Tiga Wakil Tumbang, Fajar/Fikri Jadi Harapan Terakhir Indonesia di China Open - Qoo Media
Indonesia hanya menyisakan satu wakil di semifinal China Open 2026 setelah tiga dari empat peserta di perempat final tersingkir. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi tumpuan terakhir untuk menjaga peluang gelar di turnamen BWF World Tour Super 1000 tersebut.
Pasangan ganda putra itu melaju dengan kemenangan meyakinkan atas Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju dari Korea Selatan. Fajar/Fikri menang dua gim langsung 21-15, 21-13 di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Jumat 24 Juli 2026.
| Wakil Indonesia | Nomor | Hasil Perempat Final |
|---|---|---|
| Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri | Ganda putra | Menang 21-15, 21-13 atas Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju |
| Jonatan Christie | Tunggal putra | Kalah 14-21, 17-21 dari Victor Lai |
| Putri Kusuma Wardani | Tunggal putri | Kalah 21-16, 11-21, 9-21 dari Tomoka Miyazaki |
| Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum | Ganda putri | Kalah 18-21, 18-21 dari Li Yi Jing/Luo Xu Min |
Juara Bertahan Menjaga Peluang
Kemenangan ini memiliki arti penting karena Fajar/Fikri datang ke China Open sebagai juara bertahan. Mereka sempat tertinggal pada awal gim pertama, tetapi mampu membalikkan keadaan setelah meraih enam angka beruntun untuk unggul 8-5.
Permainan cepat dan agresif di depan net membantu pasangan Indonesia mengendalikan gim pembuka hingga menang 21-15. Kang/Ki kembali memberi tekanan pada gim kedua, namun Fajar/Fikri tetap mampu menjaga ketenangan dalam reli-reli penting.
Fajar/Fikri memimpin tipis 11-9 saat interval gim kedua sebelum memperlebar jarak. Kesalahan pasangan Korea dimanfaatkan dengan baik hingga laga berakhir 21-13 untuk pasangan nomor dua dunia tersebut.
Di semifinal, Fajar/Fikri akan menghadapi pasangan tuan rumah Liang Wei Keng/Wang Chang. Rekor pertemuan berpihak kepada wakil Indonesia karena mereka memenangkan empat dari lima duel terakhir melawan Liang/Wang.
Catatan tersebut tidak serta-merta membuat laga menjadi ringan bagi Fajar/Fikri. Liang/Wang akan bermain dengan dukungan publik China, sehingga perebutan tiket final berpotensi berlangsung ketat.
Jonatan Kembali Terhenti oleh Victor Lai
Jonatan Christie gagal memperpanjang langkahnya setelah kalah 14-21, 17-21 dari pemain muda Kanada, Victor Lai. Kekalahan ini menjadi hasil kedua beruntun Jonatan dari lawan yang sama.
Sebelumnya, Jonatan juga takluk dari Victor Lai pada final Indonesia Open 2026. Menurut VIVA.co.id, Jonatan menilai permainannya kali ini lebih baik, tetapi ia masih kesulitan menjaga konsistensi pada fase krusial.
Victor dinilai mampu membaca perubahan tempo permainan Jonatan dan memanfaatkan momen ketika lawannya kehilangan fokus. Kemampuan membaca permainan, ketenangan, serta variasi pukulan menjadi faktor yang membuat pemain Kanada itu sulit diatasi.
Putri KW Kehilangan Momentum
Putri Kusuma Wardani sebenarnya membuka pertandingan tunggal putri dengan kuat saat menghadapi Tomoka Miyazaki dari Jepang. Ia merebut gim pertama 21-16 melalui permainan menyerang yang membuat lawannya kesulitan.
Situasi berubah pada gim kedua ketika Tomoka meningkatkan tekanan dan menemukan ritme permainan. Putri kehilangan momentum, kalah 11-21, lalu kembali tak mampu mengembangkan strategi pada gim penentuan yang berakhir 9-21.
Hasil itu menghentikan perjalanan Putri KW di perempat final. Tomoka berhasil menjaga konsistensi pada gim ketiga dan memastikan langkahnya ke semifinal.
Rachel/Febi Gagal Menuntaskan Keunggulan
Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum juga harus mengakhiri perjalanan setelah kalah dari Li Yi Jing/Luo Xu Min. Ganda putri Indonesia itu memberikan perlawanan ketat, tetapi menyerah dengan skor identik 18-21, 18-21.
Pada gim pertama, kedua pasangan saling mengejar angka sebelum Li/Luo lebih efektif memanfaatkan peluang di poin akhir. Rachel/Febi kemudian sempat unggul 10-7 pada gim kedua dan memimpin tipis saat interval.
Keunggulan tersebut tidak bertahan hingga akhir karena pasangan China mampu membalikkan keadaan pada fase penentuan. Li/Luo merebut gim kedua 21-18 dan memastikan tempat di semifinal.
Dengan tersingkirnya Jonatan, Putri KW, serta Rachel/Febi, peluang Indonesia kini sepenuhnya berada di tangan Fajar/Fikri. Sang juara bertahan membutuhkan satu kemenangan lagi atas Liang/Wang untuk membuka jalan menuju final China Open 2026.
Source: www.viva.co.id





