Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Lionel Scaloni Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Argentina

    Piala Dunia 2026 - Scaloni Poles Citra Argentina usai Tuai Banyak Kontroversi - Semua Halaman - Superball

    4 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • GEBYAR BOLA
  • Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:00 WIB

    Lionel Scaloni coba poles citra Timnas Argentina di Piala Dunia 2026 usai terseret kontroversi. (JIM WATSON/AFP)

    SUPERBALL.ID - Lionel Scaloni mencoba memoles citra Timnas Argentina di Piala Dunia 2026 usai menuai banyak kontroversi karena wasit dan Lionel Messi.

    Langkah Timnas Argentina hingga semifinal Piala Dunia 2026 tak lepas dari sederet kontroversi yang membuat banyak orang bertanya-tanya.

    Apakah Piala Dunia 2026 telah diatur untuk Argentina? begitulah spekulasi liar yang bermunculan, bahkan di kalangan kontestan turnamen ini.

    Berawal dari pendapat bahwa Lionel Messi seharusnya mendapat hukuman berat karena pelanggaran yang dilakukan tapi berakhir lolos dari itu.

    Disusul sederet keputusan kontroversi wasit yang cenderung memberi keuntungan Argentina, meski akhirnya FIFA menepisnya.

    Itulah yang membuat spekulasi liar akan anggapan bahwa Piala Dunia 2026 telah diatur, citra Argentina pun ikut tercoreng karena itu.

    Di sinilah Scaloni mencoba memolesnya, lewat harapan sederhana yang ia ungkapkan bahwa Argentina bermain di Piala Dunia tak hanya untuk menang.

    Scaloni mengaku ingin meninggalkan warisan sebuah kesan bahwa Timnas Argentina adalah tim yang tidak pantang menyerah dalam meraih juara.

    "Saya ingin tim nasional ini dikenang sebagai tim yang tidak pernah menyerah. Kami, staf teknis, para pemain, kami bermain sepak bola untuk ini," kata Lionel Scaloni.

    Baca Juga: Piala Dunia 2026 - Spanyol ke Semifinal, Seret Gol Tak Membuat Lamine Yamal Kena Mental

    "Kami tidak bermain sepak bola hanya untuk kemenangan. Dan ketika Anda melihat hal-hal yang keluar dari hati kami, ini sungguh luar biasa."

    "Ketika Anda melihat seorang anak berusia 10 tahun mengatakan hal-hal itu dan berbicara dengan penuh semangat, dan semua orang meneriakkan 'Argentina', itu sangat mengharukan."

    "Seperti itulah warisan yang saya inginkan," imbuhnya.

    Beralih ke para pemain, saat ini Messi berusia 39 tahun dan tentu sudah bukan masa keemasannya lagi tetapi bagi Scaloni, ia akan tetap menjadi yang terbaik.

    Hal itu terbukti lewat torehan golnya di Piala Dunia saat ini, bersaing dengan Kylian Mbappe yang masih berusia 27 tahun, memperebutkan gelar sepatu emas.

    Itulah mengapa Scaloni meyakini bahwa Messi akan tetap berada di puncak meski usianya kini tak lagi muda seperti para pesaingnya.

    "Pada usia 39 tahun, beberapa orang mungkin berpikir dia tidak akan mampu menghadapi tantangan ini, tetapi saya sudah mengatakan sebelumnya bahwa selama dia mau, dia akan menjadi yang terbaik," kata Scaloni.

    "Saya mengatakan itu bukan karena saya melatihnya, tetapi karena saya pikir jika dia mau, dia akan terus menjadi yang terbaik."

    Baca Juga: Rahasia untuk Menghentikan Erling Haaland Jelang Duel Inggris Vs Norwegia

    "Kita yang melihatnya berlatih, kita yang melihatnya melakukan berbagai hal hari ini bahkan tidak bisa membayangkan seperti apa dia ketika berusia 23 tahun, ketika dia masih di Barcelona bersama (Pep) Guardiola."

    Sementara itu soal Swiss sebagai lawan di semifinal, Scaloni tak mau meremehkan dan memandang lawannya ini sebagai tim yang akan menyulitkan.

    Swiss punya modal besar menghadapi Argentina sebagai tim yang kuat dengan keunggulan fisik, skill dan pengalaman bermain para pemainnya.

    "Mereka memiliki sejarah panjang di Piala Dunia. Mereka memiliki pemain yang sangat berpengalaman secara fisik, mereka kuat dan akan menjadi lawan yang tangguh. Itu sudah pasti."

    "Kami sangat menghormati mereka, seperti halnya lawan-lawan lainnya. Mereka menyingkirkan Kolombia. Kolombia telah bermain bagus selama Piala Dunia ini," pungkas Scaloni.

    Komentar
    Additional JS