Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Ali Faathir Rayhan Berita Bulu Tangkis Bulu Tangkis indonesia Devin Artha Wahyudi Featured Macau Open Spesial

    Hasil Final Macau Open 2026 - Selebrasi Terlalu Cepat sampai Ditegur Pelatih, Faathir/Devin Tragis Gagal Juara - Semua Halaman - Bolasport

    5 min read

     

    Hasil Final Macau Open 2026 - Selebrasi Terlalu Cepat sampai Ditegur Pelatih, Faathir/Devin Tragis Gagal Juara - Semua Halaman - Bolasport.com

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Bulu Tangkis
  • Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14 WIB

    Ganda putra Indonesia, Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi, keluar sebagai juara pada Macau Open 2026. (PBSI)

    BOLASPORT.COM - Ganda putra Indonesia, Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi, secara tragis gagal menjadi juara setelah kehilangan keunggulan pada final Macau Open 2026.

    Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi menjadi runner-up di BWF World Tour pertama mereka setelah dikalahkan ganda putra Korea Selatan, Jin Yong/Lee Jong-min.

    Faathir/Devin kalah setelah berjibaku tiga gim dengan skor 21-18, 19-21, 11-21 pada laga di Macao East Asian Games Dome, Macau, Minggu (21/6/2026).

    Jalannya Pertandingan

    Pukulan menyilang Faathir yang ditempatkan tepat di depan net gagal dijangkau oleh lawan sehingga berhasil membuka keran skor.

    Namun, pasangan Korea segera menyamakan kedudukan setelah mendorong bola dengan melancarkan pukulan drive yang deras.

    Faathir/Devin kembali unggul setelah smes keras Lee Jong-min hanya menabrak net.

    Duel berlangsung alot pada awal di antara dua pasangan yang semuanya berisi pemain kidal alias menggunakan tangan kiri sebagai pegangan.

    Jin Yong sendiri pernah berpasangan dengan Juara Dunia sekaligus pemain nomor satu dunia, Seo Seung-jae, pada tahun 2024.

    Mereka meraih gelar juara BWF World Tour Super 750 di China Masters 2024.

    Faathir/Devin tidak gentar sehingga dapat membuka jarak poin hingga lima angka pada 9-4.

    Sayangnya, lima poin beruntun yang diraih pasangan muda ini terhenti setelah Devin melakukan kesalahan di depan net karena terburu-buru mematikan bola.

    Kesalahan masih terus dilakukan Devin hingga lawan memangkas ketertinggalan menjadi dua angka pada 8-10.

    Devin membayar tiga kesalahannya dengan menyambar servis lawan untuk mencapai interval dengan keunggulan tiga angka.

    Baca Juga: Jadwal Final Macau Open 2026 - Faathir/Devin Gendong Indonesia, Ganda Putra Punya Peluang Juara

    Selepas jeda, Jin/Lee kembali mendekat dengan tertinggal satu angka saja. Namun, Faathir/Devin mampu menjauhkan Jarak lagi menjadi lima angka pada 19-14.

    Faathir/Devin kemudian melakukan kesalahan beruntun karena terburu-buru mencapai game point sehingga lawan yang mampu mencetak empat poin beruntun.

    Penempatan Devin yang cermat di depan net akhirnya menghasilkan poin ke-20 dengan selisih dua angka.

    Kesalahan lawan sendiri ketika mengembalikan bola di depan net menghasilkan poin kemenangan untuk Faathir/Devin.

    Pada gim kedua, Faathir/Devin memulai laga dengan kuat lagi untuk memimpin tiga angka pada skor 4-1 hingga 5-2.

    Jin/Lee mengancam dengan memangkas ketertinggalan menjadi satu angka, tetapi pasangan Indonesia berhasil menjauh lagi sampai skor 10-6.

    Faathir/Devin tampil solid dalam reli sampai jatuh dan bangun. Reli dimenangkan oleh Devin setelah melepaskan pukulan dropshot.

    Devin melakukan selebrasi dengan mengepalkan tangan ke atas setelah keunggulan lima angka pada interval. Chafidz Yusuf sebagai pelatih yang mendampingi mengingatkannya saat jeda.

    Selepas jeda, Faathir/Devin masih mempertahankan keunggulan lima angka pada 16-11.

    Akan tetapi, kesalahan karena terburu-buru membuat lawan mendapatkan angin segar untuk menyamakan kedudukan menjadi 16-16.

    Situasi akhirnya berbalik pada kedudukan 18-17 untuk keunggulan ganda Korea setelah memenangkan reli 37 pukulan.

    Faathir/Devin akhirnya kehilangan keunggulan mereka pada gim kedua dan laga berlanjut ke gim penentuan.

    Selepas jeda, Jin/Yong yang gantian mendominasi hingga memimpin tujuh angka, 11-4, pada interval dan berhasil mempertahankan sampai laga berakhir.

    Hasil ini sekaligus memperpanjang kebuntuan ganda putra Indonesia yang selalu gagal di final dalam empat turnamen berturut-turut.

    Komentar
    Additional JS