Presiden FIFA Disinyalir Kehilangan Dukungan dari Lima Federasi - TVRINews
Presiden FIFA, Gianni Infantino mengumumkan secara resmi akan ada pertunjukan saat jeda babak pertama di laga final Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
Penulis: Tri Cahyo Nugroho
Editor: Tri Cahyo Nugroho
2026-07-11 18:44:07 WIB
TVRINews – London, Inggris
Keputusan FIFA menangguhkan sanksi kartu merah striker Timnas Amerika Serikat Folarin Balogun setelah menerima telepon dari Presiden AS.
Skandal seputar penangguhan hukuman untuk kartu merah yang diterima striker Tim Nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun, terus membayangi Piala Dunia 2026, meskipun skuad salah satu tuan rumah itu telah tersingkir dari turnamen tersebut.
Seperti dikutip dari harian Inggris, The Times, Presiden FIFA Gianni Infantino telah kehilangan dukungan dari beberapa negara penting di dalam organisasi tersebut, setelah menilai bahwa “batas toleransi telah dilanggar”.
Menurut sumber yang sama, lima federasi sepak bola dari negara Jerman, Belanda, Norwegia, Swiss, dan Belgia—negara terakhir ini sempat menghadapi dan mengalahkan Amerika Serikat (serta Balogun) di perempat final—kehilangan sebagian kepercayaan mereka terhadap Infantino, bahkan sampai mengeluarkan pernyataan yang menentang keputusan tersebut.
Kendati demikian, ada pihak-pihak yang terus menunjukkan dukungan penuh kepada Infantino. Salah satunya Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), yang kabarnya bahkan telah mengirimkan surat kepada petinggi FIFA tersebut.
Folarin Balogun diberi kartu merah langsung oleh wasit asal Brasil, Raphael Claus, pada menit ke-64 setelah menginjak pergelangan kaki kanan bek tengah Bosnia-Hezegovina Tarik Muharemovic pada laga 32 besar Piala Dunia 2026.
Balogun sendiri mencetak gol pertama dalam kemenangan 2-0 Skuad AS pada pertandingan di San Francisco Bay Area Stadium pada 1 Juli lalu itu.
Presiden AS Donald Trump turun tangan membantu Balogun menghindari hukuman larangan sekali bermain, dan sanksi akibat kartu merah yang ia terima “berubah” menjadi penangguhan yang kini memungkinkannya untuk bermain melawan Belgia di babak 16 besar pada Senin (06/07/2026) pekan berikutnya.
Sebelum pertandingan, Asosiasi Sepak Bola Belgia (RBFA) juga menuduh FIFA secara efektif mematikan peluang mereka untuk menggugat keputusan badan olahraga dunia tersebut. Namun beberapa jam kemudian, FIFA menolak banding Belgia atas keputusan itu.
Keputusan FIFA soal penangguhan sanksi untuk Balogun tersebut memicu kritik dari asosiasi sepak bola Belgia, badan sepak bola tertinggi Eropa, mantan petinggi FIFA, sejumlah mantan pemain papan atas, dan banyak pihak lainnya.
Para pengkritik berpendapat bahwa pembatalan sanksi akibat kartu merah setelah adanya intervensi politik secara langsung telah mencederai integritas turnamen dan menciptakan preseden yang berbahaya.