Virgil van Dijk Kritik Jeda Minum di Piala Dunia 2026, Ini Alasannya - Kompas
Virgil van Dijk Kritik Jeda Minum di Piala Dunia 2026, Ini Alasannya
KOMPAS.com - Kapten timnas Belanda, Virgil van Dijk, melontarkan kritik terhadap kebijakan FIFA yang mewajibkan adanya jeda minum (hydration break) dalam setiap pertandingan Piala Dunia 2026.
Menurut Van Dijk, kebijakan tersebut tidak selalu diperlukan, terutama pada pertandingan yang dimainkan di stadion tertutup dengan suhu yang telah diatur secara khusus.
Komentar itu disampaikan sehari setelah Belanda bermain imbang 2-2 melawan Jepang pada laga pembuka Grup F, Minggu (15/6/2026).
Baca juga: Belanda Ditahan Imbang Jepang 2-2, Virgil Van Dijk Kritik Aturan Jeda Minum
Dikutip dari Field Level Media, bek Liverpool tersebut mengaku memahami pentingnya menjaga kondisi fisik pemain saat cuaca panas.
BGN Coret 8 Juta Penerima Makan Gratis, Siswa SMA Favorit Batal Dapat
Namun, ia menilai penerapan jeda minum seharusnya disesuaikan dengan kondisi setiap pertandingan.
"Jeda minum itu menarik," kata Van Dijk.
"Setiap kali pertandingan berhenti dan beralih ke iklan komersial, itu bukan sesuatu yang saya sukai. Saya rasa bagi penonton netral yang menyaksikan lewat televisi juga tidak terlalu menarik," ujarnya.
Baca juga: Kata-kata Paulo Fonseca Usai Milan Hancurkan Sassuolo 6-1
Pernyataan Van Dijk menambah perdebatan mengenai kebijakan FIFA yang mewajibkan jeda minum di seluruh pertandingan Piala Dunia 2026.
Sejumlah pihak sebelumnya juga mempertanyakan alasan pemberlakuan aturan tersebut pada laga yang berlangsung di stadion beratap atau berpendingin udara, di mana suhu lapangan relatif stabil dan tidak terlalu membebani pemain.
Selain itu, muncul anggapan bahwa jeda minum memberi ruang tambahan bagi stasiun televisi untuk menayangkan iklan selama pertandingan berlangsung.
Baca juga: AS Tolak Masuk Wasit Terbaik Afrika untuk Piala Dunia 2026, FIFA Tak Berkutik?
Meski demikian, Van Dijk tidak sepenuhnya menolak kebijakan tersebut.
Pemain berusia 34 tahun itu menegaskan bahwa jeda minum tetap memiliki manfaat ketika pertandingan dimainkan dalam kondisi cuaca ekstrem.
"Kalau cuacanya benar-benar panas, tentu saja jeda minum itu bagus untuk diterapkan," kata Van Dijk.
Baca juga: Piala Dunia 2026 Dibuka Laga Meksiko Vs Afrika Selatan, Javier Aguirre Punya Kenangan Manis 1986
"Saya pikir setiap pertandingan harus dilihat secara terpisah. Tapi saya rasa saya sudah cukup banyak berbicara soal ini," tambahnya.
Belanda ditahan imbang Jepang
Kritik Van Dijk muncul setelah Belanda gagal mempertahankan keunggulan saat menghadapi Jepang.
Dalam laga yang digelar di Arlington, Texas, Belanda dua kali memimpin, tetapi dua kali pula mampu disamakan Jepang hingga pertandingan berakhir 2-2.
Baca juga: Mbappe Tinggalkan Kamp Timnas Perancis Jelang Piala Dunia 2026, Picu Polemik Internal
Gol Crysencio Summerville pada menit ke-64 sempat membawa Belanda unggul 2-1 hanya beberapa menit sebelum jeda minum babak kedua.
Menariknya, pertandingan tersebut berlangsung di stadion berkubah (domed stadium) yang memiliki pengaturan suhu, tetapi tetap menerapkan penghentian pertandingan untuk jeda hidrasi.
Setelah jeda tersebut, tidak ada gol yang tercipta selama sekitar 20 menit sebelum Jepang akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-89.
Baca juga: Jadwal Meksiko Vs Afrika Selatan, Pelatih El Tri Kirim Peringatan
Van Dijk sendiri turut mencatatkan namanya di papan skor lewat gol pertama Belanda dalam pertandingan itu.
Hasil imbang tersebut membuat Belanda gagal mengawali turnamen dengan kemenangan dan harus puas berbagi poin dengan Jepang di klasemen sementara Grup F.
Meski mengkritik penerapan jeda minum yang dianggap terlalu seragam, Van Dijk tetap menekankan keselamatan dan kondisi fisik pemain harus menjadi prioritas utama selama turnamen berlangsung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Tanah Abang Versi Mekkah! Berburu Oleh-oleh Murah di Pasar Kakiyah