Pelatih Korea Selatan Diancam Dibunuh, Bandara Dijaga Ratusan Polisi saat Kepulangan Tim dari Piala Dunia 2026 - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Selasa, 30 Juni 2026 | 00:15 WIB
BOLASPORT.COM - Pelatih Timnas Korea Selatan, Hong Myung-bo diancam bakal dibunuh seusai Taeguk Warriors gagal total di Piala Dunia 2026.
Situasi ini pun membuat pihak kepolisian memperketat keamanan di Bandara Internasional Incheon hingga 160 petugas dikerahkan saat kepulangan tim.
Timnas Korea Selatan dipastikan gagal lolos ke babak 32 besar setelah hanya mampu sekali meraih kemenangan dalam penyisihan Grup A Piala Dunia 2026.
Korea Selatan hanya meraih kemenangan 2-1 atas Ceko, dan takluk dua kali dari Meksiko 0-1 serta dihajar Afrika Selatan dengan skor identik.
Hasil ini membuat Korea Selatan hanya mampu finis di posisi ketiga klasemen grup A dengan mengemas 3 poin dari tiga laga yang dilakoninya.
Situasi ini bahkan membuat mereka tak mampu bersaing dalam perebutan posisi delapan tim peringkat ketiga terbaik yang bisa lolos ke babak 32 besar.
Ini membuat Son Heung-min dan kawan-kawan pun dipastikan tersingkir di Piala Dunia 2026 dan harus angkat koper lebih cepat.
Kegagalan total Korea Selatan di Piala Dunia 2026 ini membuat rakyat hingga Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung menyebut gugurnya Taeguk Warriors tersebut tak masuk akal.
Namun, kegagalan ini menjadi isu panas di Korea Selatan, bahkan meski Hong Myung-bo sudah memutuskan mundur dari kursi kepelatihan pun tak membuat suasana reda.
Pasalnya, ada ancaman pembunuhan terhadap pelatih Hong Myung-bo, karena seseorang yang tidak dikenal mengumumkan di forum online bahwa mereka akan membunuh sang pelatih setelah tiba di Korea Selatan nantinya.
Dengan adanya ancaman itu, pihak kepolisian telah memutuskan untuk memperketat keamanan secara signifikan di Bandara International Incheon sebagai persiapan menyambut kembalinya Timnas Korea Selatan, yang gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
"Badan Kepolisian Metropolitasn Incheon mengumumkan pada tanggal 29 Juni bahwa mereka berencana untuk mengerahkan 160 petugas polisi dari Unit Mobil dan Korps Polisi bandara ke Bandara Incheon pada tanggal 30 Juni mendatang, yaitu hari kepulangan tim nasional Korea Selatan," tulis Yonhap sebagaimana dikutip BolaSport.com, Senin (29/6/2026).
Incheon International Airport Corporation juga berencana mengerahkan 25 orang, termasuk petugas keamanan khusus dan karyawan anak perusahaannya ke lokasi tersebut untuk mempersiapkan diri menghadapi situasi yang tidak terduga.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa keamanan akan diperketat karena banyaknya pesan dan berbagai ancaman yang menargetkan pelatih Hong Myung-bo.
Walaupun sang pelatih telah memutuskan mundur dari kursi jabatannya, tetapi tak sedikit pendukung Korea Selatan yang merasa kecewa dan justru memberi ancaman tersebut.
Oleh karena itu, dengan adanya ancaman tersebut dan muncul kekhawatiran mengenai kepadatan di bandara.
Seorang pejabat kepolisian menyatakan bahwa tim dikerahkan demi menghindari hal-hal yang tak diperlukan.
Pasalnya, keselamatan tetap menjadi yang utama, sehingga pihak kepolisian pun menegaskan akan melakukan tindakan tegas apabila ada tindakan ilegal nantinya saat kepulangan tim Korea Selatan.
"Kami telah memutuskan untuk mengerahkan petugas kepolisian guna mencegah insiden keamanan yang mungkin terjadi selama proses kedatangan," kata seorang pejabat kepolisian.
"Kami akan menindak tegas segala tindakan ilegal, termasuk pelemparan benda," tuturnya.
Bahkan apabila ada pelemparan benda apapun ke tim Korea Selatan nantinya akan ditindak tegas.
Hal ini karena pada edisi Piala Dunia 2018 lalu sempat terjadi saat Korea Selatan dilatih Shin Tae-yong dan mereka gagal total.
Kala itu, saat Shin Tae-yong dan rombongan tim pemain tiba di bandara langsung dilempari telur, tomat, hingga berbagai macam barang dari bantal hingga guling.
Untuk itu, agar tak ada situasi yang tak diinginkan terjadi, tim kepolisian pun akan mengrahkan ratusan polisi demi menjamin keamanan Hong Myung-bo hingga para pemain.