Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Featured Meksiko Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Warga Malang Rela Perpanjang Masa Kerja di Meksiko demi Nonton Piala Dunia 2026, Jersey Timnas Jadi Perhatian - Kompas

    7 min read

     


    KOMPAS.com - Menonton langsung Piala Dunia dari tribune stadion sering dianggap sebagai impian yang sulit diwujudkan.

    Selain harga tiket pertandingan yang tidak murah, para penggemar juga harus menyiapkan biaya transportasi, penginapan, hingga perjalanan yang nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

    Kesempatan langka itu berhasil dirasakan Elfi Novita Anggraini, perempuan asal Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang kini bekerja di Meksiko.

    Dengan sengaja, ia memperpanjang masa kerjanya agar tidak melewatkan kesempatan menyaksikan langsung atmosfer turnamen sepak bola terbesar di dunia.

    Pengakuan Abdul Latif, Karyawan Padel yang Disekap Usai Dituduh Mencuri Raket

    Baca juga: Saat Disabilitas Netra Ikut Menikmati Keseruan Piala Dunia 2026...

    Dari Tak Suka Bola hingga di Tribun Piala Dunia

    Menariknya, ia mengaku bukan pencinta sepak bola. Selama tinggal di Meksiko, ia memang pernah beberapa kali diajak menonton pertandingan secara langsung.

    Namun, ketika mengetahui Negeri Sombrero menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, ia mulai menyusun rencana besar.

    "Berhubung saya bekerja di sini, jadi saya memperpanjang waktu untuk bekerja lebih lama di sini sampai akhirnya bisa nonton langsung Piala Dunia," katanya kepada Kompas.com, Minggu (28/6/2026).

    Perencanaan selama dua tahun itu akhirnya terbayar saat ia berhasil menyaksikan pertandingan babak penyisihan Grup A antara Timnas Afrika Selatan vs Korea Selatan di Estadio Monterrey, Rabu (24/6/2026) lalu.

    "Pastinya sangat senang, bersyukur sekali bisa ikut merasakan atmosfer di dalam stadion. Apalagi di turnamen nomor satu sepak bola dunia," ujar perempuan yang biasa disapa Elfi itu.

    Walaupun perjalanan menuju momen tersebut tidak berjalan mulus.

    Sebelumnya, ia sempat mencoba menyaksikan laga Timnas Meksiko vs Korea Selatan di Estadio Akron, Guadalajara.

    Sayangnya, ia terlambat tiba sehingga gagal masuk stadion.

    "Sampai stadion, pertandingan sudah menit ke-50, sedangkan tempat parkir sudah ditutup, cari di pinggir jalan bayarnya 300.000 dan akhirnya saya pulang karena percuma enggak ada waktu buat masuk," imbuhnya.

    Baca juga: Bersatu Dukung Ronaldo, Keseruan Bonek Nobar Piala Dunia di Rumah Ketua DPRD Surabaya

    Ia pun sempat kecewa, tetapi kegagalan tersebut tidak membuatnya menyerah.

    Ia tetap berusaha memanfaatkan kesempatan berikutnya hingga akhirnya benar-benar bisa menyaksikan Piala Dunia 2026 dari dalam stadion.

    "Alhamdulillah bisa di titik ini juga, bukan hal yang mudah. Sebisa mungkin saya harus nonton, kesempatan kan tidak datang dua kali dan kebetulan tempatnya tidak jauh dari tempat tinggal saya. jadi saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini," ujarnya lagi.

    Suasana laga babak penyisihan Grup A antara Afrika Selatan melawan Korea Selatan yang berakhir 1-0 di Estadio Monterrey, Rabu (24/6/2026) lalu.

    Lihat Foto

    Jersey Timnas Indonesia Jadi Pusat Perhatian

    Ada pemandangan menarik ketika ia dan temannya hadir di stadion.

    Alih-alih mengenakan jersey Timnas Korea Selatan yang menjadi tim favoritnya pada laga tersebut, ia justru memakai jersey timnas Indonesia.

    "Karena belum sempat membeli jersey dari tim yang saya lihat, Korea Selatan. Bukannya tidak bisa beli, tapi lebih kurang suka sama desainnya. Jadi, saya memakai jersey timnas Indonesia," kata Elfi Novita.

    Baginya, jersey tersebut menjadi cara sederhana untuk menunjukkan identitasnya di tengah pesta sepak bola dunia.

    "Salah satunya untuk menunjukkan bahwa saya dari Indonesia yang ikut meramaikan ajang sepak bola dunia ini," tuturnya.

    Selain itu jersey yang dikenakan ternyata mengundang perhatian banyak penonton.

    Bahkan, beberapa di antaranya langsung menyapanya menggunakan bahasa Indonesia.

    "Karena mereka tahu jika saya berasal dari indonesia. Itu membuat saya bangga terhadap Indonesia karena banyak yang mengetahuinya," ucap perempuan berusia 23 tahun itu.

    Baca juga: Demam Piala Dunia Dongkrak Penjualan Jersei di Pontianak hingga 5 Kali Lipat

    Pusat Perayaan Sepak Bola

    Selama Piala Dunia 2026 berlangsung, ia merasakan perubahan besar terjadi di berbagai kota di Meksiko.

    Atmosfer sepak bola terasa di mana-mana, mulai dari stadion, ruang publik, hingga kawasan tempat tinggalnya.

    "Warga meksiko kalau lagi ada acara antusiasnya luar biasa, apalagi Piala Dunia 2026 event sebesar ini. Selama Piala Dunia ini berlangsung ada acara namanya Fanfest, semacam nobar gitu, untuk masuknya gratis hanya beli makanan saja di dalam," tuturnya.

    Seperti di dekat tempat tinggalnya, area bekas pabrik yang luas disulap menjadi lokasi Fanfest untuk menampung ribuan penonton.

    "Jadi, kalau ada acara tahunan, peringatan atau apa pun itu pasti diselenggarakan disitu. Di sini banyak juga yang gratis, kecuali event tahunan yang besar banget," kata Elfi Novita.

    "Jadi, Fanfest ini selesai kalau piala dunianya juga selesai. Warga Meksiko itu sangat menghargai dan membanggakan negaranya. Apalagi waktu Timnas Meksiko yang bertanding, maka acara tersebut akan dihadiri lebih banyak orang dari hari biasa," tuturnya.

    Tidak hanya area nobar, berbagai destinasi wisata dan ruang publik juga dipenuhi wisatawan lokal maupun mancanegara.

    "Untuk tempat-tempat lain ya di sini jadi sangat ramai, tempat-tempat yang banyak dikunjungi oleh orang-orang lokal pun juga ramai dikunjungi orang asing," ujar perempuan alumnus SMK Turen Malang itu.

    Bahkan, antusiasme Piala Dunia terasa hingga lingkungan kerja. Saat Timnas Meksiko berlaga, aktivitas perusahaan ikut menyesuaikan.

    "Shift 1 normal, shift 3 di liburkan, dan shift 2 saat pertandingan mulai maka pekerjaan dihentikan dan disediakan layar untuk nobar," tuturnya.

    Seperti diketahui Elfi Novita bekerja di Meksiko melalui program kerja sama perusahaan multinasional yang memiliki cabang di enam negara, termasuk Indonesia dan Meksiko.

    Ia pertama kali berangkat pada Agustus 2023 untuk menjalani masa percobaan selama enam bulan.

    Setelah kembali ke Indonesia, ia kembali dikirim ke Meksiko pada Mei 2024 dan bertahan hingga sekarang.

    Selama tinggal di sana, ia mengaku proses adaptasi berjalan cukup baik.

    Tantangan terbesar justru berasal dari makanan dan perubahan cuaca yang cukup ekstrem.

    "Cuacanya yang sangat panas, tetapi akhir tahun musim dingin. Untuk orang-orangnya juga sangat ramah, apalagi di area kerja," ucapnya.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS