Pernyataan Resmi UEFA soal Penolakan Rencana Kontroversial FIFA untuk Piala Dunia - Kompas
L
KOMPAS.com - UEFA secara resmi menyatakan penolakan terhadap rencana FIFA menjual sebagian kepemilikan komersial Piala Dunia kepada investor swasta.
Sikap tersebut diumumkan setelah muncul proposal FIFA untuk membentuk perusahaan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) guna mengelola hak komersial berbagai turnamen internasional.
FFE dirancang untuk mengelola hak siar, sponsor, tiket, hingga lisensi Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya.
Baca juga: 82 Ribu Fans Argentina Teken Petisi Desak FIFA Ulang Final Piala Dunia 2026
Untuk mendanai perusahaan tersebut, FIFA berencana melepas sebagian kecil saham kepada investor eksternal dengan target memperoleh dana sebesar 4,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp75,6 triliun.
Daftar Susunan Pemain Spanyol Vs Argentina Final Piala Dunia 2026, Messi Ukir Sejarah
Perusahaan itu diperkirakan memiliki valuasi mencapai 20 miliar dollar AS atau sekitar Rp360 triliun.
Dana tambahan tersebut disebut akan digunakan untuk meningkatkan anggaran pengembangan sepak bola dunia hingga lebih dari 10 miliar dollar AS dalam empat tahun ke depan.
Selain itu, FIFA dikabarkan telah mengirim surat kepada 211 asosiasi anggota dengan menawarkan insentif pendanaan hingga 40 juta dollar AS atau sekitar Rp720 miliar bagi pihak yang mendukung program tersebut.
Baca juga: Chelsea Rekrut Bek Perancis Jebolan Piala Dunia 2026, Skuad Xabi Alonso Kian Lengkap
UEFA Tolak Kepemilikan Swasta di Piala Dunia
UEFA bersama 55 asosiasi anggotanya menyatakan penolakan secara bulat terhadap proposal tersebut.
"UEFA dan 55 asosiasi anggotanya bersatu. Kami dengan suara bulat dan tanpa ragu menolak proposal FIFA untuk mentransfer kepemilikan saham di Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya kepada investor swasta," tulis UEFA, dilansir dari Reuters, Kamis (30/7/2026).
UEFA menilai Piala Dunia memiliki nilai sejarah dan tidak layak diperlakukan sebagai aset investasi.
"Piala Dunia tidak dapat diperlakukan sebagai produk investasi. Ini adalah salah satu warisan olahraga terbesar dalam sepak bola."

Lihat Foto
Baca juga: Gol Terbaik Piala Dunia 2026: Tembakan Roket Cabral ke Gawang Argentina
"Piala Dunia telah dibangun selama beberapa generasi oleh para pemain, tim nasional, dan pendukung di setiap benua. Tidak ada bagian darinya yang boleh diserahkan kepada investor swasta. Piala Dunia tidak untuk dijual."
"Sungguh tidak bertanggung jawab dan tidak dapat dibenarkan bahwa proposal yang begitu penting bagi sepak bola ini disusun secara rahasia dan hampir disetujui tanpa konsultasi yang berarti dengan mereka yang dipercayakan untuk mengelola permainan ini."
Baca juga: FIFA Ternyata Kasih Rp 6,38 Triliun untuk Klub-klub yang Lepas Pemain ke Piala Dunia 2026
"Ini bukan hanya kegagalan kepemimpinan yang mendalam, tetapi juga pengabaian tugas FIFA sebagai penjaga sepak bola dunia."
UEFA Ancam Boikot Kompetisi FIFA
UEFA juga menilai kehadiran investor swasta akan mengubah arah pengelolaan sepak bola dunia karena keputusan penting berpotensi dipengaruhi kepentingan bisnis.
Jelang Argentina Vs Spanyol: "Surat Cinta" Messi Untuk Skuat La Albiceleste