IOC Tolak Selidiki Presiden FIFA Gianni Infantino Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas Politik - Kompas
KOMPAS.com - Komite Olimpiade Internasional atau IOC menyatakan bahwa pihaknya tidak akan menggelar penyelidikan terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Keputusan penolakan ini didasari oleh alasan bahwa materi pengaduan yang diarahkan kepada pimpinan otoritas sepak bola dunia tersebut dianggap tidak masuk dalam lingkup kewenangan mereka.
Sebelumnya, sebuah kelompok advokasi hak asasi manusia bernama FairSquare telah mengajukan laporan resmi kepada IOC.
Mereka menuduh Infantino telah mencederai prinsip netralitas politik yang dianut organisasi melalui tindakan atau pernyataan yang secara terang-terangan menunjukkan dukungan kepada Presiden Amerika Serikat (AS).
Spanyol Hapus Sosok Trump dari Foto Selebrasi Juara Piala Dunia 2026
Sebagai sosok yang telah diangkat menjadi anggota IOC sejak tahun 2020, Infantino sejatinya terikat pada aturan ketat.
Baca juga: FIFA Ternyata Kasih Rp 6,38 Triliun untuk Klub-klub yang Lepas Pemain ke Piala Dunia 2026
Pasal dua dari piagam Olimpiade mengatur secara jelas batasan tersebut.
"Anggota IOC tidak akan menerima dari pemerintah, organisasi, atau pihak lain, mandat atau instruksi apa pun yang dapat mengganggu kebebasan bertindak dan memberikan suara mereka," bunyi pernyataan pasa dua Olympic Charter dikutip dari BBC Sport, Sabtu (25/7/2026).
Intervensi Donald Trump
Dugaan pelanggaran netralitas ini mencuat dan menyita perhatian publik selama pergelaran turnamen Piala Dunia 2026.
Baca juga: Piala Dunia 2026: Gedung Putih Bela Argentina Soal Spanduk Las Malvinas
Kala itu, Donald Trump secara terbuka mengakui bahwa ia telah menelepon Gianni Infantino secara langsung.
Komunikasi tersebut bertujuan untuk meminta peninjauan ulang atas sanksi kartu merah yang dijatuhkan kepada ujung tombak andalan AS, Folarin Balogun.

Lihat Foto
Sesuai regulasi, sang penyerang seharusnya dilarang tampil pada laga krusial babak 16 besar melawan Belgia akibat ganjaran kartu merah yang diterimanya saat AS memetik kemenangan 2-0 atas Bosnia-Herzegovina di fase grup.
Baca juga: Persib Resmi Terbebas dari Sanksi FIFA Larangan Registrasi Pemain
Anehnya, usai adanya intervensi dari Trump, sanksi larangan satu pertandingan otomatis itu mendadak ditangguhkan hingga 12 bulan ke depan.
Pihak penyelenggara tidak memberikan alasan detail apa pun mengenai pembatalan tersebut, dan hanya merujuk pada klausul aturan yang melegalkan penangguhan hukuman.
Alhasil, Balogun bisa bermain sejak menit awal, meski pada akhirnya laga tersebut dimenangkan oleh Belgia dengan skor telak 4-1.
Baca juga: Gedung Putih Bela Aksi Timnas Argentina Bentangkan Spanduk Las Malvinas
Tanggapan Komisi Etik dan Reaksi Norwegia
Terkait desakan penyelidikan dari FairSquare, komisi etik memberikan pembelaan bahwa masalah ini bukanlah wewenang mereka.
Dulu Kata-katai Spanyol, Kini Trump Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026