Red Bull Didenda Nyaris Rp1 Miliar, Aksi Mengejutkan Kru di F1 GP Amerika Serikat 2026 Terbongkar - Babel Insighr
Red Bull Didenda Nyaris Rp1 Miliar, Aksi Mengejutkan Kru di F1 GP Amerika Serikat 2026 Terbongkar
1 Juni 2026 09.30 · 1 dibaca
Fajar Nugroho
Author
Kabar kurang sedap menimpa Red Bull Racing meski mereka baru saja merayakan kemenangan di ajang F1 GP Amerika Serikat 2025. Tim juara bertahan ini resmi dijatuhi denda sebesar 50 ribu Euro atau sekitar Rp966 juta akibat tindakan salah satu kru mereka.
Hukuman finansial ini diberikan setelah otoritas balap menemukan adanya pelanggaran prosedur yang dilakukan menjelang balapan dimulai. Kejadian tersebut berlangsung di Sirkuit CoTA, Austin, Texas, pada hari Senin, 20 Oktober 2025 dini hari WIB.
Dalam balapan tersebut, Max Verstappen sebenarnya tampil sangat dominan dan berhasil mengamankan podium pertama. Ia sukses mengungguli dua rival beratnya, Lando Norris dan Charles Leclerc, setelah menuntaskan balapan sepanjang 56 putaran.
Sayangnya, euforia kemenangan Verstappen sedikit ternoda oleh aksi tidak sportif yang dilakukan oleh kru timnya sendiri di area grid. Seorang kru Red Bull kedapatan melakukan tindakan iseng dengan mencopot plester atau lakban penanda di tembok pembatas lintasan.
Kronologi Pelanggaran di Grid Start
Plester tersebut awalnya dipasang oleh kru McLaren F1 Team sebagai panduan visual bagi pembalap mereka, Lando Norris. Penanda ini berfungsi membantu pembalap memarkirkan mobil secara presisi di grid saat persiapan balapan akan dimulai.
Berdasarkan regulasi resmi FIA dan Formula 1, pemasangan alat bantu visual berupa lakban seperti itu sebenarnya merupakan hal yang legal. Namun, situasi menjadi bermasalah ketika kru Red Bull justru sengaja memindahkan atau mencopot penanda milik tim lawan tersebut.
Rincian mengenai pelanggaran prosedur start tersebut adalah sebagai berikut:
- Salah satu anggota tim Red Bull memasuki area grid nomor 2 setelah sesi formation lap berakhir.
- Petugas marshall saat itu sebenarnya sudah mulai menutup gerbang akses menuju grid.
- Kru tersebut nekat menerobos masuk demi mencopot lakban milik tim McLaren yang terpasang di pembatas.
- FIA menilai tindakan ini sebagai pelanggaran serius terhadap protokol keamanan dan etika balapan.
Pihak FIA secara tegas menyatakan bahwa tindakan masuk kembali ke area grid saat gerbang sudah ditutup adalah pelanggaran prosedur. Hal ini tertuang dalam laporan resmi yang dirilis oleh badan otoritas balap motor dunia tersebut.
Dampak Sanksi Bagi Red Bull Racing
Laporan dari FIA menyebutkan bahwa kru tersebut tetap memaksakan diri masuk ke area sensitif meskipun marshall sudah menjalankan tugasnya. Tindakan nekat inilah yang menjadi landasan utama bagi pengawas balapan untuk menjatuhkan denda sebesar 50 ribu Euro.
Berikut adalah ringkasan mengenai rincian sanksi dan hasil balapan di GP Amerika Serikat 2025:
| Kategori | Keterangan |
|---|---|
| Jenis Pelanggaran | Pelanggaran Prosedur Grid Start |
| Jumlah Denda | 50.000 Euro (± Rp966 Juta) |
| Pembalap Pemenang | Max Verstappen (Red Bull) |
| Pesaing Utama | Lando Norris (McLaren) |
Tabel di atas merangkum bagaimana denda besar tersebut harus dibayar tim meski mereka berhasil menguasai podium tertinggi. Insiden ini juga menjadi peringatan bagi setiap tim untuk tetap mematuhi aturan ketat yang berlaku di area lintasan.
Meskipun harus kehilangan dana hampir satu miliar rupiah, posisi Max Verstappen di puncak klasemen masih cukup aman. Kemenangan di Austin ini sekaligus menjadi pembuktian bangkitnya performa Red Bull di tengah ancaman dominasi McLaren.
Persaingan antara Red Bull dan McLaren diprediksi akan semakin memanas di sisa musim F1 2025 setelah insiden pencopotan lakban ini. Hubungan kedua tim kini menjadi sorotan tajam di luar lintasan balap akibat ulah tangan jahil tersebut.
Pihak Red Bull Racing sendiri belum memberikan pernyataan tambahan terkait denda yang sangat besar bagi satu orang kru tersebut. Publik kini menanti bagaimana dampak psikologis dari denda ini terhadap mekanik dan kru tim di seri balapan berikutnya.

Fajar Nugroho
Bercerita lewat olahraga dan tradisi adalah passion utama Fajar. Sebagai mantan atlet daerah, ia paham betul dinamika di lapangan. Fajar kerap mengangkat kisah inspiratif atlet lokal, meliput turnamen olahraga, serta menjaga kelestarian budaya Bangka Belitung melalui artikel feature yang mendalam dan menggugah.