC.
Salah satu pos yang disorot adalah anggaran sekitar Rp1,3 miliar untuk sewa kendaraan dinas jabatan pejabat eselon I periode Mei-Desember, sementara anggaran konsumsi disebut mencapai Rp198,35 juta.
"di kemenpora ada anggaran Rp 2.4 M yg dialokasikan buat yg lebih penting. apa itu? pengadaan Jasa Sewa Kendaraan, sewa Kendaraan Dinas Jabatan Pejabat Eselon I Bulan Mei - Desember Rp 1.3 M. lalu ada anggaran buat konsumsi Rp 198.352.500," ungkap salah satu akun X disertai membagikan link anggaran Kemenpora via INAPROC.
“Bayangin, satu Rolex timnas aja udah cukup buat berangkatin timnas tuli coba,” kritik akun lainnya.
Akun lain bahkan mempertanyakan aspek moral dari situasi tersebut. “Kaya gini ini bisa dibilang pemerintah dzolim ga sie?”
Asia Pacific Deaf Multi-Sport Championships 2026
Asia Pacific Deaf Multi-Sport Championships 2026 merupakan kejuaraan olahraga tingkat regional Asia-Pasifik yang khusus diikuti atlet tuli (deaf athletes).
Ajang ini diselenggarakan oleh Asia Pacific Deaf Sports Confederation (APDSC) dan pada 2026 akan berlangsung di Penang, Malaysia.
Ajang ini akan berlangsung pada 3–10 Oktober 2026 di Penang, Malaysia.
Cabang olahraga yang dipertandingkan pada ajang ini antara lain, atletik, bulu tangkis, catur, karate, dan tenis meja.
Indonesia sendiri sudah beberapa kali tampil dalam sejarah ajang olahraga tuli tingkat Asia-Pasifik.
Pada 1992 di Seoul, Korea Selatan: Indonesia termasuk 9 negara peserta.
Lalu 1996 di Kuala Lumpur, Malaysia: Indonesia kembali menjadi peserta, bersama 15 negara lainnya. Serta pada 2015 di Taiwan, atlet tuli Indonesia juga ikut bertanding.
Indonesia bukan pendatang baru di olahraga tuli Asia-Pasifik.
Bahkan Indonesia pernah menjadi tuan rumah 3rd Asia Pacific Deaf Badminton Championships di Samarinda pada 2010, dan Indonesia meraih gelar pada kejuaraan badminton APAC 2022 di Thailand.