Pelatih Tunggal Putra Malaysia Ungkap Kesedihan Ditinggal Penerus Lee Chong Wei Mundur dari Pelatnas - Semua Halaman - Bolasport.
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Jumat, 26 Juni 2026 | 20:00 WIB
Pebulu tangkis tunggal putra Malaysia, Ng Tze Yong, berpose dengan medali perak pada Commonwealth Games 2022 di NEC Arena, Birmingham, Inggir, Senin ( 8/8/2022). (BEN STANSALL/AFP)BOLASPORT.COM - Direktur kepelatihan tunggal nasional Malaysia, Kenneth Jonassen, mengakui mundurnya Ng Tze Yong dari Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) merupakan kehilangan besar bagi tim nasional.
Jonassen mengatakan bahwa pemain berusia 26 tahun itu memiliki bakat alami yang luar biasa dan termasuk di antara pemain yang ingin ia latih ketika bergabung dengan tim nasional tahun lalu.
Pernah disebut-sebut mampu mengikuti jejak legenda Lee Chong Wei, pelatih berpengalaman asal Denmark itu mencoba menghidupkan kembali karier Ng.
Saat itu, NG menjalani dua operasi punggung pada 2024 dan operasi ligamen anterior cruciate (ACL) pada lutut kanannya tahun lalu.
Namun, mantan pemain peringkat 14 dunia itu telah berpisah dengan BAM untuk menjadi pemain bulu tangkis independen setelah absen lama yang berlangsung lebih dari dua tahun.
"Dari perspektif pribadi, jelas sulit kehilangan pemain dengan kualitas dan potensi seperti dia sebagai pemain bulu tangkis yang sangat berbakat," kata Jonassen di Akademi Bulu Tangkis Malaysia (ABM) dilansir dari News Straits Times.
"Tidak diragukan lagi bahwa ketika saya memutuskan untuk datang ke sini (Malaysia) pada 2024, dia adalah salah satu pemain yang sangat saya nantikan untuk dilatih, baik di turnamen maupun dalam latihan."
Namun, Jonassen mengakui bahwa cedera berkepanjangan yang dialami Ng memaksa perubahan rencana awal.
Baca Juga: Ikuti Jejak Lee Zii Jia, Penerus Lee Chong Wei Ungkap Rencana usai Mundur dari Pelatnas Malaysia
Ia mengatakan bahwa keputusan Tze Yong untuk meninggalkan BAM dicapai melalui proses yang terbuka dan profesional, dengan kedua pihak bertindak berdasarkan saling pengertian.
"Kami telah melakukan beberapa diskusi. Itu adalah proses yang sangat baik, dengan banyak kejujuran dan pertimbangan yang cermat sebelum keputusan ini dibuat," tutur Jonassen.
"Dari perspektif pribadi, itu adalah proses yang sulit, tetapi pada akhirnya, kami menemukan solusi terbaik untuk kedua belah pihak."
Mengenai peluang Ng untuk kembali sukses, Jonassen percaya itu bergantung pada tekad sang pemain sendiri untuk menemukan kembali motivasinya dan mendapatkan kembali kondisi fisik puncaknya.
"Satu hal yang pasti, sebagai pemain, semuanya harus berasal dari dalam diri. Jika dia dapat menemukan kembali energi dan keinginan untuk melampaui batas kemampuannya, maka dia masih memiliki potensi untuk kembali," ucap Jonassen.
"Tunggal putra adalah cabang olahraga yang sangat menuntut. Ini sangat menguras fisik dan membutuhkan tingkat kebugaran yang tinggi setiap hari."
Ng memutuskan untuk fokus pada pemulihan penuh dari cedera ACL-nya sambil memulai karier independennya di bawah bimbingan mantan pemain internasional Soong Joo Ven setelah resmi meninggalkan BAM pada 30 Juni.