Kisah Klasik Jerman Dibikin Malu Tim Bau Kencur Aljazair di Piala Dunia 1982, - Kompas
Kisah Klasik Jerman Dibikin Malu Tim Bau Kencur Aljazair di Piala Dunia 1982

KOMPAS.com - Sepak bola itu penuh dengan kejutan dan turnamen akbar seperti Piala Dunia seringkali menjadi panggungnya.
Salah satu kejutan yang bisa dibilang menguncang jagat lapangan hijau terjadi pada Piala Dunia 1982 di Spanyol.
Pelakunya adalah Aljazair, tim nasional asal Benua Afrika yang ketika itu baru pertama kali mencicipi atmosfer Piala Dunia.
Kesebelasan berjulukan Al Afnak alias Si Rubah Gurun tersebut langsung mencuri perhatian khalayak luas di partai pembuka.
Baca juga: Siapa Vozinha? Kiper 40 Tahun yang Bikin Spanyol Frustrasi dan Follower-nya Langsung Melejit
Aljazair menciptakan kejutan besar dengan memetik kemenangan dalam laga debutnya di putaran final Piala Dunia, 16 Juni 1982 atau 44 tahun silam.
Tak tanggung-tanggung, lawan yang mereka tekuk berstatus jawara Eropa plus bermaterikan pemain-pemain kelas wahid, yakni Jerman Barat.
Serangan Balik Mematikan Aljazair
Sebelum pertandingan, tidak ada seorang pun yang berani memprediksi Jerman Barat keok dari Aljazair.
Keberadaan nama-nama tenar sekaliber Paul Breitner, Uli Stielike, serta pemenang Ballon d'Or dua tahun beruntun (1981, 1982), Karl-Heinz Rummenigge, menjadi alasan utamanya.
Baca juga: Riyad Mahrez dan Putra Zidane Masuk Skuad Aljazair di Piala Dunia 2026
Babak pertama berjalan sesuai perkiraan mengingat Jerman Barat tampak lebih dominan melancarkan serangan ke gawang Aljazair.
Belum ada gol yang tercipta sampai turun minum, namun hal itu diyakini cuma tinggal menunggu waktu saja.

Lihat Foto
Pemain Jerman Barat, Paul Breitner, dalam pertandingan Piala Dunia 1982 melawan Aljazair.(AFP)
Di luar dugaan, Aljazair justru berhasil membuka skor terlebih dulu melalui skema serangan balik kilat saat babak kedua baru bergulir sembilan menit.
Berawal dari operan terobosan Djamel Zidane yang membelah pertahanan Jerman Barat, Lakhdar Belloumi menyambutnya dengan sepakan kaki kiri.
Baca juga: Prediksi Line Up Argentina Vs Aljazair, Messi Main atau Tidak?
Upaya Belloumi masih mampu dihalau kiper Jerman Barat, Harald Schumacher, tapi bola yang masih bebas langsung disambar Rabah Madjer menggunakan kaki kanan.
Ribuan pendukung Aljazair yang berada di tribun stadion bersorak. Kedudukan 1-0 untuk keunggulan tim kebanggaan mereka.
Debut Istimewa Aljazair
Tertinggal, Jerman Barat makin gencar dan bernafsu menekan pertahanan Aljazair. Kerja keras Tim Panser berbuah gol lewat sontekan jarak dekat Rummenigge memaksimalkan umpan silang matang Felix Magath.
Jerman Barat berada di atas angin? Nanti dulu.
Tak sampai semenit kemudian, Aljazair kembali unggul berkat peragaan kombinasi operan pendek nan cantik yang dituntaskan secara sempurna oleh Belloumi.
Baca juga: Update Ranking Dunia BWF: Alwi Masuk Top 10, Ubed Naik 9 Peringkat
Usai gol tersebut, Jerman Barat berusaha sekuat tenaga untuk menyamakan kedudukan di sisa waktu.
Aljazair sesekali tak lupa melancarkan serangan balik, tapi skor 2-1 tetap bertahan sampai wasit meniup peluit akhir pertandingan.
"Di pikiran saya, Jerman Barat adalah tim terbaik dunia. Hal ini membuat kemenangan kami di partai pembuka Piala Dunia 1982 terasa begitu istimewa," kata Rabah Madjer kala itu.
Aljazair menorehkan rekor baru berupa kemenangan pertama kesebelasan Afrika atas tim Eropa di Piala Dunia.
Baca juga: Todotua Pasaribu Resmi Ditunjuk Jadi CdM Indonesia di Asian Games 2026
Sejak itu, wakil Benua Hitam mulai diperhitungkan sehingga tak lagi dipandang sebelah mata oleh negara-negara Eropa dan Amerika Latin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang