Ruben Amorim dan AC Milan Sudah Deal, Rossoneri Siap-siap Main dengan 6 Penyerang - Semua Halaman - Bolasport
Ruben Amorim dan AC Milan Sudah Deal, Rossoneri Siap-siap Main dengan 6 Penyerang - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:40 WIB
BOLASPORT.COM - Ruben Amorim dikabarkan sudah mencapai deal dengan menyetujui proposal untuk melatih AC Milan.
Kabar tersebut dikonfirmasikan oleh media-media Italia maupun pakar transfer Fabrizio Romano pada Senin (15/6/2026) waktu setempat.
Sang pelatih pecatan Man United diklaim sudah menyepakati kontrak kerja di AC Milan secara verbal.
Ruben Amorim setuju menukangi I Rossoneri dalam perjanjian berdurasi dua tahun atau hingga Juni 2028.
Masa baktinya berpeluang ditambah lagi dengan opsi perpanjangan ikatan sampai 2029.
Romano sudah melabeli transfer ini dengan kalimat sakti 'Here We Go', tanda bahwa peresmian Amorim sepertinya tinggal menunggu waktu.
Pelantikan jabatan peramu taktik asal Portugal tersebut kabarnya bakal dilakukan pada pekan-pekan ini.
"Ruben Amorin akan menjadi pelatih baru AC Milan. Kontrak belum ditandatangani, para perwakilan dari kedua belah pihak sedang bertukar dokumen."
"Kontrak tersebut akan berlaku selama dua tahun dengan opsi perpanjangan hingga 2029," ucap Romano dalam akun Youtube-nya, dikutip BolaSport.com dari Tuttomercatoweb.
Baca Juga: Ditolak Lagi oleh Target, AC Milan Berpaling ke Pelatih Gagal Man United
Amorim diyakini menjadi opsi dadakan setelah muncul penolakan dari para kandidat sebelumnya.
TMW melansir bahwa manajemen Milan tidak pernah mencapai kesepakatan dengan calon pelatih lain macam Oliver Glasner (eks Crystal Palace) atau Matthias Jaissle (Al Ahli).
Secara finansial, Amorim juga lebih kompatibel dengan keuangan Rossoneri.
Sebagai komparasi, jika ingin merekrut Jaissle, Milan kudu membayar kompensasi 10-11 juta euro untuk menebusnya dari Al Ahli.
"AC Milan telah menjatuhkan pilihan kepada Amorim dan pria Portugal itu juga sangat yakin."
"Dia telah menolak tawaran-tawaran semisal dari Benfica dan sangat menginginkan Milan," lanjut keterangan dari TMW.
????????⚫️ BREAKING: Rúben Amorim to AC Milan as new head coach, HERE WE GO! ????????
Verbal agreement done on deal valid until June 2028 plus option until June 2029.
Amorim has accepted all conditions and will sign this week as new Milan manager. ???????????????? pic.twitter.com/j3ry7G3mYq
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) June 15, 2026
Revolusi Taktik
Dengan peresmian Ruben Amorim yang tinggal menunggu waktu, I Diavolo bersiap-siap menunggu momen perombakan besar.
Kegagalannya saat membesut Man United bisa ditepikan dulu. Hal krusial yang diinginkan Gerry Cardinale cs dari Amorin ialah merevolusi taktik.
Dari ramuan ala Massimiliano Allegri yang sering dicap defensif dan membosankan, Amorim diharapkan membuat permainan tim lebih agresif.
Saat menukangi Sporting CP, dia memenuhi ekspektasi tersebut. Klub ibu kota Portugal disulapnya jadi mesin perang ofensif yang tampil atraktif.
Amorim identik dengan skema permainan tiga pemain bertahan semodel 3-4-3 atau 3-4-2-1.
Revolusi taktik dengan tiga bek model ini terbukti gagal di Man United, tapi banyak menemukan contoh sukses di Liga Italia.
Aplikasi strategi ala Gian Piero Gasperini di Roma dan, tentu saja, Cristian Chivu di Inter Milan termasuk buktinya.
Baca Juga: Alasan Ralf Rangnick Tolak AC Milan: I Rossoneri Tidak Jelas!
Perubahan pola itu bakal merombak materi skuad Rossoneri yang ada saat ini. Milan bakal lebih memaksimalkan kekuatan di sektor sayap.
Ketika dalam mode menyerang, formasi Amorim biasanya berubah jadi 3-2-5 dengan sepasang wing-back disulap jadi penyerang dadakan.
Bahkan kalau mode ultraofensif diaktifkan, skema ala Amorim dapat berganti lagi menjadi 3-1-6, di mana satu gelandang diplot sebagai penyerang ekstra.
Artinya, siap-siap saja jika AC Milan suatu saat nanti memainkan enam penyerang sekaligus dalam keadaan buntu, sesuatu yang mungkin tak terbayangkan di era Allegri.
Namun, di mata eks kiper Rossoneri, Simone Braglia, kehadiran Amorim bukan jaminan untuk membangkitkan Milan.
Hal utama yang dia soroti ialah ketidakpekaan dari sosok petinggi Milan sendiri terhadap kondisi mereka, terutama sang penasihat pemilik klub, Zlatan Ibrahimovic.
"Menurut saya, situasi di AC Milan benar-benar kacau balau. Bagaimana mungkin mengelola klub seperti Milan dengan satu orang yang jadi komentator dan yang lain malah hadir di pesta ulang tahun Donald Trump?" ucap Braglia menyindir Ibra yang menjadi bintang tamu di siaran Piala Dunia 2026.
"Anda harus menghormati klub yang Anda pimpin. Akibatnya, keputusan manajerial klub mengesampingkan peran pelatih."
"Kami butuh semangat Milan di dalam klub. Saya tidak melihat ada rencana di sini. Siapa pun yang mengambil alih (kursi pelatih) akan menghadapi masalah serius," ucapnya.