Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Donald Trump Featured FIFA Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Di Hadapan Donald Trump, Presiden FIFA Klaim Piala Dunia 2026 Berjalan Sukses - Kompas

    6 min read

     


    KOMPAS.com - Presiden FIFA Gianni Infantino mengklaim Piala Dunia 2026 telah berjalan sukses.

    Pernyataan itu Infantino sampaikan saat menghadiri resepsi bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Trump Tower, Manhattan, Jumat (17/7/2026), menjelang final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol.

    Dalam kesempatan tersebut, Infantino menilai Piala Dunia 2026 telah mencapai tujuan utamanya, yakni mempertemukan masyarakat dari berbagai negara melalui sepak bola.

    Baca juga: Prediksi Line Up Argentina Vs Swiss di 8 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Tandem Messi?

    Ia juga kembali memberikan apresiasi kepada Donald Trump atas dukungannya selama penyelenggaraan kompetisi.

    Perayaan di Argentina Usai Messi Cs Melaju ke Final Piala Dunia 2026

    "Impian Amerika, Tuan Presiden, telah menjadi kenyataan," kata Infantino di hadapan Trump, dilansir dari Yahoo Sports.

    "Kita telah menyatukan dunia."

    Trofi Piala Dunia turut dipajang dalam acara tersebut. Rencananya, Trump akan menyerahkan langsung trofi emas kepada tim pemenang final di East Rutherford, New Jersey.

    Infantino kembali memuji peran Trump dalam penyelenggaraan turnamen.

    Baca juga: Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor, Tembus Miliaran Rupiah

    "Anda tidak membutuhkan orang untuk memuji Anda, Tuan Presiden, tetapi Piala Dunia ini tidak akan menjadi sukses luar biasa tanpa Anda."

    Trump pun menyambut pernyataan itu. Ia menyebut Piala Dunia 2026 sebagai salah satu ajang olahraga terbesar dalam sejarah.

    "Jadi, semoga sukses untuk Spanyol dan Argentina pada hari Minggu dan semoga tim terbaik menang," kata Trump.

    Baca juga: Siapa Jayden Adams? Pemain Piala Dunia 2026 Afrika Selatan yang Meninggal di Usia 25 Tahun

    Rekor Penonton Jadi Bukti Keberhasilan

    Sebelum menghadiri acara bersama Trump, Infantino berbicara di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam forum mengenai kesehatan mental remaja.

    Ia membawa salah satu bola resmi final Piala Dunia dan menyebut sepak bola memiliki kemampuan menyatukan banyak orang.

    "Kita sering mendengarnya, bukan, bahwa kita hidup di dunia yang terpecah belah, bahwa kita hidup di dunia yang agresif, bahwa ada begitu banyak hal yang memecah belah kita, yang menciptakan masalah bagi kita," kata Infantino.

    "Tetapi kita juga tahu, dan jika ada satu hal, jika ada satu hal yang telah ditunjukkan dan sedang ditunjukkan oleh Piala Dunia ini kepada kita, kita tahu bahwa ada lebih banyak hal yang menyatukan kita daripada hal-hal yang memecah belah kita."

    Baca juga: Spanyol Vs Argentina: Update Kondisi Lamine Yamal Jelang Final Piala Dunia 2026

    Presiden AS Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino memegang trofi Penghargaan Pemain Muda Terbaik pada upacara penghargaan usai pertandingan Chelsea dan Paris Saint-Germain di Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, 13 Juli 2025.

    Lihat Foto

    Piala Dunia 2026 menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan diikuti 48 negara. Turnamen berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

    Menurut FIFA, hampir seluruh dari 102 pertandingan yang telah digelar dipenuhi penonton. Dua laga terakhir tersisa, yakni perebutan tempat ketiga antara Prancis melawan Inggris serta final Argentina kontra Spanyol.

    Jumlah penonton selama turnamen diperkirakan mencapai sekitar 6,7 juta orang. Angka itu menjadi rekor baru Piala Dunia, meski sebelumnya muncul kekhawatiran harga tiket tinggi dan persoalan imigrasi akan mengurangi jumlah penonton di Amerika Utara.

    Baca juga: Gagal Manfaatkan Peluang Emas Vs Swiss, Jaminton Campaz Diteror Ancaman Pembunuhan

    Diwarnai Kontroversi dan Isu Geopolitik

    Meski dinilai sukses dari sisi penyelenggaraan, Piala Dunia 2026 juga diwarnai sejumlah kontroversi. Timnas Iran sempat mengeluhkan pembatasan perjalanan akibat konflik negaranya dengan Amerika Serikat.

    Infantino juga mendapat kritik setelah mencabut hukuman kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Keputusan itu diambil setelah Trump mengaku memberikan rekomendasi kepada FIFA.

    "Gianni membuat satu lagi keputusan baiknya," ujar Trump.

    Di sisi lain, pemerintah Inggris meminta FIFA menyelidiki Timnas Argentina setelah para pemain berfoto sambil membawa spanduk mengenai klaim kedaulatan Kepulauan Falkland usai mengalahkan Inggris di semifinal.

    Baca juga: Messi Tak Sekadar Samai Cafu, Rekor Starter di Final Piala Dunia Jadi Pembeda

    Dalam pidatonya di PBB, Infantino menegaskan FIFA siap mendukung berbagai program terkait kesehatan mental remaja. Ia juga kembali menekankan peran sepak bola sebagai sarana pemersatu masyarakat dunia.

    Menjelang partai puncak, Infantino kembali menegaskan pesan serupa.

    "Dalam dua hari, kita akan tahu apakah Spanyol atau Argentina yang akan menjadi juara dunia," katanya.

    "Tetapi yang sudah kita ketahui, teman-teman sekalian, adalah bahwa sepak bola bukan hanya olahraga paling populer di dunia, tetapi sepak bola telah menjadi bahasa umum, bahasa universal yang digunakan semua orang karena semua orang ingin bersatu."

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS