Park Hang-seo Pasang Badan! Menunduk Malu dan Minta Maaf usai Korea Selatan Gagal Total di Piala Dunia 2026 - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Senin, 29 Juni 2026 | 15:45 WIB
BOLASPORT.COM - Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) sekaligus eks pelatih Vietnam, Park Hang-seo, pasang badan dengan menundukkan kepala dan meminta maaf setelah Taeguk Warriors gagal total di Piala Dunia 2026.
Korea Selatan memang menjadi salah satu tim kuat di Asia dan mereka termasuk dalam daftar 9 tim Asia yang tampil di Piala Dunia 2026.
Namun, dari dua tim yang lolos ke babak 32 besar tak ada nama Korea Selatan, dan hanya ada Jepang serta Australia saja wakil Asia yang melaju ke babak selanjutnya.
Untuk itu, Korea Selatan masuk dalam jajaran tujuh tim Asia yang harus pulang cepat, karena mereka hanya mampu meraih tiga poin dari tiga laga yang dilakoninya.
Korea Selatan tersingkir setelah finis di posisi ketiga klasemen Grup A dengan mengemas tiga poin, sehingga mereka tak mampu bersaing dengan tim lain lewat jalur peringkat ketiga terbaik.
Baca Juga: Belajar dari Spanyol, Argentina Tolak Anggap Enteng Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Taeguk Warriors dipastikan tersingkir di Piala Dunia 2026 seusai Republik Demokratik Kongo mengalahkan Uzbekistan 3-1 pada laga terakhir Grup K, Sabtu (28/6/2026).
Hasil itu langsung membuat Korea Selatan tersingkir dari persaingan peringkat delapan besar terbaik, dan menempati posisi ke-10.
Untuk itu, mereka pun dinyatakan gagal total karena dalam penyisihan grup mereka bahkan kalah dari Meksiko 0-1 dan takluk dari Afrika Selatan dengan skor identik.
Mereka memang mengalahkan Ceko 2-1, tetapi meraih satu kemenangan ini belum cukup buat mereka melaju ke babak 32 besar.
Bahkan hasil di Piala Dunia 2026 ini disebut-sebut sebagai hasil terburuk Korea Selatan dalam ajang bergengsi ini.
Pasalnya, mereka pun tak mampu mengalahkan Afrika Selatan yang dinilai sebagai tim terlemah di grup A.
Setelah kegagalan ini, Park Hang-seo pun menggelar konferensi pers di Chivas Valle Verde, Zapopan, Meksiko dan dengan tertunduk malu ia meminta maaf.
Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan ini menundukkan kepala dan meminta maaf kepada publik karena gagal menghasilkan yang terbaik buat tim di ajang empat tahunan ini.
"Sebagai manajer umum, saya menyampaikan permintaan maaf terdalam atas nama Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) karena menghasilkan hasil yang jauh dari harapan publik," ujar Park Hang-seo sebagaimana dikutip BolaSport.com dari media Korea Selatan Daejonilbo, Senin (29/6/2026).
Mantan pelatih Timnas Vietnam tersebut mengatakan bahwa sebenarnya semua pemain hingga staf pelatih sudah bekerja keras selama tampil di Piala Dunia 2026 ini.
Namun, Son Heung-min dan kawan-kawan harus tersingkir di ajang empat tahunan ini, sehingga ia paham betul ini mengecewakan semua pihak.
Untuk itu, ia meminta maaf mewakili KFA karena tak bisa membalas dukungan masyarakat dengan hasil bagus.
"Para pemain, staf pelatih, dan staf pendukung kami telah melakukan yang terbaik untuk mempersiapkan turnamen, tetapi pada akhirnya, kami gagal menghasilkan hasil yang dapat membalas dukungan publik," kata Park Hang-seo.
Ia memang berterima kasih kepada fans Korea Selatan karena senantiasa mendukung Lee Kang-in dan kawan-kawan.
"Saya berterima kasih kepada masyarakat atas dukungan mereka yang tak tergoyahkan selama turnamen dan sekali lagi menundukkan kepala sebagai tanda permintaan maaf," jelasnya.
Lebih lanjut, setelah gagal total di Piala Dunia 2026 ini, KFA pun akan refleksi diri dan memperbaiki diri ke depannya.
Pasalnya, kegagalan ini tentu menyakitkan buat semua pihak apalagi masyarakat yang selalu mendukung Timnas Korea Selatan.
"Untuk mengatasi kemerosotan Piala Dunia ini dan memungkinkan sepak bola Korea Selatan untuk memulai kembali, Asosiasi Sepak Bola harus mempersiapkan masa depan melalui refleksi diri dan introspeksi yang menyakitkan," tuturnya.
Sekedar informasi, pelatih Hong myung-bo pun memutuskan mengundurkan diri setelah Korea Selatan gagal total di pesta sepak bola dunia ini.