Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Australia Timnas Mesir

    Australia vs Mesir: Socceroos Pertaruhkan Harga Diri Asia - Jawa Pos

    12 min read

     

    JAGA MARWAH: Dua punggawa Timnas Australia Jackson Irvine dan Harry Souttar siap menjaga wajah Asia saat menghadapi wakil Afrika, Mesir di babak 32 besar Piala Dunia 2026, Sabtu (4/7) dini hari WIB.

    DALLAS, Sumutpos.jawapos.comAustralia memikul beban yang jauh lebih besar daripada sekadar mengejar tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Saat menghadapi Mesir pada babak 32 besar di AT&T Stadium, Arlington, Dallas, Sabtu(4/1) pukul 01.00 WIB, Socceroos akan bertarung membawa harga diri sepak bola Asia.

    Australia kini menjadi satu-satunya wakil Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang masih bertahan di turnamen setelah Jepang tersingkir di tangan Brasil pada fase 32 besar. Sebelumnya, tujuh wakil Asia lainnya lebih dulu berguguran sejak fase grup.

    Situasi itu membuat setiap langkah Australia kini menjadi representasi harapan Asia di panggung sepak bola dunia.

    Meski di atas kertas Mesir diperkuat deretan pemain berkelas seperti Mohamed Salah dan Omar Marmoush, Australia tetap datang dengan rasa percaya diri tinggi. Tim asuhan Tony Popovic yakin kerja kolektif dan disiplin taktik mampu menjadi pembeda.

    Australia mengawali Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Turki sebelum takluk 0-2 dari tuan rumah Amerika Serikat. Hasil imbang tanpa gol melawan Paraguay pada laga terakhir memastikan mereka lolos sebagai runner-up Grup D dengan koleksi empat poin.

    Kini, Popovic ingin anak asuhnya melangkah lebih jauh dan mencatat sejarah baru.

    "Sekarang kami akan pergi ke Dallas dan mencoba melakukan sesuatu yang istimewa," ujar Popovic seperti dikutip AFP.

    Pelatih berusia 52 tahun itu memanfaatkan jeda sepekan untuk memulihkan kondisi fisik para pemain agar tampil maksimal di laga hidup-mati tersebut.

    "Kami memiliki rencana yang baik agar seluruh pemain berada dalam kondisi terbaik dan mampu menampilkan performa yang memberi kami kesempatan melaju lebih jauh," katanya.

    Bidik Kemenangan Pertama di Fase Gugur

    Australia memang bukan pendatang baru di babak knockout. Mereka pernah mencapai fase 16 besar pada edisi 2006 dan 2022.

    Namun, dalam dua kesempatan tersebut, langkah Socceroos selalu terhenti. Pada Piala Dunia 2022, mereka harus mengakui keunggulan Argentina.

    Karena itu, gelandang senior Jackson Irvine menilai laga melawan Mesir menjadi peluang emas untuk menorehkan sejarah baru.

    "Finis sebagai runner-up grup adalah sesuatu yang patut kami banggakan. Sekarang kami ingin menjadi tim Australia pertama yang memenangkan pertandingan fase gugur di Piala Dunia," ujar Irvine kepada FIFA.

    Mesir Datang Tanpa Rasa Takut

    Di sisi lain, Mesir juga membawa ambisi besar. Tim berjuluk The Pharaohs itu ingin melampaui pencapaian terbaik mereka setelah penantian panjang sejak era 1934.

    Mesir lolos ke babak 32 besar tanpa sekalipun menelan kekalahan. Mereka mengawali turnamen dengan bermain imbang 1-1 melawan Belgia, kemudian mengalahkan Selandia Baru 3-1, sebelum kembali bermain imbang 1-1 menghadapi Iran.

    Hasil tersebut membawa mereka finis sebagai runner-up Grup G.

    Pelatih Hossam Hassan memastikan anak asuhnya tidak gentar menghadapi Australia.

    "Kami mampu memainkan gaya sepak bola kami sendiri, mampu beradaptasi, dan menghormati setiap lawan. Kami tidak akan takut kepada siapa pun," tegas Hassan melalui laman resmi FIFA.

    Gelandang Mahmoud Saber menilai keberhasilan lolos tanpa kekalahan menjadi modal berharga. Namun, ia menegaskan Mesir tetap akan mempelajari permainan Australia secara detail.

    "Kami akan mempelajari Australia dengan saksama dan berusaha mempersiapkan pertandingan sebaik mungkin," ujarnya.

    Salah Berpacu dengan Waktu

    Mesir masih menunggu perkembangan kondisi sejumlah pemain yang mengalami cedera, termasuk bintang utama Mohamed Salah.

    Selain Salah, Hamdy Fathy, Hossam Abdelmaguid, Mohamed Abdelmonem, dan Ahmed El Fotouh juga masih dalam pemantauan tim medis.

    Meski demikian, laporan Sports Mole menyebut peluang Salah tampil masih terbuka.

    Namun, Mesir dipastikan kehilangan gelandang Mohanad Lasheen yang harus menjalani skorsing akibat akumulasi kartu kuning.

    Sementara Australia hanya kehilangan Jacob Italiano dan Mathew Leckie karena cedera, sehingga Popovic diperkirakan kembali menurunkan komposisi starter yang sama saat menghadapi Paraguay.

    Duel Kedua Setelah 16 Tahun

    Pertandingan di Dallas menjadi pertemuan kedua Australia dan Mesir sepanjang sejarah.

    Satu-satunya duel sebelumnya terjadi dalam laga persahabatan pada November 2010, ketika Mesir menang meyakinkan dengan skor 3-0.

    Kini, 16 tahun berselang, panggung yang jauh lebih besar menanti kedua negara. Hadiahnya bukan sekadar tiket ke babak 16 besar, tetapi juga kesempatan menghadapi pemenang laga Argentina kontra Tanjung Verde.

    Bagi Australia, kemenangan akan menjadi sejarah baru sekaligus menjaga asa Asia tetap hidup di Piala Dunia 2026. Sementara bagi Mesir, laga ini menjadi kesempatan membuktikan bahwa mereka layak diperhitungkan sebagai kekuatan baru dari Afrika dalam perburuan trofi paling bergengsi di dunia.(jpg/han)

    Prakiraan Pemain

    Australia (3-4-3): Beach; Circati, Souttar, Herrington; Bos, O'Neill, Irvine, Behich; Volpato, Irankunda, Metcalfe

    Mesir (4-2-3-1): Shobeir; Hany, Ibrahim, Rabia, Hafez; Ateya, Saber; Ziko, Salah, Ashour; Marmoush

    Komentar
    Additional JS