Korea Selatan Panas setelah Gagal Total di Piala Dunia 2026 - Presiden Murka, Pelatih Mundur, Park Hang-seo Sampai Turun Tangan - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Senin, 29 Juni 2026 | 17:20 WIB
BOLASPORT.COM - Sepak bola Korea Selatan sedang memanas usai Son Heung-min dkk gagal melangkah ke fase gugur Piala Dunia 2026.
Timnas Korea Selatan gagal lolos seusai mengakhiri fase grup dengan catatan tiga poin dari tiga laga.
Kekalahan dari Afrika Selatan, serta kemenangan Kroasia dan hasil imbang Austria-Aljazair di laga terakhir fase grup membuat Son Heung-min dan kolega harus gagal lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Kegagalan tersebut membuat mereka diamuk oleh media dan publik ramai-ramai menghujat performa anak asuh Hong Myung-bo.
Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung pun geram dengan kegagalan Timnas Korea Selatan di ajang tersebut.
Sang presiden mengaku terkejut dengan kegagalan Timnas Korea Selatan.
“Sebagai mantan manajer umum kehormatan sebuah klub sepak bola profesional dan seorang ‘Red Devil’ sejati, saya merasa lebih dari sekedar bingung dengan hasil yang tak terduga ini, saya benar-benar tercengang,” sebagaimana dikutip BolaSport.com dari media Korea Selatan Yonhap, Minggu (28/6/2026).
Presiden Korea Selatan tersebut juga menuding adanya praktik "orang dalam" atau nepotisme yang begitu dalam di tubuh Federasi Sepak Bola Korea Selatan atau KFA.
“Telah terbukti sekali lagi bahwa urusan kepegawaian adalah segalanya. Ketika loyalitas dan faksionalisme lebih dihargai daripada kompetensi, dan orang-orang yang tidak kompeten diangkat sebagai pemimpin, hasilnya hampir tidak dapat dihindari,” tegas Lee Jae-myung.
Lee Jae-myung meminta Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata untuk melakukan analisis mendalam dan perbaikan nyata.
“Saya sangat menyesal telah menimbulkan kekecewaan mendalam bagi masyarakat akibat insiden yang tidak masuk akal ini,” kata Presiden Lee.
“Kami akan segera mendorong reformasi dalam administrasi olahraga untuk memastikan bahwa peristiwa semacam ini tidak terulang lagi,” tuturnya.
Tidak berhenti sampai di situ, Hong Myung-bo juga secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih kepala Timnas Korea Selatan.
Proses pengunduran dirinya pun memicu kontroversi besar.
Publik Korea Selatan di media sosial menuding pria 60 tahun tidak profesional dan tidak menerima pertanyaan dari awak media yang hadir dalam konferensi pers pengunduran dirinya.
Kemarahan publik terhadap Hong Myung-bo tidak berhenti sampai di situ.
Dikutip dari Naver, banyak restoran, kafe, hingga supermarket di Korea Selatan ramai-ramai memasang tanda larangan masuk kepada sang pelatih.
Tentu, perlakuan tersebut cukup ironis mengingat perjalanan karier sang pelatih saat menjadi pemain.
Sebagai informasi, Hong Myung-bo adalah kapten tim saat Timnas Korea Selatan mencapai prestasi sensasional kala menembus semifinal Piala Dunia 2022.
Kekacauan demi kekacauan juga bikin banyak pihak di KFA turun tangan, salah satunya Park Hang-seo selaku Wakil Presiden Federasi.
Sambil menunduk malu, Park Hang-seo menyampaikan permintaan maaf terdalam atas kegagalan Korea Selatan di Piala Dunia 2026.
"Sebagai manajer umum, saya menyampaikan permintaan maaf terdalam atas nama Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) karena menghasilkan hasil yang jauh dari harapan publik," ujar Park Hang-seo sebagaimana dikutip BolaSport.com dari media Korea Selatan Daejonilbo, Senin (29/6/2026).
"Para pemain, staf pelatih, dan staf pendukung kami telah melakukan yang terbaik untuk mempersiapkan turnamen, tetapi pada akhirnya, kami gagal menghasilkan hasil yang dapat membalas dukungan publik."
"Saya berterima kasih kepada masyarakat atas dukungan mereka yang tak tergoyahkan selama turnamen dan sekali lagi menundukkan kepala sebagai tanda permintaan maaf."
"Untuk mengatasi kemerosotan Piala Dunia ini dan memungkinkan sepak bola Korea Selatan untuk memulai kembali, Asosiasi Sepak Bola harus mempersiapkan masa depan melalui refleksi diri dan introspeksi yang menyakitkan," tuturnya.