Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Cristiano Ronaldo Featured FIFA Folarin Balogun Mauricio Pochettino Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Amerika Serikat

    Pochettino Bela FIFA usai Cabut Kartu Merah Balogun, Ungkit Kasus Cristiano Ronaldo - Semua Halaman - Bolasport

    6 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • DEMAM BOLA
  • Senin, 6 Juli 2026 | 11:30 WIB


    Mauricio Pochettino buka suara soal dicabutnya sanksi kartu merah Folarin Balogun jelang duel Amerika Serikat vs Belgia di 16 besar Piala Dunia 2026. (CHARLOTTE WILSON / AFP)

    BOLASPORT.COM - Pelatih Timnas Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, buka suara usai FIFA mencabut kartu merah yang diterima Folarin Balogun jelang laga kontra Belgia di 16 besar Piala Dunia 2026.

    Folarin Balogun mulanya dipastikan absen saat Timnas Amerika Serikat melakoni babak tersebut pada Selasa (7/7/2026) WIB.

    Pasalnya penyerang berusia 24 tahun itu mendapat kartu merah langsung di babak 32 besar melawan Bosnia-Herzegovina, yang membuatnya otomatis absen di pertandingan selanjutnya.

    Tetapi h-1 sebelum pertandingan kontra Belgia, FIFA mengeluarkan keputusan yang membuat Balogun bisa tampil membela Amerika Serikat.

    Induk sepak bola dunia itu dikabarkan menangguhkan hukuman tersebut dengan mengacu pada pasal 27 Kode Disiplin.

    "Sesuai Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, pelaksanaan hukuman larangan bertanding ditangguhkan selama masa percobaan satu tahun," tulis organisasi pimpinan Gianni Infantino itu.

    Kontroversi pun mengudara seiring adanya laporan jika Presiden Donald Trump melakukan intervensi agar kartu merah Balogun dibatalkan.

    Hal ini ditandai dengan unggahan orang nomor satu Amerika Serikat itu lewat media sosial buatannya, Truth Social.

    "Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar, dan membalikkan ketidakadilan besar," tulis Trump di platform tersebut.

    Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026 - Tetap Menang Meski Kartu Merah Folarin Balogun, AS Singkirkan Pembunuh Italia

    Kondisi ini membuat pelatih tim nasional yang akrab disapa USMNT itu, Mauricio Pochettino, buka suara.

    Dalam konferensi persnya, Pochettino merayakan keputusan itu karena timnya bisa tampil full team melawan Belgia.

    Pelatih asal Argentina itu menilai keputusan tersebut adalah keputusan yang adil karena Balogun sejak awal tak layak diberi kartu merah langsung.

    “Reaksi saya sama dengan reaksi siapa pun yang mencintai olahraga ini serta menjunjung etika dan integritas. Kami semua menyambut baik keputusan itu," ujarnya, dikutip BolaSport.com dari TyC Sports.

    "Kami sudah cukup menderita saat melawan Bosnia-Herzegovina, bermain dengan satu pemain lebih sedikit selama 35 menit akibat keputusan yang sangat tidak adil."

    “Dan ini bukan karena saya pelatih AS atau karena saya harus membela tim saya, sebab menurut saya 99,9 persen dari kita sepakat bahwa itu adalah kartu merah yang tidak adil."

    "Keputusan (FIFA) itu adil, karena kejadian itu sama sekali bukan pelanggaran yang layak diganjar kartu merah," tukasnya.

    Pochettino paham jika keputusan tersebut melahirkan kontroversi. Tetapi dia membela diri jika keputusan serupa pernah terjadi di masa lampau.

    Salah satunya terlihat dari Cristiano Ronaldo yang mendapat keringanan hukuman skorsing dari tiga laga menjadi satu laga setelah diusir di laga kontra Irlandia sehingga dirinya bisa tampil di Piala Dunia 2026.

    Baca Juga: Diklaim Diskriminasi ke Timnas Iran, FIFA Dituntut Nyaris Rp18 Triliun

    Sementara itu, tekanan dari berbagai pihak terus berdatangan ke FIFA karena keputusannya soal Balogun.

    Tekanan ini salah satunya datang dari Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) yang terkejut dengan keputusan dari penyelenggara Piala Dunia 2026 tersebut.

    Dikabarkan RBFA akan membawa kasus ini ke Badan Arbitrase Olahraga (CAS) jika Balogun tetap bisa tampil di babak 16 besar.

    “Untuk melindungi hak-hak sah semua tim peserta dan menjaga prinsip-prinsip dasar fair play dalam olahraga kami, RBFA sedang menelaah semua opsi,” bunyi pernyataannya.

    Komentar
    Additional JS