Piala Dunia 2026 - Kiper 40 Tahun Tanjung Verde Menangis usai Permalukan Spanyol, Singgung Kakek-Nenek dan Nasib Ibunya - Semua Halaman - Superball
Piala Dunia 2026 - Kiper 40 Tahun Tanjung Verde Menangis usai Permalukan Spanyol, Singgung Kakek-Nenek dan Nasib Ibunya - Semua Halaman - Superball.id
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Selasa, 16 Juni 2026 | 12:00 WIB
Vozinha (tengah) kiper Tanjung Verde yang membuat Spanyol kelabakan di Piala Dunia 2026. (ROBERTO SCHMIDT / AFP)
SUPERBALL.ID - Vozinha menjadi nama yang sedang banyak diperbincangkan menyusul aksi heroiknya di Piala Dunia 2026 dalam laga Tanjung Verde melawan Spanyol.
Kiper berusia 40 tahun itu menjadi bintang utama Tanjung Verde saat berhasil menahan imbang Spanyol dalam laga pembuka fase Grup H Piala Dunia 2026.
Bermain di Stadion Atlanta pada Selasa (16/6/2026), Vozinha tampil luar biasa dengan mencatatkan tujuh penyelamatan krusial.
Berkat penampilan gemilang Vozinha, para pemain Spanyol pun frustrasi hingga harus menerima hasil imbang yang memalukan.
Kiper klub Chavez dari kasta kedua Liga Portugal itu pun ditunjuk sebagai man of the match di akhir laga.
Tak hanya itu, pengikutnya pada akun Instagram pribadinya pun melonjak drastis setelah pertandingan itu.
Namun di balik itu ada perasaan gelisah yang tak dapat disembunyiman Vozinha hingga membuatnya menangis di akhir laga.
Ia mengungkap kerja keras yang dilakukan para pemain Tanjung Verde untuk bisa sampai ke putaran final Piala Dunia 2026.
"Kami bekerja sangat keras untuk mencapai momen ini, untuk mewujudkan mimpi ini. Ini adalah hasil dari upaya seluruh tim," kata Vozinha.
"Kami tahu ini tidak akan mudah karena Spanyol adalah salah satu tim terkuat di dunia. Kami sangat senang dengan hasil ini."
Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026 - Drama 4 Gol, Selandia Baru Gagal Bungkam Iran
Di usianya yang sudah 40 tahun, Vozinha mengaku menunggu sepanjang hidupnya untuk bisa tampil di Piala Dunia.
"Saya telah memimpikan momen ini sepanjang hidup saya. Saya telah bekerja keras sepanjang hidup saya untuk berada di sini."
"Hari ini saya dapat berkontribusi kepada tim dengan pengalaman saya dan saya sangat senang akan hal itu," katanya lagi
Saat wawancara usai pertandingan, Vozinha tak kuasa me menahan air matanya saat menceritakan bahwa keluarganya tak dapat hadir ke pertandingan tersebut.
Ia mengaku dibesarkan oleh kakek-neneknya yang meninggal beberapa tahun lalu dan tak sempat menyaksikan pertandingannya di Piala Dunia.
Sementara itu masalah visa dan kendala biaya membuat sang ibu juga tak dapat menyaksikan Vozinha langsung di stadion, seketika suasana berubah haru.
"Saya menangis setelah pertandingan karena saat kecil saya dibesarkan oleh kakek-nenek saya. Mereka tidak bisa hadir," Kata Vozinha lagi.
"Mereka meninggal beberapa tahun yang lalu. Ibu saya juga tidak bisa datang karena masalah visa dan biaya yang harus kami keluarkan."
Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026 - Susah Payah Uruguay Imbangi Arab Saudi
"Kami tidak bisa menyelesaikan semuanya tepat waktu," pungkasnya.
Terlepas dari itu, keganasan Vozinha di bawah mistar gawang akan kembali diuji tim besar, kali ini Uruguay dalam pertandingan digelar pada 22 Juni nanti.