Polytron Indonesia Open 2026 - Suasana Istora Dulu yang Telah Kembali tapi Marcus/Kevin Belum Ada Lagi yg Menemani - Semua Halaman - Bolasport
Polytron Indonesia Open 2026 - Suasana Istora Dulu yang Telah Kembali tapi Marcus/Kevin Belum Ada Lagi yg Menemani - Semua Halaman - Bolasport.com
BOLASPORT.COM - Tuan rumah selangkah lagi menyempurnakan kesuksesan penyelenggaraan Polytron Indonesia Open 2026 setelah meloloskan Jonatan Christie dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Namun, Indonesia masih harus menunda karena kedua wakil Merah Putih harus puas menjadi runner-up.
Jonatan kalah dari Victor Lai (Kanada), 19-21, 8-21, sementara Raymond/Joaquin mengakui keunggulan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (Malaysia), 21-13, 18-21, 10-21.
Goh/Izzuddin juga yang memupus asa Raymond/Joaquin di hadapan publik Istora pada final Indonesia Masters 2026.
Tak bisa dipungkiri, Indonesia Open 2026 menjadi panggung para generasi Z atau atlet kelahiran sekitar 1996-2012. Peluang menang terbuka lebar bagi siapapun pemain seiring perkembangan teknologi kepelatihan dan tersebarnya para pelatih ke berbagai penjuru dunia.
Jonatan mengatakan bahwa Victor Lai adalah pemain muda ketiga yang dia hadapi pada turnamen ini Super 1000 ini Pertama Alwi (Farhan) pada perempat final, lalu Panitchaphon (Teeraratsakul) pada semifinal, lalu Lai pada final.
Mantan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo, memberikan penilaian soal performa ganda putra Indonesia, terutama Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang merupakan pemain masa depan ganda putra tuan rumah saat ini.
"Pastinya mereka memiliki potensi untuk bisa naik ke atas dan mereka bisa membuktikan bisa juara di salah satu turnamen dan cukup sering masuk semifinal," tutur Jonatan.
"Jadi, potensi itu ada tinggal bagaimana mereka kembangkan terus untuk bisa naik ke atas dan bisa juara."
Kevin juga merespons Raymond/Joaquin yang permainannya dijuluki mirip dengan (Marcus/Kevin) sampai dijuluki "mini minions".
Baca Juga: Hadiah Uang An Se-young Lampaui 3 Juta Dolar AS usai Menangi Indonesia Open 2026
"Menurut saya, lebih baik jadi diri mereka sendiri. Jangan mengikuti orang lain karena setiap pemain punya karakter masing-masing, punya kelebihan masing-masing," ucap Kevin.
Apakah permainan Raymond/Joaquin seperti Minions?
"Saya tidak pernah lihat permainan saya sendiri ha-ha-ha. Jadi ya mereka punya tipikal permainan sendiri. Maksud saya, kelebihan mereka dari sisi keberaniannya mereka juga berani. Lalu fighting spirit-nya mereka cukup fighter," kata Kevin.
"Senior tetap bisa harus bersaing karena tanpa senior cukup sulit juga untuk mengejar karena mereka butuh dengan adanya Fajar, Rian dan lain sebagainya."
"Itu sebenarnya baik untuk regenerasi yang bagus bagi pemain di bawahnya untuk mencontoh mereka. Dan mereka bisa dibilang cukup sukses juga."Kalau melihat gelaran Indonesia Open tahun ini apa yang berbeda jika dibandingkan dengan zaman kamu masih bermain?
Marcus/Kevin masih jadi wakil Indonesia terakhir yang menjadi juara Indonesia Open terakhir pada 2021. Bagaimana Kevin menanggapinya?
"Yang pasti, harapannya bisa juara lagi wakil dari Indonesia dan sekarang sudah masuk semifinal sehingga masih ada potensi juga bisa jadi juara," ucap Kevin.
PBSI juga tidak abai dengan perkembangan para pemain muda dunia. Kabid Binpres PBSI, Eng Hian mengatakan program akselerasi bagi pemain muda sudah disiapkan dengan memberikan kesempatan mengikuti banyak turnamen yang sesuai dengan peringkat pemain.
Hasilnya, Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, Raymond/Joaquin, Jafar/Felisha sudah pernah mencicipi gelar juara.
"Itu baru awal, mereka jangan cepat puas karena masih ada turnamen level 750 dan 1000)," ucap Eng Hian.
Kevin juga mengungkap perbedaan Indonesia Open saat dia masih menjadi atlet dengan Indonesia Open tahun ini.
"Sebenarnya cukup mirip ya karena Waktu zaman saya bermain cukup ramai. Sekarang baru tahun ini balik lagi sangat ramai. Jadi, menurut saya agak mirip karena tahun-tahun lalu agak-agak berkurang (ramai) sepertinya," aku Kevin.
Kevin juga hadir saat acara pemberian hadiah di podium juara meski tongkat estafet juara belum bisa diberikan kepada wakil Indonesia.
Meski begitu, secara penyelenggaraan Indonesia Open 2026 banyak mendapat apresiasi atas pelaksanaan turnamen yang dinilai profesional dan inklusif untuk masyarakat. Terbukti Istora kembali full house, dipenuhi para pecinta bulu tangkis.
Area pintu masuk penonton yang akan menyaksikan pertandingan Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta. (DELIA MUSTIKASARI/BOLASPORT.COM)
Ketua Panitia Pelaksana Polytron Indonesia Open 2026, Achmad Budiharto menyampaikan bahwa sesuai dengan tagline turnamen ini, 'Pride of the Nation'. Konsep sportainment yang diusung dengan menggabungkan pertandingan kelas dunia dengan berbagai fasilitas di kawasan Istora.
Fasilitas ini meliputi sesi meet and greet, dan hiburan musik, berhasil menjadikan Indonesia Open bukan sekadar turnamen bulu tangkis melainkan menjadi festival rakyat yang bisa menjadi hiburan buat keluarga.
"Jadi pada waktu event ini dirancang secara konsep, ada beberapa objektif yang mau kita capai. Yang pertama adalah kita ingin mengembalikan lagi euforia bulu tangkis Indonesia," ucap Budiharto.
"Itu yang mau kamii dapatkan dengan beberapa pendekatan, salah satunya adalah pendekatan yang kita mau bentuk adalah kita pengin membuat euforia itu melalui hal-hal yang bisa memenuhi harapan pecinta bulu tangkis semuanya,” kata Budiharto.
Hal ini tampak saat BolaSport menyusuri area di Istora.Konsep sportainment yang diusung dengan menggabungkan pertandingan kelas dunia dengan berbagai fasilitas di kawasan Istora.
Fasilitas ini meliputi sesi meet and greet, dan hiburan musik, berhasil menjadikan Indonesia Open bukan sekadar turnamen bulu tangkis melainkan menjadi festival rakyat yang bisa menjadi hiburan buat keluarga.
"Jadi pada waktu event ini dirancang secara konsep, ada beberapa objektif yang mau kita capai. Yang pertama adalah kita ingin mengembalikan lagi euforia bulu tangkis Indonesia," ucap Budiharto.
"Itu yang mau kamii dapatkan dengan beberapa pendekatan, salah satunya adalah pendekatan yang kita mau bentuk adalah kita pengin membuat euforia itu melalui hal-hal yang bisa memenuhi harapan pecinta bulu tangkis semuanya,” kata Budiharto.
Panitia juga membuat lomba bagi para suporter yang datang dengan kostum unik dan menarik. Mereka datang bukan hanya ingin merasakan hiburan di luar arena, tetapi juga mendukung pebulu tangkis yang berlaga.
Bahkan, jika tidak ada wakil Indonesia yang tersisa tetap ada yang berniat datang ke Istora.
"Datang ke sini pastinya untuk mendukung atlet Indonesia. Kalau bukan kami yang mendukung, siapa lagi? Walaupun tidak ada wakil, masih ada pemain luar buat ditonton, hiburan di sini juga banyak," kata salah satu penonton yang datang, Marina dari Bintaro.
"Saya ingin memeriahkan suasana di sini dan pastinya memberi dukungan wakil tuan rumah. Kalau nanti sudah ada wakil Indonesia lagi, mungkin saya tidak menonton karena saya kan orang Indonesia," ucap Fuad, dari Kalianyar yang datang dengan mengenakan kostum Hanoman.
Panggung musik juga berdekatan dengan sejumlah penjual makanan sehingga pengunjung bisa menyantap makanan sambil mendengarkan musik sekaligus memantau skor pertandingan jika tidak sedang berada di dalam lapangan.
Tampak luar Istora Senayan Jakarta pada Indonesia Open 2026. (DELIA MUSTIKASARI/BOLASPORT.COM)
Tak hanya itu, arena bermain anak juga dikemas menarik dengan salah satu gerai animasi Jepang, Pokemon.
Pokemon adalah singkatan dari "Pocket Monsters" (Monster Saku), sebuah waralaba media asal Jepang yang berpusat pada makhluk fiktif dengan berbagai kekuatan.
Para penonton yang hadir juga berkesempatan bisa berinteraksi dengan pebulu tangkis di area mixed zone yang dilalui atlet. Mulai dari berfoto hingga meminta tanda tangan jika beruntung.
Mereka bisa bersalaman atau meminta tanda tangan pebulu tangkis idola mereka dari dekat. Banyak yang rela berdiri lama menunggu para pebulu tangkis melintas dari arena pertandingan menuju pusat media untuk menjalani wawancara."Penonton makin kesini semakin baik ya antusias dan kehadirannya. Agak sulit memisahkan mana yang datang untuk memberi dukungan saja, belanja atau malah gabungan keduanya," kata Ketua Panitia Pelaksana Indonesia Open 2026, Achmad Budiharto kepada BolaSport.com.
"Karena memang kami sediakan fasilitas kuliner dan belanja untuk semua audience sesuai dengan tema acara sebagai Family Gathering dan Pesta Rakyat."
Baca Juga: Melebihi Ekspektasi, BWF Puji Penyelenggaraan Indonesia Open 2026