Tak Punya Jagoan, Winger Persib Ingin Curi Ilmu dari Piala Dunia 2026 - Semua Halaman - Bolasport
Tak Punya Jagoan, Winger Persib Ingin Curi Ilmu dari Piala Dunia 2026 - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Kamis, 18 Juni 2026 | 07:00 WIB
BOLASPORT.COM - Winger Persib Bandung, Saddil Ramdani belajar banyak dari Piala Dunia 2026.
Ajang sepak bola paling bergengsi antarnegara tersebut digelar antara Juni dan Juli.
Memasuki pekan pertama, beberapa kejutan terjadi terutama dari tim-tim yang menjadi kuda hitam.
Tentunya, ini menjadi hal yang wajar karena mereka memiliki kans besar untuk unjuk gigi di mata dunia.
Menariknya, Persib juga mengirim satu nama, yakni Frans Putros yang berseragam Irak.
Saddil menjelaskan bahwa dia cukup mengikuti Piala Dunia 2026.
Apalagi, musim ini kompetisi sedang libur dan pemain memiliki waktu luang yang besar.
Meski tidak menjagokan satu tim, dia menyukai saat pertandingan berjalan dengan menyerang.
"Soal Piala Dunia, saya sebenarnya menikmati semua pertandingan," kata Saddil Ramdani dilansir BolaSport.com dari laman Kompas.com.
"Kalau ditanya menjagokan siapa, saya suka tim-tim yang bermain kolektif dan berani menyerang," imbuhnya.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 - Bek Persib Masih Hangatkan Bangku Cadangan Kala Irak Dihancurkan Norwegia
Pemain kelahiran Raha ini menilai bahwa Piala Dunia 2026 memberikan hiburan berbeda.
Pasalnya, pemain-pemain terbaik dunia saling berjuang demi membawa nama negaranya.
Ini yang membuat mereka bisa menikmati pertandingan yang berkelas dan tentu memberikan banyak ilmu baru.
"Terpenting bagi saya adalah melihat pertandingan berkualitas," ucap Saddil melanjutkan.
"Ini bisa jadi pembelajaran juga buat pemain."
"Saya mengikuti pertandingan Piala Dunia kalau ada waktu luang," terangnya.
Selain itu, Saddil Ramdani menilai bahwa negara yang sudah bermain di panggung dunia memiliki level berbeda.
Menurutnya, ini jadi kesempatan besar untuk mendapatkan pengalaman baru terkait sepak bola yang terus berkembang.
Mental pemain benar-benar diuji karena sudah tidak ada pertandingan yang mudah dan tekanan semakin berat.
Tentunya, ada banyak hal yang bisa direrapkan saat sudah berada di klub dan kompetisi nanti.
"Tidak hanya satu tim saja, saya juga menonton tim-tim lain," kata Saddil lagi.
"Karena setiap negara punya karakter permainan berbeda."
"Dari situ kita bisa belajar banyak, baik dari sisi taktik maupun mentalitas pemain," tutupnya.