Striker Polesan John Herdman Samai Lionel Messi, Kanada Cetak Sejarah di Piala Dunia - Semua Halaman - Bolasport
Striker Polesan John Herdman Samai Lionel Messi, Kanada Cetak Sejarah di Piala Dunia - Semua Halaman - Bolasport.com
BOLASPORT.COM - Jonathan David, tonggak era transformatif John Herdman bersama Timnas Kanada, menggila saat meladeni Qatar di Piala Dunia 2026.
Saat berada di bawah manajemen dan polesan Herdman, David telah muncul sebagai salah satu striker elite dunia.
Dan, Jumat pagi WIB tadi, dia membuktikan itu dengan mencetak tiga gol untuk kemenangan Kanada 6-0 atas Qatar pada laga kedua Grup B di Vancouver.
John Herdman dan Jonathan David memiliki chemistry yang sangat kuat.
Ketika mengambil alih Kanada yang berantakan pada 8 Januari 2018, Herdman meletakkan fondasi dan membangun kembali budaya tim dengan cepat hingga menghasilkan kualifikasi bersejarah ke Piala Dunia.
Dia kerap menurunkan David sebagai figur kunci dalam susunan pemain inti, mendorong striker muda itu menuju ketenaran global.
Iceman, begitulah Herdman menjuluki David karena ketenangan dan penyelesaiannya yang dingin di depan gawang.
Di luar lapangan, David dikenal pendiam dan sederhana. Herdman sudah memberinya kesempatan di level internasional senior saat masih remaja yang bermain di akademi Gent.
Strategi Herdman itu mengantarkan Jonathan David ke klub sepak bola Eropa tingkat atas dan kini, di usia 26 tahun, dia sudah menjadi salah satu pesepak bola terbaik Timnas Kanada.
Lahir di Brooklyn, New York, Amerika Serikat, dari orang tua Haiti, dia menghabiskan masa kecilnya di Haiti sebelum keluarganya pindah ke Ottawa, Kanada.
Latar belakang multikulturalnya mencerminkan skuad Kanada yang terdiri dari pemain-pemain dengan akar imigran yang beragam.
Darah sepak bola ternyata sudah menjadi bagian dari dirinya. Dia terjun ke olahraga ini segera setelah bisa berjalan, terinspirasi oleh sang ayah dan masa kecilnya di Haiti, di mana sepak bola sangat populer.
David hanya memiliki beberapa kenangan dari masa tinggalnya di sana, tetapi kenangan itu tetap bermakna.
Baca Juga: Horor! Gelandang Kanada Alami Patah Kaki usai Dilanggar Brutal Pemain Qatar
Kembali pada tahun 2021 untuk kualifikasi Piala Dunia bersama Timnas Kanada adalah momen yang sangat membanggakan.
Sebagai seorang anak laki-laki, Barcelona tahun 2000-an, khususnya Ronaldinho, adalah pemikat imajinasinya dan memicu keinginan untuk suatu hari nanti bermain di Eropa.
Ambisi itu membawanya ke Belgia bersama Gent dan kemudian ke Lille, di mana dia menjadi salah satu penyerang paling produktif dalam sejarah klub Prancis tersebut.
Dia mencetak 109 gol dalam 232 penampilan, memenangi gelar Ligue 1 pada tahun 2021, dan naik ke peringkat ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Lille.
"Saya sering menyebutnya sebagai pemain sepak bola paling cerdas yang pernah saya latih," kata pelatih Timnas Kanada saat ini, Jesse Marsch, pada tahun 2024.
"Dia benar-benar pintar. Kami semua benar-benar percaya bahwa dia bisa menjadi salah satu yang terbaik di dunia, jika dia belum berada di kategori itu," imbuhnya.
Namun, David tetap rendah hati, dan senang menghindari sorotan.
"Secara pribadi, berbicara di depan umum bukanlah sifat saya karena saya tidak suka menonjolkan diri. Saya adalah orang yang bijaksana dan tenang," ungkap David kepada surat kabar La Voix du Nord.
"Setelah pertandingan, saya lebih suka meninggalkan stadion tanpa mengucapkan sepatah kata pun," tambahnya.
Pada musim panas tahun lalu, David bergabung dengan Juventus dengan status bebas transfer.
Dia tetap menjadi pemain sepak bola Kanada termahal dalam sejarah, ketika Lille mengeluarkan 30 juta euro atau sekitar Rp612 miliar untuk merekrutnya pada tahun 2020.
Namun, musim pertamanya di Italia terbukti menantang. Dia hanya mencetak delapan gol dalam 46 penampilan dan menit bermainnya berkurang di akhir musim.
"Bagi saya, itu naik turun ... Saya tidak mencetak gol sesering yang saya inginkan," katanya kepada TSN pada bulan April lalu.
"Juventus adalah klub yang berada di bawah pengawasan lebih ketat daripada klub lain di Italia. Ada banyak mata yang tertuju pada Anda, dan tentu saja, orang-orang akan membicarakannya," jelas David.
Namun demikian, David tetap menjadi pusat harapan Kanada. Dia adalah salah satu wajah tim yang berupaya meraih kemenangan Piala Dunia pertama mereka.
Dan, akhirnya harapan itu terwujud ketika Timnas Kanada menghadapi Qatar di Piala Dunia 2026 ini.
Bayangkan, sejak pertama kali tampil di Piala Dunia edisi 1986, Kanada selalu kalah. Begitu pula pada edisi 2022 di Qatar, Kanada kalah total.
Bahkan, pada laga pembuka Piala Dunia 2026 kontra Bosnia-Herzegovina pekan lalu, Timnas Kanada hanya mampu bermain 1-1.
Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026 - Diwarnai 2 Kartu Merah, Kanada Pesta Setengah Lusin Gol ke Gawang Qatar
Namun, ambisi Jonathan David sangat jelas.
"Impian terliar saya? Katakan saja menjuarai Piala Dunia bersama Kanada. Jika saya berhasil melakukannya, jujur saja, saya bisa pensiun keesokan harinya," ucap David kepada La Voix du Nord.
Itu mungkin agak berlebihan, tetapi target yang lebih realistis adalah membantu mentransformasi olahraga ini di dalam negeri.
"Saya ingin Piala Dunia ini mengubah sepak bola di Kanada selamanya, menjadikannya olahraga nomor satu di negara ini," kata David kepada FIFA.com.
“Tim nasional telah mengalami kemajuan pesat sejak saya terlibat."
"Memenangi satu pertandingan akan menjadi momen penting bagi Kanada. Setelah itu, tujuannya jelas untuk melangkah sejauh mungkin dalam kompetisi," tandas David.
Ya, Timnas Kanada akhirnya mencetak sejarah meraih kemenangan pertama di Piala Dunia. Tim berjuluk Les Rouges ini memimpin klasemen Grup B dengan 4 poin, membuka lebar pintu ke babak 32 besar.
Yang tak kalah penting, David langsung menyamai torehan tiga gol Lionel Messi di puncak daftar top scorer Piala Dunia 2026.