Sepak Bola Italia Berduka, Satu-satunya Raja Gol 3 Divisi Meninggal Dunia - Semua Halaman - Bolasport
Sepak Bola Italia Berduka, Satu-satunya Raja Gol 3 Divisi Meninggal Dunia - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Jumat, 19 Juni 2026 | 15:06 WIB
BOLASPORT.COM - Sepak bola Italia berduka pada Jumat (19/6/2026) seturut berpulangnya satu-satunya pemain yang pernah menjadi raja gol di 3 divisi.
Serie A alias Divisi Utama Liga Italia pada musim 1995-1996 memunculkan pencetak gol terbanyak yang tidak disangka-sangka.
Striker Bari, Igor Protti, berdiri sejajar dengan bomber Lazio, Giuseppe Signori, di puncak daftar capocannonieri.
Protti mencetak 24 gol di Serie A 1995-1996 kendati klubnya terdegradasi.
Bari ketika itu menyelesaikan kompetisi di peringkat 15 klasemen.
Protti tidak harus bermain di Serie B pada musim berikutnya karena Lazio langsung merekrutnya.
Namun, striker kelahiran 24 September 1967 itu tidak sukses di Lazio kendati mendapatkan trofi Supercoppa Italiana pada 1998.
Bersama Lazio, dia hanya bermain 29 kali di liga dengan mencetak 7 gol.
Karier Protti seperti mundur ke belakang saat dia bergabung dengan klub kecil, Livorno, pada 1999.
Baca Juga: RESMI - Ruben Amorim Gabung AC Milan, Selamat Datang Sepak Bola Modern
Akan tetapi, justru bersama klub tersebut nama Igor Protti berkibar.
Sampai 2005, dia bermain 192 kali di liga dan mencetak 108 gol.
Berkat bermain bersama Livorno, Protti tercatat sebagai satu-satunya pemain di Liga Italia yang pernah menjadi top scorer di Serie A, Serie B, dan Serie C1.
Dia menjadi capocannoniere Serie B 2002-2003 dengan 23 gol serta raja gol Serie C1 2000-2001 (20 gol) dan 2001-2002 (27 gol).
Setelah Protti pensiun, Livorno sempat memensiunkan nomor punggung 10 tetapi sang penyerang sendiri yang meminta agar nomor tersebut tidak dipensiunkan.
Antara 2016 hingga 2022, Protti masih bekerja bersama Livorno sebagai manajer klub dan manajer umum.
Sekarang Igor Protti sudah tiada.
Pada Jumat (19/6/2026), dia berpulang setelah memerangi kanker usus besar yang telah menyebar ke tulang punggungnya.
Lewat keluarganya, Protti menyampaikan pesan terakhir yang menyentuh.
"Seperti setiap pertandingan, perjalanan yang sangat indah ini telah mencapai peluit terakhir."
"Sulit menemukan kata-kata untuk menjelaskan ini."
"Yang bisa saya lakukan hanya berterima kasih kepada keluarga yang saya sayangi."
"Semua orang yang mencintai saya dan selalu berada di sisi saya."
"Semua fans dari tim-tim yang pernah saya perkuat, untuk rasa cinta yang selalu mereka tunjukkan."
Livorno merespons kepergian Protti dengan kata-kata yang juga emosional.
"Kami tidak bisa berkata-kata. Mungkin tidak ada kata yang tepat untuk momen ini. Protti selamanya