0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk? -

    7 min read

     Dalam sejarah Piala Dunia, mencetak gol paling banyak tidak selalu berarti membawa pulang trofi.

    Peraih Sepatu Emas Piala Dunia 2022, Kylian Mbappe (fifa)

    Ukuran text:

    16

    Dengarkan Berita:

    BolaSkor.com - Piala Dunia 2026 sudah dimulai. Berbagai fakta menarik dari sejarah Piala Dunia kembali menjadi sorotan.

    Salah satunya adalah sebuah paradoks yang cukup mengejutkan; menjadi pencetak gol terbanyak ternyata tidak selalu berujung pada gelar juara.

    Sepak bola memang identik dengan gol. Namun dalam sejarah Piala Dunia, mencetak gol paling banyak tidak selalu berarti membawa pulang trofi.

    Baca Juga:

    5 Rekor yang Tidak Bisa Dipecahkan di Piala Dunia 2026

    5 Legenda Sepak Bola yang Tidak Pernah Tampil di Piala Dunia

    7 Pasang Kakak Beradik Akan Tampil di Piala Dunia 2026, Empat Bela Tim Berbeda

    Bahkan, dalam banyak kasus, para pencetak gol terbanyak justru harus puas melihat tim lain yang mengangkat piala.

    Fakta itu terlihat jelas dari daftar peraih Sepatu Emas, penghargaan yang diberikan kepada pemain dengan jumlah gol terbanyak di setiap edisi Piala Dunia.

    Sejak turnamen pertama digelar, hanya dua pemain yang berhasil meraih Sepatu Emas sekaligus membawa negaranya menjadi juara dunia, Mario Kempes bersama Argentina pada 1978 dan Ronaldo bersama Brasil pada 2002.

    Ada satu pengecualian unik pada Piala Dunia 1962 ketika enam pemain berbagi status sebagai pencetak gol terbanyak. Dari enam nama tersebut, dua di antaranya berasal dari tim juara, Brasil.

    Namun secara umum, kisah sukses seperti itu sangat jarang terjadi.

    Tim Pencetak Gol Terbanyak Tak Jadi Juara

    Sebaliknya, lebih banyak peraih Sepatu Emas yang berakhir sebagai runner-up atau bahkan finis di posisi ketiga.

    Tercatat enam pencetak gol terbanyak harus puas menjadi finalis yang kalah, mulai dari Guillermo Stabile bersama Argentina pada 1930 hingga Kylian Mbappe yang gagal membawa Prancis juara pada 2022.

    Selain itu, sembilan peraih Sepatu Emas berasal dari tim yang mengakhiri turnamen di peringkat ketiga.

    Karena itu, bagi sebagian pemain, Sepatu Emas terkadang terasa lebih seperti hadiah penghibur daripada penghargaan utama yang mereka dambakan.

    Kisah Mbappe pada Piala Dunia 2022 menjadi contoh paling jelas. Meski mencetak hat-trick di final dan meraih Sepatu Emas, dia tetap harus menyaksikan Argentina menjadi juara setelah kalah melalui adu penalti.

    Fenomena serupa juga terlihat pada level tim. Dari 22 edisi Piala Dunia yang telah digelar, hanya sembilan kali tim dengan jumlah gol terbanyak berhasil sekaligus menjadi juara dunia.

    Salah satunya terjadi pada 1978 ketika Argentina dan Belanda sama-sama mengoleksi 15 gol sepanjang turnamen.

    Sekilas, statistik ini memang terasa aneh. Bagaimanapun juga, mencetak gol merupakan bagian terpenting dalam sepak bola.

    Namun, kemenangan di turnamen besar ternyata ditentukan oleh jauh lebih banyak faktor daripada sekadar produktivitas lini depan.

    Pada akhirnya, sejarah Piala Dunia menunjukkan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh ketajaman lini serang. Penampilan gemilang tim, organisasi pertahanan yang solid, efektivitas taktik, hingga keberuntungan sering kali menjadi pembeda.

    Mencetak banyak gol tentu sangat membantu. Namun untuk menjadi juara dunia, sebuah tim membutuhkan lebih dari sekadar produktivitas di depan gawang.

    Daftar Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia

    • 1930: Guillermo Stabile (Argentina)
    • 1934: Oldrich Nejedly (Cekoslowakia)
    • 1938: Leonidas (Brasil)
    • 1950: Ademir de Menezes (Brasil)
    • 1954: Sandor Kocsis (Hungaria)
    • 1958: Just Fontaine (Prancis)
    • 1962: Florian Albert (Hungaria), Garrincha, Vava (Brasil), Valentin Ivanov (Uni Soviet), Drazen Jerkovic (Yugoslavia), Leonel Sanchez (Chile)
    • 1966: Eusebio (Portugal)
    • 1970: Gerd Muller (Jerman Barat)
    • 1974: Grzegorz Lato (Polandia)
    • 1978: Mario Kempes (Argentina) - Juara
    • 1982: Paolo Rossi (Italia)
    • 1986: Gary Lineker (Inggris)
    • 1990: Toto Schillaci (Italia)
    • 1994: Oleg Salenko (Rusia) & Hristo Stoichkov (Bulgaria)
    • 1998: Davor Suker (Kroasia)
    • 2002: Ronaldo (Brasil) - Juara
    • 2006: Miroslav Klose (Jerman)
    • 2010: Thomas Muller (Jerman), Wesley Sneijder (Belanda), David Villa (Spanyol)
    • 2014: James Rodriguez (Kolombia)
    • 2018: Harry Kane (Inggris)
    • 2022: Kylian Mbappe (Prancis)
    Piala Dunia Piala Dunia 2026 Feature Piala Dunia Breaking News
    Komentar
    Additional JS