Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Lionel Messi Piala Dunia Sepak bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Cape Verde Vozinha

    Kapten Cape Verde Vozinha Sebut Hadapi Messi adalah Impian Setiap Pemain - Kompas

    6 min read

     

    KOMPAS.com - Timnas Cape Verde sukses mengukir sejarah di Piala Dunia 2026 dengan menjadi negara terkecil yang berhasil menembus babak gugur.

    Perjalanan luar biasa Timnas Cape Verde mencapai puncaknya setelah mereka memastikan satu tempat di babak 32 besar usai melalui perjuangan sengit di fase grup Piala Dunia 2026.

    Keberhasilan Timnas Cape Verde melaju ke fase berikutnya dipastikan setelah bermain imbang 0-0 melawan Arab Saudi di Houston.

    Hasil tersebut membawa mereka menjadi runner-up Grup H, menyusul hasil pertandingan lain yang mempertemukan Spanyol dan Uruguay.

    Hasil Yordania Vs Argentina 1-3: Lionel Messi Cetak Gol dan Rekor Lagi

    Kini, tim kuda hitam ini tengah bersiap menghadapi ujian terbesar dalam sejarah mereka, yakni melawan juara bertahan Argentina yang diperkuat oleh mega bintang Lionel Messi.

    Baca juga: Bubista Ungkap Kunci Cape Verde Lolos dan Resep Hadapi Argentina

    Impian Melawan Bintang Dunia

    Penjaga gawang veteran sekaligus kapten tim, Vozinha, mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian skuadnya.

    Ia menyoroti bagaimana tim yang dianggap sebelah mata justru mampu tampil kompetitif dengan kualitas taktik yang matang.

    "Tidak ada satu pun dari kami yang memimpikan hal ini, tetapi kami tahu kami memiliki kualitas dan, ketika kami sampai di Piala Dunia, mungkin banyak yang berpikir kami tidak akan memenangkan satu pertandingan pun," ujar Vozinha dikutip dari Goal English, Sabtu (27/6/2026).

    Baca juga: Pelatih Mesir Bantah Rumor Konflik dengan Mohamed Salah, Ada Apa?

    "Kami memiliki tim yang hebat dan para pemain berkualitas. Sangat memuaskan bisa lolos ke fase berikutnya dan menghadapi Argentina akan menjadi hal yang sangat baik."

    "Ini adalah impian bagi setiap pesepak bola untuk bermain melawan Argentina dan Lionel Messi," lanjutnya.

    Selain itu, ia menegaskan bahwa skuadnya tidak hanya sekadar "menumpang lewat" di turnamen ini dengan hanya mengandalkan hasil imbang.

    Baca juga: Rekap Hasil Piala Dunia 2026: Cape Verde Beri Kejutan, Perancis-Belgia Pesta Gol

    "Kami tidak datang ke sini untuk mengamankan hasil imbang. Kami selalu berusaha untuk menang. Kami tahu itu tidak akan mudah," tegas Vozinha.

    Gelandang serang timnas Cape Verde, Deroy Duarte (kanan)menjadi man of the match dalam laga Grup H Piala Dunia 2026 Cape Verde vs Arab Saudi. Kisah kegemilangan Cape Verde berlanjut ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 usai wakil Afrika itu menahan imbang Arab Saudi 0-0 pada hari Sabtu (27/6/2026).

    Lihat Foto

    "Arab Saudi juga memiliki banyak kualitas dan terbiasa dengan pertandingan seperti ini. Kami mencoba segala cara untuk mencetak gol, tetapi kami tidak bisa."

    "Semua orang melihat bahwa kami memiliki lebih banyak penguasaan bola, lebih banyak operan, dan lebih banyak peluang. Kami pantas mendapatkan ucapan selamat."

    Baca juga: Usai Tahan Spanyol, Cape Verde Bidik Kejutan Berikutnya di Piala Dunia 2026

    Identitas dan Harapan bagi Generasi Masa Depan

    Bagi Vozinha, kualifikasi bersejarah ini bukan sekadar tentang sepak bola, melainkan bukti semangat juang budaya dan identitas diaspora negara mereka.

    Ia berharap pencapaian ini mampu menginspirasi anak-anak di kepulauan tersebut untuk berani bermimpi lebih tinggi.

    "Kami berasal dari negara kecil, tetapi kami tahu cara bersaing. Mungkin kebanyakan orang berpikir bahwa pemain Cape Verde tidak cukup bagus, tetapi kami telah menunjukkan bahwa kami memiliki kualitas, kami berada di sini untuk bersaing, dan kami bisa bersaing di kompetisi besar apa pun," katanya melanjutkan

    "Kami tumbuh dengan kesulitan yang luar biasa, dan orang tua serta kakek-nenek kami berkorban dan mengajarkan kami untuk menghargai berbagai hal."

    "Kami telah menunjukkan ketangguhan rakyat Cape Verde, semangat yang kami miliki untuk negara kami, dan juga bahwa kami berada di sini untuk mewakili bukan hanya para pemain, tetapi semua warga Cape Verde yang tersebar di seluruh dunia."

    Baca juga: Cape Verde ke 32 Besar Piala Dunia 2026, Vozinha Sejajar Kiper Elite Dunia

    "Kami memiliki hati yang besar dan kami adalah para pejuang," ungkapnya melanjutkan.

    "Ketika seorang anak menangis di depan kami, tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkannya. Kami berada di sini untuk menjadi contoh bagi anak-anak kecil dan bukan hanya mereka."

    "Siapa yang tahu apakah mulai sekarang kami tidak akan memiliki panutan yang bisa dilihat oleh anak-anak dan mereka berkata bahwa suatu hari nanti mereka ingin menjadi seperti Stopira, Ryan Mendes, atau pemain lain dari tim nasional Cape Verde," tutup Vozinha.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Peringatan Terbaru Iran untuk AS, Siap Respons Tegas jika Kesepakatan Dilanggar

    Komentar
    Additional JS