Momen Ronaldo Dianggap Curi Peluang Emas Bruno, Benar Serakah atau Taktik Salah Kaprah? - Semua Halaman - Bolasport
Momen Ronaldo Dianggap Curi Peluang Emas Bruno, Benar Serakah atau Taktik Salah Kaprah? - Semua Halaman - Bolasport.com
BOLASPORT.COM - Cristiano Ronaldo ramai dikritik sebagai sumber kegagalan Timnas Portugal menang pada laga pembukanya di Piala Dunia 2026.
Selecao das Quinas membuka agenda di Grup K Piala Dunia 2026 dengan hasil mengecewakan akibat ditahan imbang Timnas Republik Demokratik Kongo.
Melawan musuh yang baru kembali tampil di kejuaraan akbar ini setelah lima dekade, Timnas Portugal ditahan seri 1-1.
Armada Roberto Martinez sejatinya unggul duluan secara kilat dalam partai di Stadion NRG, Houston, Rabu (17/6/2026).
Sundulan Joao Neves mengubah skor 1-0 sejak menit keenam. Firasat Portugal bakal pesta gol wajar membuncah.
Nyatanya, tiada tambahan gol lagi dari rekening tim juara Piala Eropa 2016 sampai bubaran.
RD Kongo malah mampu menyamakan skor pada peluang terakhir di babak pertama melalui gol rapi Yoane Wissa.
Timnas Portugal dilanda kepayahan dalam mengonversi peluang maupun penguasaan bola maksimal.
Kehadiran Cristiano Ronaldo tidak banyak membantu serangan tim. Penyerang veteran 41 tahun itu bahkan banyak dianggap merugikan tim sendiri.
Ronaldo tenggelam. Tak sekali pun dia berhasil membidik gawang dari total tiga percobaan.
Salah satu peluang ambyar terjadi pada menit ke-68. Portugal memiliki peluang emas mencetak gol kedua dan kembali unggul 2-1.
Francisco Conceicao berada dalam posisi bagus di kotak penalti untuk menempuh dua opsi; menembak langsung atau mengoper kepada rekannya.
Winger Juventus itu mengambil pilihan kedua. Ia menyerahkan bola ke sisi kirinya, di mana Ronaldo dan Bruno Fernandes berada.
Dalam posisi lebih maju dari Fernandes, Ronaldo pun menyambut bola dengan melepaskan tembakan yang meleset ke samping gawang Kongo.
Egoistis atau Kurang Dukungan
Legenda Real Madrid itu jadi bahan omongan karena dianggap memotong bola yang seharusnya mengarah ke hadapan Fernandes, yang posisinya lebih ideal untuk menembak.
Wajar apabila Fernandes menunjukkan reaksi kecewa setelah peluangnya dimakan sang kapten.
Dia sampai terkulai lesu di lapangan. Conceicao memegangi kepala. Ronaldo dibanjiri cibiran.
Salah satunya dari legenda Prancis yang kini bertugas sebagai komentator untuk Fox Sports, Thierry Henry.
Ia menganggap pemilik lima trofi Ballon d'Or tersebut terlalu serakah buat memakan peluang sendiri demi mencetak gol.
Pergerakan acak Ronaldo di lapangan malah dianggap menghambat timnya untuk bikin gol dan membangun serangan yang cermat.
Baca Juga: Statistik Amburadul Ronaldo Lawan DR Kongo, Fans Messi Boleh Ketawa
"Satu hal yang penting, teman-teman, timlah yang harus mencetak gol. Bukan Anda," ucap Henry, jelas menyinggung megabintang Al Nassr.
"Karena ingin mencetak gol, dia (Ronaldo) masuk ke jalur Bruno Fernandes."
"Anda melihat reaksi Bruno di belakang, seolah-olah berkata, 'biarkan bola bergulir, lakukan sprint, ciptakan ruang, sehingga saya bisa menyelesaikannya dengan mudah'," ucap rekan seklub Lionel Messi waktu di Barcelona dulu.
Opini brutal Henry bukan cuma menyasar Ronaldo. Banyak pihak menilai pemasangan taktik Roberto Martinez juga salah kaprah.
Ia membiarkan tim bermain tanpa solusi saat mengalami kebuntuan. Martinez mempertahankan Ronaldo sampai akhir pertandingan.
Cristiano Ronaldo dipertahankan Roberto Martinez sepanjang laga walau tampil jelek saat Timnas Portugal diimbangi RD Kongo. (RONNY HARTMANN/AFP)
Pengganti alaminya, Goncalo Ramos, baru dimasukkan menit-menit akhir. Tapi bukan menggantikan Ronaldo, melainkan salah satu gelandang kreatif, Vitinha.
Padahal, kehadiran dua bomber pun bisa mubazir tanpa suplai bola dan kreativitas maksimal dari penyokong mereka di lini tengah.
Martinez diklaim terlalu takut untuk menarik keluar Ronaldo. Pun dengan sikap para personel muda Timnas Portugal semodel Conceicao yang masih canggung untuk mengambil peluang sendiri saat berada di dekat sang kapten.
"Ini memalukan bagi Martínez. Dia takut menarik Ronaldo keluar. Dia bukan manajer. Ronaldo mungkin saja mencetak gol penentu kemenangan, tapi jalannya pertandingan sudah tidak bergantung padanya lagi," ucap pandit BBC, Chris Sutton.
Dalam sudut pandang lain, Wayne Rooney, tandem Cristiano Ronaldo pada masa jaya di Man United, menilai kondisi ini bukan sepenuhnya salah CR7.
Penyerang seperti dia, apalagi dalam kondisi kebugaran yang tidak seprima dulu, butuh pasokan bola sebanyak-banyaknya dari lini kedua.
Kenyataan itu tidak terjadi. Sepanjang laga, Portugal cuma melepas 7 tembakan, bahkan ironisnya kalah banyak dari Kongo (8).
"Rekor-rekornya akan selalu menjadi yang terbaik, tapi dia butuh peluang. Jika mendapat kesempatan bagus, dia pasti akan mencetak gol," ucap Rooney.