6 Tahun setelah 8 Pemain Dihukum BWF, Isu Pengaturan Skor Coreng Wajah Bulu Tangkis Indonesia Lagi - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Selasa, 4 Agustus 2026 | 19:57 WIB
BOLASPORT.COM - Integritas pebulu tangkis Indonesia kembali disorot setelah dugaaan pengaturan skor yang menyeruak. Spekulasi yang berkembang disesali mengingat kasus serupa yang pernah terjadi hanya beberapa tahun sebelumnya.
Selasa (4/8/2026), PP PBSI akhirnya buka suara mengenai dugaan kasus pengaturan skor yang ramai diperbincangkan.
PBSI mengonfirmasi proses peradilan independen yang sedang dijalankan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) terkait dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan beberapa pemain Indonesia.
Melalui Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagja, induk olahraga Indonesia menghormati dan mendukung sepenuhnya mekanisme yang diterapkan BWF secara independen.
"Sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam proses tersebut, PP PBSI tidak akan memberikan komentar lebih lanjut mengenai substansi perkara maupun mengaitkan proses yang sedang berlangsung dengan atlet tertentu," ucap Ricky.
Baca Juga: Pernyataan Resmi PBSI soal Dugaan Pengaturan Pertandingan yang Libatkan Pebulu Tangkis Indonesia
Perlu dicatat kalimat integritas dalam bulu tangkis memiliki cangkupan yang luas dan tidak hanya terbatas dalam hal pengaturan skor yang terkait dengan taruhan.
Bertaruh untuk pertandingan lainnya pun dilarang, termasuk dalam turnamen yang tidak diikuti bagi pemain yang memiliki ranking dunia beserta rombongannya dan para ofisial.
Hal ini sebagaimana diatur dalam statuta BWF tentang Kode Pencegahan Tindakan Manipulasi Kompetisi.
Pelanggaran 'kecil' seperti gagal melaporkan pelanggaran yang diketahui pun bisa dihukum.
Salah satu contohnya adalah ketika tunggal putra Denmark, Anders Antonsen, memutus kerja sama dengan pelatihnya, Joachim Persson, pada 2024 demi mencegah kerugian lebih jauh.
Baca Juga: Prahara Bocah Istora, Anders Antonsen Pecat Pelatih gegara Main Judi
Sengaja mengalah untuk mendapat keuntungan dalam turnamen juga dilarang dengan kasus terkini menyangkut dua ganda putra China yang saling berhadapan di China Open 2018.
Intinya, BWF tidak ingin aspek ketidakpastian dalam pertandingan dipengaruhi faktor di luar lapangan dan performa pemain itu sendiri.
Bagi Indonesia, kasus yang sedang dalam proses penyelidikan ini kembali mencoreng wajah dunia bulu tangkisnya.
Pasalnya, tak sampai 10 tahun yang lalu, jagat bulu tangkis Tanah Air tersandung pengaturan skor dan aktivitas taruhan yang menimpa 8 pemainnya.
Pada 2020 BWF menghukum Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, Androw Yunanto, Sekartaji Putri, Mia Mawarti, Fadilla Afni, Aditiya Dwiantoro, dan Agripinna Prima Rahmanto Putra.
Dalam dokumen yang dirilis BWF, tujuh pemain pertama terlibat pengaturan skor dengan Hendra Tandjaya yang bertindak lebih jauh sebagai pelobi dengan iming-iming uang.
Sementara Agripinna terlibat aktivitas taruhan yang juga dilakukan dengan bantuan Hendra.
Mantan pemain Pelatnas itu juga gagal melaporkan dengan cepat tawaran yang diterimanya dari Hendra untuk 'menjual' pertandingannya.
BWF mencatat 10 pertandingan yang diatur oleh mereka sepanjang 2016-2017 dalam event-event internasional.
Sebagian besar pertandingan itu terjadi di babak kualifikasi dan paling jauh di babak 32 besar.
Hendra, Ivandi, dan Androw menerima sanksi paling berat berupa larangan terlibat dalam aktivitas bulu tangkis seumur hidup.
Keputusan ini diambil setelah proses investigasi yang memakan waktu selama bertahun-tahun. Laporan dari whitsleblower diterima BWF pada 2017.
Bukan tidak mungkin, penyelidikan yang sedang berlangsung kali ini tidak akan rampung dalam waktu dekat.
Terkait dugaan yang muncul saat ini, PBSI mengajak agar semua pihak menghormati proses yang sedang berjalan dan menghindari spekulasi.
"PP PBSI akan terus berkoordinasi dengan BWF dan memastikan setiap langkah organisasi dilaksanakan sesuai prinsip tata kelola yang baik, kepatuhan terhadap regulasi, perlindungan hak-hak atlet, serta komitmen terhadap integritas olahraga bulu tangkis," ucap Ricky.
DAFTAR PEBULU TANGKIS INDONESIA YANG DIHUKUM BWF DALAM KASUS MANIPULASI PERTANDINGAN PADA 2020
| 1. Hendra Tandjaya (HT) |
| Pelanggaran: - terlibat secara langsung atau memfasilitasinya dalam 10 laga - berupaya memfasiltasi match-fixing dalam 4 laga - mendapat profit secara signifikan dari aktivitas ini - bertaruh untuk laga-laga bulu tangkis dalam waktu cukup lama |
| Sanksi: - skors seumur hidup dari aktivitas bulu tangkis |
| 2. Ivandi Danang |
| Pelanggaran: - dibayar untuk memanipulasi laga oleh HT - berupaya memfasilitasi match-fixing dalam 2 laga - bertaruh untuk laga-laga bulu tangkis dalam waktu cukup lama - bertaruh untuk laga-laga bulu tangkis dengan bantuan HT - gagal untuk bekerja sama dalam investigasi BWF |
| Sanksi: - skors seumur hidup dari aktivitas bulu tangkis |
| 3. Androw Yunanto |
| Pelanggaran: - mengatur laga secara langsung dalam 4 laga - mendapat profit dari aktivitas match-fixing - tidak melaporkan tawaran HT untuk memanipulasi laga + membantu investigasi BWF |
| Sanksi: - skors seumur hidup dari aktivitas bulu tangkis |
| 4. Sekartaji Putri |
| Pelanggaran: - mengatur laga secara langsung dalam 2 laga - mendapat profit dari aktivitas match-fixing - tidak melaporkan tawaran HT untuk memanipulasi laga - gagal untuk bekerja sama dalam investigasi BWF |
| Sanksi: - skors dari aktivitas bulu tangkis selama 12 tahun - denda sebesar 12.000 dolas AS |
| 5. Mia Mawarti |
| Pelanggaran: - mengatur laga secara langsung dalam 1 laga - mendapat profit dari aktivitas match-fixing - tidak melaporkan tawaran HT untuk memanipulasi laga - gagal untuk bekerja sama dalam investigasi BWF |
| Sanksi: - skors dari aktivitas bulu tangkis selama 10 tahun - denda sebesar 10.000 dolar AS |
| 6. Fadilla Afni |
| Pelanggaran: - mengatur laga secara langsung dalam 1 laga - mendapat profit dari aktivitas match-fixing - tidak melaporkan tawaran HT untuk memanipulasi laga - gagal untuk bekerja sama dalam investigasi BWF |
| Sanksi: - skors dari aktivitas bulu tangkis selama 10 tahun - denda sebesar 10.000 dolar AS |
| 7. Aditiya Dwiantoro |
| Pelanggaran: - mengatur laga secara langsung dalam 2 laga - mendapat profit dari aktivitas match-fixing - tidak melaporkan tawaran HT untuk memanipulasi laga + membantu investigasi BWF |
| Sanksi: - skors dari aktivitas bulu tangkis selama 7 tahun - denda sebesar 7.000 dolar AS |
| 8. Agripinna Prima Rahmanto Putra |
| Pelanggaran: - bertaruh untuk laga-laga bulu tangkis dalam waktu cukup lama - bertaruh untuk laga-laga bulu tangkis dengan bantuan HT + membantu investigasi BWF |
| Sanksi: - skors dari aktivitas bulu tangkis selama 6 tahun - denda sebesar 3.000 dolar AS |