0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Jepang

    Wanita Jepang Kecam Aksi Fans Bola Bersihkan Stadion Piala Dunia, Ini Alasannya - Wolipop

    3 min read

     

    Wanita Jepang Kecam Aksi Fans Bola Bersihkan Stadion Piala Dunia, Ini Alasannya

    Foto: Twitter

    Rahmi Anjani - Wolipop

    Jumat, 19 Jun 2026 18:30 WIB

    Jakarta -

    Jepang dikenal dengan budaya ketertiban dan kebersihannya. Dalam berbagai pertandingan olahraga, fans dari Negeri Sakura sering kali terlihat ikut membersihkan stadion dengan mengambil sampah di sekitar mereka. Menuai banyak pujian netizen dunia namun aksi itu dianggap 'double standard' oleh para wanita dari negara mereka.

    Pria Jepang dituduh menerapkan standar ganda dalam hal pekerjaan rumah tangga setelah penggemar bola pria terlihat membersihkan stadion seusai pertandingan Piala Dunia beberapa waktu lalu. Sebuah unggahan yang viral mengejek aksi itu dengan sebuah pesan menohok berbunyi 'silakan lakukan di rumah', terinspirasi poster etika di Tokyo Metro.

    Dalam postingan, seorang penggemar sepak bola digambarkan sedang bersantai di sofa sementara seorang wanita mencuci piring. Di sebelahnya, pria yang sama tampak membersihkan stadion. Unggahan itu pun mendesak agar para pria mengerjakan tugas bersih-bersih di rumah terlebih dahulu sebelum melakukannya di tempat lain.

    Di kolom komentar, banyak wanita setuju bahwa kebanyakan pria di Jepang tidak banyak berkontribusi dalam tugas rumah tangga. Tapi mereka sering membersihkan setelah pertandingan di dalam dan luar negeri. Ada juga yang menyebut jika sampah masih sering terlihat di jalanan setelah acara besar untuk menunjukkan bahwa mereka tidak selalu serapi itu.

    "Semua orang ingin menyelamatkan dunia, tetapi tidak ada yang mau membantu ibu mencuci piring," komentar seorang pengguna X, merujuk pada kutipan dari penulis Amerika PJ O'Rourke.

    "Mungkin ada seorang pria di antara orang-orang yang memungut sampah ini, yang memiliki anak kecil di rumah dan meninggalkan istrinya untuk mengasuh anak-anaknya demi menonton Piala Dunia," tulis netizen lain.

    Menurut Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) tentang pembagian kerja rumah tangga, pria Jepang menghabiskan waktu paling sedikit untuk pekerjaan perawatan tanpa bayaran di antara negara-negara maju.

    Adapun studi pemerintah Jepang pada 2021 yang menempatkan pekerjaan tanpa bayaran (tugas rumah tangga atau keluarga) yang dilakukan pria di sana hanya 51 menit sehari, dibandingkan dengan tiga jam dan 24 menit untuk wanita setiap harinya.

    Meski banyak yang setuju, perdebatan tentang pembagian pekerjaan rumah tangga ini juga menimbulkan kontra. Beberapa yang berpendapat kegiatan bersih-bersih stadion yang menjadi ciri khas penggemar Jepang harus didorong, bukan dikritik.

    "Di mana rasa malunya?" "Itu jauh lebih baik daripada laporan yang mengatakan 'orang Jepang membuang sampah sembarangan di luar negeri.'"

    Kegiatan bersih-bersih seperti fans Jepang tampaknya memang mulai memengaruhi orang-orang dari negara lain. Sebuah video media sosial baru-baru ini menunjukkan penonton bola Portugal melakukan hal serupa dengan mengumpulkan sampah dari tribun menggunakan kantong plastik besar. Netizen enganggap Jepang sebagai pelopor tren ini.

    (ami/ami)

    Komentar
    Additional JS