Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Belgia Timnas Iran

    Lagi-lagi Timnas Iran Dipersulit di Piala Dunia 2026, Usai Lawan Belgia Langsung Diusir Keluar AS - Viva

    6 min read

     

    Lagi-lagi Timnas Iran Dipersulit di Piala Dunia 2026, Usai Lawan Belgia Langsung Diusir Keluar AS

    Timnas Iran di Piala Dunia 2026

    VIVA – Polemik yang melibatkan Timnas Iran dan pemerintah Amerika Serikat di ajang Piala Dunia 2026 terus menjadi sorotan. Setelah kubu Iran melayangkan protes terkait pembatasan perjalanan yang diterapkan selama turnamen berlangsung, Gedung Putih akhirnya memberikan penjelasan sekaligus membela kebijakan tersebut.

    Baca Juga

    Pemerintah AS menegaskan bahwa aturan perjalanan bagi Timnas Iran masih tetap berlaku. Meski begitu, otoritas setempat membuka kemungkinan untuk melakukan evaluasi menjelang pertandingan ketiga Iran di fase grup.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Iran dikabarkan berencana mengajukan keluhan resmi kepada FIFA. Mereka menilai aturan yang diterapkan membuat persiapan tim tidak ideal dibandingkan peserta lainnya.

    Baca Juga

    Iran memang mendapatkan perlakuan khusus selama Piala Dunia 2026. Tim asuhan Amir Ghalenoei hanya diizinkan memasuki wilayah Amerika Serikat maksimal 24 jam sebelum pertandingan berlangsung. Setelah laga usai, mereka diwajibkan kembali ke markas latihan di Tijuana, Meksiko, dan tidak diperkenankan menginap di kota tempat pertandingan digelar, termasuk setelah melawan Belgia pada laga kedua Grup G Piala Dunia 2026.

    Timnas Iran di laga kontra Belgia

    Photo :

    • REUTERS/Daniel Cole

    Baca Juga

    Kondisi tersebut membuat pelatih Amir Ghalenoei sempat melontarkan kritik keras. Ia bahkan menyebut Iran sebagai tim yang paling dirugikan selama turnamen berlangsung.

    Menanggapi polemik itu, Direktur Eksekutif Satuan Tugas Piala Dunia Gedung Putih, Andrew Giuliani, mengatakan situasi masih terus dipantau dan pengaturan perjalanan Iran akan kembali dibahas setelah pertandingan melawan Belgia.

    "Situasinya bersifat dinamis. Setelah pertandingan melawan Belgia, mereka akan kembali ke Tijuana dengan penerbangan selama 27 menit," kata Giuliani seperti dikutip Reuters.

    "Setelah itu kami akan melihat bagaimana pelaksanaan untuk laga berikutnya, lalu keesokan harinya akan ada pembahasan mengenai seperti apa pengaturan untuk pertandingan ketiga di Seattle," ia menambahkan.

    Giuliani menilai keputusan memindahkan pusat latihan Iran dari Tucson, Arizona, ke Tijuana justru menguntungkan tim tersebut karena memangkas waktu perjalanan menuju lokasi pertandingan.

    "Perpindahan dari Tucson ke Tijuana menurut saya merupakan keputusan yang baik bagi semua pihak. Perjalanan mereka menuju Los Angeles menjadi lebih singkat," ujarnya.

    "Penerbangan mereka kini sekitar satu jam lebih pendek dibandingkan jika berangkat dari Tucson. Kami juga puas dengan bagaimana pengaturan pertandingan pertama di Los Angeles berjalan," lanjut Giuliani.

    Selain soal mobilitas tim, pemerintah AS juga menyinggung proses penerbitan visa bagi delegasi Iran. Menurut Giuliani, seluruh pemain dan staf pelatih telah memperoleh izin masuk ke Amerika Serikat.

    Giuliani juga memastikan seluruh pemain dan staf pelatih Iran telah menerima visa untuk memasuki Amerika Serikat. Namun, ia mengungkapkan ada beberapa ofisial tim yang belum mendapatkan izin masuk setelah pihak berwenang menemukan informasi yang dianggap merugikan terkait individu tersebut. Menurutnya, pemerintah AS harus menyeimbangkan kelancaran penyelenggaraan turnamen dengan pertimbangan keamanan.

    Pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa kebijakan tersebut diterapkan sebagai bagian dari langkah pengamanan selama berlangsungnya Piala Dunia 2026 yang digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

    "Kami ingin memastikan turnamen sepak bola yang luar biasa ini berlangsung dengan baik, di mana semua orang merasa diterima dan dapat menikmati Piala Dunia," katanya.

    "Pada saat yang sama, kami juga harus memastikan bahwa kami melindungi warga negara Amerika Serikat sekaligus seluruh pengunjung internasional yang datang ke sini," tambahnya.

    Meski isu keamanan menjadi alasan utama kebijakan tersebut, Giuliani memastikan hingga saat ini belum ada ancaman serius yang mengganggu jalannya turnamen.

    "Yang bisa saya sampaikan adalah komunitas intelijen kami telah meningkatkan pengawasan secara besar-besaran sejak awal tahun ini. Kami berdiskusi mengenai hal ini setiap jam. Namun hingga saat ini belum ada ancaman yang kredibel terhadap turnamen," ucapnya.

    Di tengah kontroversi yang muncul, Giuliani mengaku puas dengan penyelenggaraan Piala Dunia sejauh ini. Menurutnya, perhatian publik masih terfokus pada kualitas pertandingan yang tersaji di lapangan.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    "Semuanya berjalan sesuai rencana. Sangat menyenangkan melihat pertandingan-pertandingan berkualitas di lapangan menjadi topik utama pembicaraan. Itu merupakan hal yang sangat positif," kata Giuliani.

    "Saya rasa ini adalah perayaan yang luar biasa bagi Amerika Serikat dalam memperingati ulang tahun ke-250 negara kami, dan Piala Dunia menjadi puncak dari perayaan tersebut," tutup Giuliani.

    Pelatih Timnas Iran Amir Ghalenoei

    Langsung Diusir Amerika Serikat Lagi usai Tahan Belgia, Pelatih Timnas Iran Justru Beri Pujian Selangit

    Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, memberikan pujian selangit kepada anak-anak asuhnya setelah bermain imbang tanpa gol melawan Belgia di Piala Dunia 2026.

    img_title

    VIVA.co.id

    22 Juni 2026

    Komentar
    Additional JS