Sempat Terancam Absen, Penyerang Iran Mehdi Torabi Dapat Visa AS untuk Piala Dunia 2026 - Kompas
Sempat Terancam Absen, Penyerang Iran Mehdi Torabi Dapat Visa AS untuk Piala Dunia 2026
KOMPAS.com - Penyerang timnas Iran, Mehdi Torabi, telah mendapatkan visa Amerika Serikat (AS) sehingga bisa tetap memperkuat timnya pada sisa pertandingan Piala Dunia 2026.
Seorang pejabat tim Iran mengatakan, visa tersebut diterima Torabi pada Selasa (16/6/2026).
Sebelumnya, Torabi hanya mendapat izin masuk sekali ke Amerika Serikat.
Kondisi itu membuat tim Iran harus mencari solusi agar Torabi bisa kembali ke Amerika Serikat untuk menghadapi Belgia pada Minggu.
Baca juga: Kisah Angel, WNI yang Jadi Relawan Piala Dunia FIFA 2026 dan Bertemu Legenda Sepak Bola
“Setelah upaya Federasi Sepak Bola dan koordinasi dengan FIFA, pemain tersebut diberikan visa masuk ganda baru hari ini,” kata seorang pejabat tim Iran, dikutip dari AFP pada Rabu (17/6/2026).
Pejabat tersebut mengatakan, visa baru itu membuat Torabi tidak lagi mengalami kendala perjalanan bersama skuad Iran.
“Dengan visa ini sekarang telah diperoleh, Torabi tidak akan memiliki masalah untuk menemani tim nasional Iran dalam pertandingan mendatang dan akan tersedia untuk bepergian dengan skuad selama sisa turnamen,” ujarnya.
Torabi sebelumnya hanya duduk di bangku cadangan saat Iran bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru pada laga pembuka.
Iran dijadwalkan menjalani laga terakhir fase grup melawan Mesir di Seattle pada 26 Juni 2026.
Persoalan visa menjadi komplikasi terbaru bagi Iran menjelang dan selama pelaksanaan Piala Dunia 2026.
Baca juga: Panduan Lengkap Nonton Piala Dunia FIFA 2026, Bisa Lewat TV, HP, hingga Laptop
Partisipasi Tim Melli sempat diragukan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan kampanye pengeboman terhadap Iran pada akhir Februari. Teheran kemudian membalas serangan terhadap sekutu Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Iran juga menargetkan infrastruktur dan menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Situasi itu turut berdampak pada rencana persiapan tim Iran di Piala Dunia 2026.
Rencana menempatkan tim di Arizona dibatalkan pada menit-menit terakhir. Sebagai gantinya, Iran mendirikan markas baru di Tijuana, Meksiko.
Pejabat Amerika Serikat juga menolak visa untuk lebih dari selusin staf pendukung Iran.
Akibatnya, para staf tersebut tidak dapat melakukan perjalanan untuk mendampingi tim pada pertandingan.
Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, mengeluhkan kondisi tersebut pada Senin. Ia menyebut Iran sebagai “tim yang paling tertindas di Piala Dunia” setelah para pemainnya diminta segera kembali ke Meksiko seusai pertandingan pembuka.
“Mereka menunda kedatangan kami, (sekarang) mereka memaksa kami untuk kembali lebih awal tanpa waktu untuk pemulihan,” kata Ghalenoei kepada wartawan.
Baca juga: 54 Lokasi Nobar Piala Dunia 2026 yang Tersebar di Jawa Tengah, Mana Saja?
Ghalenoei mengatakan, berbagai hambatan itu membuat situasi Iran semakin sulit.
“Mereka membuat situasi semakin sulit, memberi kita lebih banyak rintangan, tetapi kita tidak akan membiarkan hal itu menghentikan kita untuk melakukan yang terbaik,” ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang