Presiden FIFA Butuh Bantuan Donald Trump di Laga Argentina Vs Spanyol, untuk Apa? - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Sabtu, 18 Juli 2026 | 07:30 WIB
BOLASPORT.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dijadwalkan datang langsung ke laga final Piala Dunia 2026.
Final Piala Dunia 2026 bakal mempertemukan Timnas Argentina vs Spanyol.
Duel ini nantinya terlaksana di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, pada Senin (20/7/2026) mulai pukul 02.00 WIB.
Dilansir dari Metro.co.uk, pihak Gedung Putih memastikan Donald Trump akan datang pada laga tersebut.
Di sisi lain, Presiden FIFA, Gianni Infantino, berharap Trump bisa membantunya dalam menyerahkan trofi juara Piala Dunia 2026.
Pria berusia 56 tahun itu menjelaskan hal ini merupakan sesuatu yang biasa.
FIFA sebelumnya memang sering menyerahkan trofi Piala Dunia kepada pemenang bersama pemimpin tertinggi di negara tuan rumah.
"Ya, mudah-mudahan kami akan mempersembahkan trofi bersama di final," kata Gianni Infantino.
"Itu selalu menjadi rencana, dan begitulah yang selalu dilakukan di masa lalu, presiden negara tempat final diadakan mempersembahkan trofi bersama dengan Presiden FIFA," ujarnya.
Baca Juga: Ole Romeny Ungkap Keuntungan Satu Tim dengan Justin Hubner di Fortuna Sittard dan Timnas Indonesia
Sementara itu, Donald Trump kerap menjadi perbincangan panas selama Piala Dunia 2026.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah soal keterlibatannya dalam insiden kartu merah striker Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun.
Kala itu, FIFA memutuskan untuk menangguhkan sanksi kepada Balogun setelah diusir akibat menginjak kaki Tarik Muharemovic dalam laga melawan Bosnia-Herzegovina di babak 32 besar.
Hal ini membuat sang pemain akhirnya bisa tampil melawan Belgia pada babak 16 besar.
Kabar yang beredar menyebut bahwa keputusan FIFA tersebut terjadi setelah mendapat telepon dari Donald Trump.
Apa yang terjadi kemudian adalah skandal.
Namun, induk sepak bola dunia menegaskan pencabutan sanksi itu berdasarkan keputusan badan yudisial FIFA yang bersifat independen.
Striker Timnas Amerika Serikat,Folarin Balogun, melakukan pelanggaran keras terhadap Tarik Muharemovic dalam laga Piala Dunia 2026 di Santa Clara (1/7/2026). (MICHAEL STEELE/AFP)
Meski bisa memainkan Balogun, Amerika Serikat rupanya tetap dikalahkan oleh Belgia dengan skor telak 1-4.
Hal ini lalu sempat berbuah sindiran dari Iran.
Sindiran kepada orang nomor satu di Negeri Paman Sam disampaikan langsung oleh juru bicara Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI).
Tak tanggung-tanggung, juru bicara FFIRI menyebut bahwa dunia ikut bersukacita dan menari dengan kekalahan yang diderita Timnas Amerika Serikat.
Bagi mereka, kekalahan itu menandakan bahwa sepak bola telah mengalahkan lobi-lobi politik yang dilakukan Trump.
"Kini, seluruh dunia menari merayakan kekalahan memalukan politik di tangan sepak bola," kata juru bicara FFIRI yang tak disebutkan namanya, dikutip BolaSport.com dari The Telegraph.