Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026, Socceroos Bawa Asa Terakhir Asia ke 16 Besar - Pikiran Rakyat Koran

KORAN - PIKIRAN RAKYAT - Australia memikul beban sekaligus harapan besar saat menghadapi Mesir pada babak 32 Besar Piala Dunia 2026. Bukan sekadar memperebutkan tiket ke 16 Besar, Socceroos kini menjadi satu-satunya wakil Asia (AFC) yang masih bertahan di turnamen setelah langkah Jepang dihentikan Brasil.
Duel Mesir kontra Australia dijadwalkan berlangsung di Stadion Dallas, Arlington, Amerika Serikat, Sabtu 4 Juli 2026, pukul 1.00. Pertandingan ini diprediksi berlangsung menarik karena kedua tim punya modal kepercayaan diri tinggi setelah tampil solid sepanjang fase grup.
Bagi Australia, laga nanti memiliki makna lebih besar. Mereka bukan hanya berjuang untuk negaranya sendiri, tetapi juga membawa asa sepak bola Asia untuk terus berbicara di panggung dunia. Setelah Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, dan wakil Asia lainnya tersingkir, seluruh perhatian kini tertuju kepada Socceroos.
Australia menunjukkan perkembangan konsisten sepanjang turnamen. Permainan disiplin, agresif, dan penuh determinasi menjadi identitas tim asuhan Graham Arnold. Mereka berhasil lolos dari fase grup melalui perjuangan keras. Setelah mengalahkan Turki 2-0, Australia sempat berada di ujung tanduk akibat kekalahan 0-2 dari tuan rumah Amerika Serikat. Namun, hasil imbang tanpa gol dengan Paraguay membawa Australia lolos sebagai runner-up Grup D.
Meskipun tantangan berat menanti, semangat juang Socceroos membuat mereka layak diperhitungkan. Lini pertahanan Australia menjadi salah satu kekuatan utama. Organisasi permainan yang rapi membuat mereka sulit ditembus lawan. Di sisi lain, transisi cepat dari bertahan ke menyerang menjadi senjata berbahaya yang bisa menyulitkan Mesir. Nama-nama seperti Mathew Ryan, Jackson Irvine, hingga Craig Goodwin diharapkan mampu menjadi motor permainan tim. Ketangguhan mental juga akan sangat dibutuhkan, terutama saat menghadapi tekanan besar di fase gugur.
Salah diragukan
Sementara itu, Mesir melangkah ke babak knockout dengan kepercayaan diri tinggi. The Pharaohs tampil impresif dan menunjukkan mentalitas kuat, terutama setelah bangkit dalam laga-laga penting fase grup. Setelah menahan Belgia yang unggulan Grup G, Mesir menghantam Selandia Baru 3-1 sebelum memastikan posisi runner-up berkat hasil imbang dengan Iran di laga pamungkas.
Kehadiran Mohamed Salah menjadi ancaman terbesar bagi Australia. Kapten Mesir itu tetap menjadi pusat permainan tim dengan kualitas individu, visi bermain, dan penyelesaian akhir yang bisa mengubah jalannya laga kapan saja. Namun, menjelang laga melawan Australia, Mesir sedang berharap-harap cemas dengan kebugaran Salah. Penyerang Liverpool ini sedang berpacu dengan waktu agar dapat bermain di laga penting lawan Australia.
Menurut pernyataan dari Asosiasi Sepak Bola Mesir (EFA), Salah bersama Mohamed Abdel-Moneim dan Ahmed Fotouh, menjalani pemulihan sementara rekan-rekan setimnya berlatih di Spokane, Washington.
“Mohamed Salah merasakan sedikit ketegangan di hamstring-nya. Begitu dia merasakan sakit yang dialaminya, dia berhenti dan meminta untuk diganti karena dia tidak akan bisa melanjutkan pertandingan," kata Direktur Timnas Mesir, Ibrahim Hassan.
Pelatih Mesir, Hossam Hassan menyatakan, setelah laga menghadapi Iran, dia telah berbicara dengan Salah terkait cedera yang dialami. "Dia meyakinkan saya bahwa dia akan baik-baik saja, bahwa itu bukan cedera serius," kata dia.***




