0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Juara Panjat Tebing Putra Tri Ramadani Spesial World Climbing Series

    Putra Tri Ramadani Bawa Indonesia Masuk ke 8 Daftar Negara Peraih Medali Emas pada World Climbing Series 2026 - Semua Halaman - Bolasport

    6 min read

     

    Putra Tri Ramadani Bawa Indonesia Masuk ke 8 Daftar Negara Peraih Medali Emas pada World Climbing Series 2026 - Semua Halaman - Bolasport.com

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Ragam
  • Senin, 8 Juni 2026 | 15:09 WIB


    Atlet panjat tebing Indonesia, Putra Tri Ramadani, memenangkan medali emas pada nomor pertandingan Lead pada World Climbing Series 2026 di Praha, Republik Ceska, Mingu (7/6/2026). (WORLDCLIMBING.COM)

    BOLASPORT.COM - Atlet panjat tebing IndonesiaPutra Tri Ramadani, mencatatkan sejarah sebagai orang Indonesia pertama yang menjuarai nomor Lead pada ajang World Climbing Series.

    Putra Tri Ramadani menjadi atlet pertama Tanah Air yang berhasil memenangkan medali emas sejak turnamen pertama kali digelar pada tahun 1989 itu.

    Atlet asal Kediri, Jawa Timur berhasil menjadi yang pertama dalam pertandingan final nomor Lead yang digelar di Praha, Republik Ceska, Minggu (7/6/2026) malam.

    Dia mengalahkan dua pesaingnya untuk menjadi yang pertama yakni Neo Suzuki (Jepang) untuk tempat kedua dan Jacob Schubert (Austria) untuk tempat ketiga.

    Putra juga menjadi atlet Indonesia pertama yang berhasil meraih medali emas pada ajang World Climbing Series 2026.

    World Climbing Series 2026 mempertandingankan nomor Lead dan Bouldering masing-masing sebanyak enam kali dan nomor Speed sebanyak 7 kali yang dijadwalkan berlangsung sepanjang tahun.

    Pemanjat yang akrab disapa Srondeng itu tampil impresif di partai final dengan membukukan skor 43, unggul atas para pesaingnya dari negara-negara kuat panjat tebing dunia.

    "Srondeng membuat sejarah," kata Manajer Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro, seperti dikutip dari ANTARA.

    Baca Juga: Resmi Teken MoU, UPH Bekerja Sama dengan Campus League

    Di podium, Putra mengungguli wakil Jepang Neo Suzuki yang meraih medali perak dengan skor 39.

    "Selamat baginya, selamat bagi panjat tebing Indonesia. Medali emas pertama Indonesia di luar nomor speed," tutur komentator siaran resmi ketika Putra menerima medalinya di atas podium.

    "Luar biasa darinya. Momen hebat."

    Putra menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tampil pada final pertandingan disiplin lead.

    Raihan Putra membawa Indonesia setara dengan tujuh negara lainnya yang sudah meraih medali emas pada World Climbing Series 2026.

    Selain Indonesia, ada Jepang, Amerika Serikat, China, Britania Raya, Prancis, Australia, dan Polandia.

    Jepang memimpin dengan lima medali emas, Amerika empat medali emas, dan China dengan dua medali emas.

    Adapun masing-masing satu medali emas didapat Britania Raya, Prancis, Indonesia, Australia, dan Polandia.

    Selanjutnya, Putra Tri Ramadani masih akan bertanding empat seri lagi pada World Climbing Series tahun ini.

    Putra dijadwalkan akan bertanding pada seri Innsbruck, Austria pada 17-21 Juni 2026.

    Tiga lainnya pada Chamonix, Prancis (10-12 Juli 2026), Koper, Slovenia (4-5 September 2026), dan seri pamungkas di Santiago, Chile (23-25 Oktober 2026.

    Diketahui, atlet Indonesia memang dikenal lebih kuat dalam pertandingan nomor Speed.

    Tercatat, Veddriq Leonardo meraih hattrick usai keluar sebagai juara umum pada edisi World Climbing Series tahun 2021, 2022, dan 2023.

    Terakhir, Kiromal Katibin juga menjadi juara umum pada nomor Speed di World Climbing Series 2025.

    Tahun ini, atlet panjat tebing Indonesia yang meraih hasil terbaik pada nomor Speed adalah Antasyafi Robby Al Hilmi

    Robby meraih medali perak pada World Climbing Series 2026 yang digelar pada seri Madrid, Spanyol, 28-31 Mei lalu.

    Baca Juga: Senny Marbun Terpilih sebagai Presiden APSF, Indonesia Contoh untuk Olahraga Disabilitas Asia Tenggara

    Komentar
    Additional JS