Piala Dunia 2026 - Fakta di Balik Gesture Viral Adik Lamine Yamal - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Minggu, 12 Juli 2026 | 06:30 WIB
Lamine Yamal menceritakan fakta soal gesture viral dari saudaranya dalam partai Piala Dunia 2026 antara Timnas Spanyol dan Timnas Belgia. (MATTIA OZBOT/AFP)
BOLASPORT.COM - Lamine Yamal menceritakan fakta soal gesture viral dari saudaranya dalam partai Piala Dunia 2026 antara Timnas Spanyol dan Timnas Belgia.
Bukan hanya bintang lapangan hijau yang mencuri perhatian pada pesta sepak bola di Amerika Serikat-Kanada-Meksiko.
Adik Lamine Yamal, Keyne, juga menyedot atensi publik karena sangat menggem aqaskan.
Bocah berusia empat tahun itu kerap memperlihatkan tingkah lucu saban datang ke stadion untuk menonton kakaknya bertanding.
Aksi terbaru Keyne terhampar saat Spanyol jumpa Belgia pada perempat final.
Layar raksasa di Stadion SoFi beberapa kali menangkap tingkah ekspresif Keyne sepanjang laga.
Puncaknya terjadi ketika wasit meniup peluit akhir.
Setelah laga berujung dengan kemenangan 2-1 bagi Spanyol, kamera menyorot Keyne yang sedang menjulurkan lidah seperti meledek.
Yamal pun tertawa gara-gara melihat tingkah sang adik lewat giant screen.
Selepas partai, Yamal membeberkan kisah di balik gesture Keyne.
"Kemarin saat saya sedang menjalani fisioterapi, dia menelepon lewat ponsel ibu saya dan bilang akan menjulurkan lidahnya," kata remaja berusia 18 tahun itu seperti dikutip BolaSport.com dari Marca.
"Makanya, begitu saya melihat di layar, saya jadi tertawa terbahak-bahak," tutur Yamal.
Berkat kemenangan atas Belgia, Spanyol melaju ke semifinal untuk menantang Prancis.
Pertemuan dengan runner-up Piala Dunia 2022 tak lantas bikin Yamal gentar.
Wonderkid Barcelona itu justru melancarkan psywar.
"Jika ada yang harus takut, itu mereka (Prancis)," ucap Yamal.
"Kami sudah menyingkirkan mereka. Kami adalah dua tim yang fantastis, menurut saya dua tim terbaik, tetapi kami tidak takut."
"Sejak Piala Dunia dimulai, semua orang telah menantikan pertandingan ini."
"Saya sangat menantikannya. Kami adalah dua tim terbaik di Piala Dunia."
"Kami tidak takut. Jika ada tim yang bisa bermain dengan penuh percaya diri saat menghadapi Prancis, kamilah timnya."
"Saya memperkirakan lawan akan bermain agresif menekan kami, namun tidak sepanjang pertandingan."
"Menurut saya, tidak akan ada tim yang mencoba melakukan penjagaan ketat di seluruh area lapangan, tetapi kita semua tahu bahwa Prancis memiliki pemain-pemain berkualitas tinggi."
"Kami akan bermain dengan gaya kami sendiri dan dengan keberanian," pungkas dia.