2 Atlet Indonesia Pecahkan Rekor Dunia dan Asia, Tim Para Atletik Borong 16 Medali di Meksiko - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Selasa, 28 Juli 2026 | 09:29 WIB
BOLASPORT.COM - Tim para atletik Indonesia sukses memborong 16 medali saat mengikuti ajang World Para Athletics Grand Prix 2026 di Tlaxcala, Meksiko, pada 21-24 Juli 2026.
Sebanyak 16 medali yang dibawa pulang meliputi 15 medali emas dan satu medali perak yang menempatkan Indonesia di posisi runner up klasemen akhir medali pada ajang tersebut.
Indonesia hanya kalah dari tuan rumah Meksiko yang menerjunkan ratusan atletnya, dengan raihan total 99 medali emas, 101 medali perak dan 81 medali perunggu.
Dua atlet Indonesia asal Bali dan Kediri berhasil memecahkan rekor dunia dan Asia.
Mereka adalah I Kadek Dwi Purwana Yasa yang memecahkan rekor dunia pada nomor lempar cakram F57 dan Nanda Mei Sholihah memecahkan rekor Asia dalam lari nomor 100 meter T47.
Nanda Mei Sholihah tampil apik dalam kejuaraan level dua kalender World Para Athletics ini. Atlet yang turun di klasifikasi T47 ini menyumbangkan dua emas dari nomor individu dan satu emas dari nomor relay.
Tak ketinggalan ada Karisma Evi Tiarani dan Taufik Abdul Karim yang sama-sama berhasil mendapatkan dua medali emas dari nomor individu.
Sementara deretan medali emas lainnya disumbangkan oleh Ni Made Arianti Putri, Saptoyogo Purnomo, Jaenal Aripin, Alfin Nomleni, Partin, Fauzi Purwolaksono, I Kadek Dwi Purwana Yasa dan Suparni Yati. Satu medali perak yang diraih Indonesia disumbangkan oleh Jaenal Aripin.
Pelatih para atletik Indonesia, Setyo Budi Hartanto, mengapresiasi performa para atlet dalam kejuaraan yang diikuti atlet dari 26 negara ini. Hasil dari pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang sudah terlihat.
"Hasilnya sangat memuaskan. Ada yang memecahkan rekor dunia atas nama Kadek Dwi di nomor lempar cakram F57 dan memecahkan rekor Asia atas nama Nanda Sholihah di nomor 100 meter T47," kata Setyo Budi Hartanto, Senin (27/7/2026).
Performa para atlet dalam kejuaraan di Meksiko ini memiliki arti ganda. Saptoyogo Purnomo dkk. bisa mengumpulkan poin agar lolos ke Paralimpiade Los Angeles 2028, sekaligus ajang pemanasan terakhir sebelum berangkat ke Nagoya, Jepang untuk mengikuti Asian Para Games 2026.
"Timing-nya tepat sekali. Kita masih memiliki waktu tiga bulan menuju Asian Para Games. Kita akan kembangkan lagi agar performa para atlet mencapai puncaknya di Nagoya nanti," tutur Setyo Budi.
Baca Juga: Agustiar Sabran Resmi Pimpin PB Percasi 2026–2030, Dorong Pembinaan Catur di Sekolah
Tertolong Bekal Makanan
Sementara itu, I Kadek Dwi Purwana Yasa, mengaku tak menyangka bisa memecahkan rekor dunia saat tampil di nomor lempar cakram klasifikasi F57.
Lemparan sejauh 48,68 meter berhasil melampaui rekor sebelumnya yang dipegang atlet asal Brasil, Thiago Paulino dos Santos dengan catatan lemparan sejauh 48,55 meter.
"Sebenarnya tidak menyangka bisa pecah rekor. Saya hanya berusaha lempar sebisanya, tetapi ternyata dari lemparan sebisanya itu malah pecah rekor di sini. Tentunya saya senang dan masih engga expect," tutur Kadek.
Ada dua kendala yang dirasakan Kadek sebelum perlombaan. Pertama, Ia merasakan perjalanan yang sangat lama dari Indonesia menuju Meksiko. Kedua, makanan yang ada di Meksiko ternyata kurang cocok di lidahnya.
"Kendala yang pertama solusinya istirahat yang banyak. Untuk yang kedua, kita membawa bekal makanan dari Indonesia. Jadi, dua kendala itu bisa kita atasi," jelas Kadek.
Persiapan Jangka Panjang
Senada dengan Kadek, Nanda Mei Sholihah yang berhasil memecahkan rekor Asia di nomor 100 meter klasifikasi T45/46/47 juga berbicara tentang lamanya waktu perjalanan menuju Meksiko.
Nanda bersyukur karena program persiapan yang dijalaninya cukup panjang. Nanda pun bisa lebih siap menghadapi tantangan menuju pertandingan maupun saat pertandingan.
"Sebenarnya yang menjadi lawan terberat justru diri sendiri karena melawan rasa takut. Tetapi dengan persiapan yang cukup matang, Alhamdulillah berjalan sesuai harapan," kata Nanda.
Keberhasilan memecahkan rekor Asia di nomor 100 meter dan memecahkan rekor pribadi saat turun di nomor 200 meter membuat Nanda lebih bersemangat menuju Asian Para Games 2026.
"Target selanjutnya di Asian Para Games 2026. Saya mengikuti tiga nomor, di 100 meter, 200 meter dan relay."
"Harapan saya, lebih semangat lagi, bisa mencapai target pribadi, bahkan mimpinya bisa memecahkan rekor-rekor yang sudah ada," ucap Nanda.