Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Cristiano Ronaldo Donald Trump Featured FIFA Folarin Balogun Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional

    Sampai 3 Kali Ditelepon Trump, FIFA Tangguhkan Sanksi Balogun seperti Ronaldo dengan Pasal Karet - Semua Halaman - Bolasport

    6 min read



    BOLASPORT.COM - FIFA dihujani kritik keras karena menangguhkan sanksi kartu merah untuk penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun.

    Menurut keterangan di laman resminya, Minggu (5/7/2026), otoritas pimpinan Gianni Infantino mengumumkan pencabutan sementara hukuman bagi sang pemain.

    Folarin Balogun mendapatkan penangguhan skors satu partai sehingga dapat tampil pada duel babak 16 besar Piala Dunia 2026.

    Timnas Amerika Serikat akan menghadapi Belgia di Stadion Lumen Field, Seattle, Senin (6/7/2026) petang waktu setempat atau Rabu pagi WIB.

    Seharusnya Balogun absen di partai itu lantaran buntut kartu merah setelah menginjak kaki bek Bosnia-Herzegovina, Tarik Muharemovic, di laga babak 32 besar.

    Secara kontroversial, sanksi tersebut ditangguhkan dengan dasar Pasal 27 dalam Kode Disiplin FIFA. Aturan tersebut merupakan pasal karet yang keberadaannya mengundang perdebatan.

    Ia bisa membatalkan hukuman yang sejatinya mengikat tanpa penjelasan penangguhan yang jelas kepada publik.

    "Sesuai dengan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, pelaksanaan skors pertandingan ditangguhkan selama masa percobaan satu tahun."

    "Jika Folarin Balogun melakukan pelanggaran lain dengan sifat dan tingkat keparahan yang serupa selama masa percobaan, penangguhan itu akan dicabut dan sanksi diberlakukan tanpa mengurangi hukuman tambahan apa pun yang dijatuhkan atas pelanggaran baru tersebut," tulis pernyataan FIFA.

    Aroma konspirasi tercium pekat dari tindak-tanduk FIFA.  Publik menduga penghapusan sanksi Balogun merupakan cara memuluskan langkah Timnas Amerika Serikat ke fase berikut.

    Striker AS Monaco itu merupakan top skor AS di Piala Dunia 2026 dengan torehan 3 gol.

    Sudah pasti kehadirannya menyuntikkan kekuatan ekstra dan, sebaliknya, ancaman bagi Belgia.

    Baca Juga: Pemain AS Dikartu Merah usai Injak Rekan Jay Idzes, Kok Lionel Messi Tidak?

    Dikutip BolaSport.com dari media top macam The Guardian dan The Athletic, pembatalan sanksi Balogun adalah hasil lobi di balik layar Donald Trump melalui orang-orang terdekatnya dengan geng Infantino dkk.

    Trump dikabarkan menelepon Infantino sampai tiga kali sejak Rabu, hari pertandingan AS vs Bosnia digelar, demi memastikan FIFA agar membiarkan Balogun tampil melawan Belgia.

    "Tak lama setelah kartu merah yang diterima Balogun, para pejabat senior pemerintahan Trump, termasuk Howard Lutnick, Menteri Perdagangan, dan Andrew Giuliani, direktur eksekutif gugus tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia, melibatkan para pengacara untuk membantu Federasi Sepak Bola AS mengajukan banding, meskipun ada aturan FIFA yang melarang banding semacam itu," tulis The Athletic.

    Praktik lobi-lobi di balik layar guna mengakali pasal karet FIFA diyakini bukan kali ini saja terjadi.

    Presiden FIFA Gianni Infantino (kiri) berbincang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval Gedung Putih, Jumat (7/3/2025).Presiden FIFA Gianni Infantino (kiri) berbincang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval Gedung Putih, Jumat (7/3/2025). (JIM WATSON/AFP)

    Ronaldo sampai Garrincha

    Penangguhan sanksi kartu merah Folarin Balogun mirip dengan keringanan yang diperoleh Cristiano Ronaldo.

    Sang megabintang Portugal pernah dihukum skors tiga partai akibat kartu merah saat melawan Rep Irlandia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 (14/11/2025).

    Seharusnya dia absen dalam dua partai pertama Timnas Portugal di fase grup Piala Dunia menghadapi RD Kongo dan Uzbekistan.

    Namun, melalui Pasal 27 itu FIFA cuma menghukumnya satu partai di laga terakhir kualifikasi melawan Armenia. Skors untuk dua laga berikutnya ditangguhkan dan hanya bersifat hukuman percobaan seperti Balogun.

    Secara mencurigakan, Ronaldo datang mengunjungi Trump di Gedung Putih beberapa pekan sebelum penghapusan sanksi tersebut.

    Publik mencium tindakan itu sebagai bentuk lobi pihak Ronaldo maupun FIFA untuk menghapus sanksi mengingat pentingnya peran CR7 sebagai bahan promosi Piala Dunia.

    Baca Juga: Pochettino Bela FIFA usai Cabut Kartu Merah Balogun, Ungkit Kasus Cristiano Ronaldo

    Tak pelak, keputusan kontroversial Infantino dkk disambut protes keras Timnas Belgia melalui federasi sepak bolanya (RBFA) karena bertabrakan dengan regulasi di kitab hukum yang sama.

    "Pasal 66.4 dari Kode Disiplin FIFA yang sama secara jelas mengatur bahwa kartu merah (pengusiran) secara otomatis mengakibatkan skors untuk pertandingan berikutnya, sebagaimana telah terjadi pada semua kartu merah yang dikeluarkan selama Piala Dunia ini."

    "Selain itu, dan terlepas dari hal di atas, keputusan tersebut bertentangan langsung dengan ketentuan Peraturan Kompetisi Piala Dunia 2026, sebagaimana tercantum dalam Pasal 10.5."

    "Untuk menjamin hak-hak sah semua tim peserta dan melindungi prinsip-prinsip dasar fair play dalam olahraga kami, baik pada Piala Dunia kali ini maupun edisi-edisi turnamen mendatang, RBFA sedang menginvestigasi semua opsi yang mungkin dilakukan," tegas mereka.

    Cristiano Ronaldo harus menyaksikan Portugal tumbang dari Irlandia pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026.Cristiano Ronaldo harus menyaksikan Portugal tumbang dari Irlandia pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026. (PAUL FAITH / AFP)

    Pelatih Rudi Garcia dibuat terkejut dan menganggap keputusan itu mencederai sportivitas karena menguntungkan tim tuan rumah serta melanggar etika.

    "Saya tidak tahu bahwa tanggal 5 Juli sama dengan 1 April [Hari April Mop] di FIFA," kata Garcia.

    "Saya pikir kita sebaiknya merujuk pada pernyataan Federasi Sepak Bola Belgia. Federasi tidak membela diri sendiri, tidak membela tim nasional – melainkan membela sepak bola secara umum."

    "Federasi membela integritasnya. Federasi membela etika yang dianutnya," ucap Garcia dalam jumpa pers menjelang duel krusial melawan Timnas Amerika Serikat.

    Mundur lebih jauh, FIFA juga pernah menghapus sanksi kartu merah Garrincha (Brasil) sehingga bisa tampil di final Piala Dunia 1962.

    Ia diusir wasit pada laga semifinal melawan Cile, tapi tetap bermain saat Selecao mengalahkan Cekoslovakia di final dan menjadi juara.

    Komentar
    Additional JS