Pau Cubarsi, si Anak Tukang Kayu dari Desa Jadi Juara Piala Dunia - detik

Jakarta -
Anak tukang kayu dari desa bisa juara Piala Dunia? Bisa, inilah buktinya, Pau Cubarsi!
Ada banyak cerita menarik dari skuad Timnas Spanyol saat menangi Piala Dunia 2026. Ada Marc Cucurella sebagai ayah dari anak autisme, Lamine Yamal sang bocah yang dulu dimandikan Messi, sampai Rodri yang bangkit dari hantaman cedera demi cedera.
Jangan lupa, ada seorang pemain muda yang turut menyentuh kisahnya. Dia adalah Pau Cubarsi.
Pau Cubarsi masih berusia 19 tahun namun diberi kepercayaan penuh jadi bek tengah Spanyol oleh pelatih Luis de la Fuente. Cubarsi berduet dengan bek senior Aymeric laporte (32 tahun). Keduanya mengawal pertahanan dengan apik, cuma kebobolan sekali!
Cubarsi tidak cuma tangguh saat bertahan, namun lihai mengalirkan bola ke depan. Rata-rata 90 persen umpan sukses dicatatkannya. Penghargaan pemain muda terbaik di Piala Dunia 2026 turut disabetnya.
Pau Cubarsi dan penghargaan pemain muda terbaik Piala Dunia 2026 (Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach)
Dilansir dari The Athletic, kisah Pau Cubarsi tidak hanya hebat di lapangan namun juga di luar lapangan. Cubarsi bisa dibilang sebagai pesepakbola sederhana di tengah panggung dunia.
Cubarsi sudah jadi skuad Barcelona sejak 2024. Seluruh titel domestik sudah dicicipinya.
Hingar bingar dunia tidak membuatnya lupa daratan. Cubarsi masih tinggal bersama kakaknya dan hidup jauh dari kata mewah.
Pau Cubarsi lahir di Estanyol, desa kecil di Girona. Orang tuanya adalah tukang kayu.
Cubarsi memberi seluruh gajinya untuk orang tuanya, serta mau membantu usaha orang tuanya itu. Ketika punya uang untuk membeli mobil pertama, dirinya memilih membelikan mobil baru untuk orang tuanya dan dirinya cukup memakai mobil keluarga.
Cubarsi menyelesaikan sekolahnya dengan baik. Meski harus belajar dari pukul tiga sore sampai delapan malam, Cubarsi tidak telat untuk mengumpulkan tugas. Asyiknya, teman-temannya turut memberikan bantuan ketika Cubarsi tidak bisa masuk kelas akibat laga-laga tandang.
Bahkan ketika sedang liburan, Cubarsi lebih memilih balik ke desanya dan membantu orang tuanya. Para tetangga melihatnya sebagai Cubarsi yang mereka kenal bukan Cubarsi sang pesepakbola.
"Ketika saya balik ke desa satu-satunya tujuan saya adalah untuk berkumpul dengan keluarga dan teman-teman terdekat saya. Rasanya senang dan tenang, sama seperti perasaan ketika saya bermain di lapangan," ungkapnya.
Karier Cubarsi masih panjang. Para pemain Barca pun menilai Cubarsi sebagai sosok yang humble dan tidak neko-neko.
Dirinya cuma mau bermain bola ketika sedang bekerja, lalu pulang ke desa saat hari libur tiba.
Tonton juga Video: Meriahnya Parade Perayaan Juara Dunia Timnas Spanyol
(aff/krs)