0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Sepak Bola Sepak Bola Internasional Timnas Italia

    Gara-Gara Terobsesi Meniru Gaya Negara Lain, Identitas Asli Sepak Bola Italia Lenyap - Semua Halaman - Bolasport

    7 min read

     

    Gara-Gara Terobsesi Meniru Gaya Negara Lain, Identitas Asli Sepak Bola Italia Lenyap - Semua Halaman - Bolasport.com

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Internasional
  • Rabu, 10 Juni 2026 | 09:40 WIB

    Timnas Italia gagal ke Piala Dunia hingga tiga kali secara beruntun. (ALBERTO PIZZOLI/AFP)

    BOLASPORT.COM - Identitas sepak bola Timnas Italia diklaim lenyap karena terobsesi meniru gaya negara lain imbas dari kegagalan lolos ke Piala Dunia tiga kali beruntun.

    Pernyataan keras itu dilontarkan oleh eks bek Italia, Alessandro Nesta.

    Nesta, yang menjadi bagian saat Gli Azzurri memenangkan Piala Dunia 2006, turut prihatin dengan kondisi tim nasionalnya saat ini.

    Sepak bola Italia memang dalam kondisi tidak baik-baik saja.

    Terlebih Timnas Italia kembali harus menjadi penonton saat hajatan Piala Dunia 2026 bakal dihelat.

    Hattrick gagal lolos ke event akbar sepak bola garapan FIFA tersebut mengundang tanda tanya besar bagi pendukung dan banyak pihak.

    Gli Azzurri merupakan salah satu kekuatan besar di Eropa yang memiliki reputasi mentereng.

    Mereka bertitel empat gelar juara dunia, tetapi justru bisa gagal melaju ke putaran final Piala Dunia sampai tiga kali berturut-turut.

    Baca Juga: Diwarnai Asis Debutan dan Kartu Merah Bek Dortmund, 10 Pemain Italia Tekuk Yunani

    Secara blak-blakan, Nesta menilai bahwa Timnas Italia saat ini sedang mengalami krisis identitas yang sangat serius.

    Menurut mantan bek AC Milan dan Lazio tersebut, Gli Azzurri telah kehilangan jati diri asli mereka di atas lapangan hijau.

    Ia menyoroti bagaimana sepak bola Italia modern seolah sangat terobsesi untuk meniru gaya bermain negara lain.

    Italia yang sekarang terlalu sibuk menyalin formula sukses tim lain, mulai dari tren permainan tiki-taka khas Spanyol hingga sistem menekan tinggi ala sepak bola Jerman.

    Padahal, Nesta mengingatkan bahwa Italia dulunya sangat disegani dunia justru karena mereka memiliki filosofi permainan sendiri yang sangat kuat.

    "Setelah era kami, ada kekosongan; tak ada prestasi berarti selain gelar Euro," kata Nesta seperti dikutio dari La Gazzetta dello Sport.

    "Kami adalah bagian dari generasi yang luar biasa, dan kami juga berhasil meraih gelar."

    "Saat ini, tak ada lagi pemain ikonik seperti yang ada di tim kami, dan jelas, hasil pertandingan memengaruhi penilaian," tuturnya.

    Baca Juga: Hasil Uji Coba Peserta Piala Dunia 2026 - Norwegia dan Turki Hancurkan Pengubur Mimpi Timnas Italia

    Lebih lanjut, Alessandro Nesta juga menyoroti beberapa faktor yang membuat Timnas Italia merosot drastis.

    Para pemain muda yang minim diberikan kesempatan untuk bermain juga memiliki andil di dalamnya.

    "Ada beberapa faktor yang berkontribusi," kata Nesta melanjutkan.

    "Kami kehilangan identitas Italia kami dan mulai meniru orang lain, dan pada saat yang sama, klub-klub kehilangan minat pada pemain muda."

    "Harus juga dikatakan bahwa klub-klub tidak terlindungi: mereka mungkin berinvestasi pada pemain muda selama bertahun-tahun hanya untuk melihat mereka direkrut oleh klub lain."

    "Jika kami benar-benar ingin fokus pada akademi muda, undang-undang perlindungan baru juga diperlukan."

    "Dan di samping itu, para pemain harus diberi kebebasan untuk mengekspresikan diri," pungkasnya.

    Timnas Italia memang sedang dalam tahap revolusi.

    Eks bek Timnas Italia, Alessandro Nesta.Eks bek Timnas Italia, Alessandro Nesta. (TWITTER.COM/STADIUMASTRO)

    Baca Juga: Soal Kursi Pelatih Timnas Italia, Donnarumma Enggan Rayu Guardiola

    Untuk saat ini kursi kepelatihan diisi oleh Silvio Baldini yang menjadi pelatih interima untuk Gli Azzurri senior.

    Beberapa laporan menyebutkan bahwa Roberto Mancini akan kembali menjadi allenatore.

    Namun, tanda-tanda kebangkitan Italia mulai tampak saat tim bentukan Baldini berhasil meraih dua kemenangan identik 1-0 saat mengalahkan Luksemburg dan Yunani dalam laga bertajuk uji coba.

    Selain itu Italia juga memperoleh kesuksesan lewat pemain U-17 mereka yang baru saja menjuarai Euro U-17 2026.

    Pasukan Daniele Franceschini berhasil meraih gelar Euro U-17 back to back berkat kemenangan atas Belgia via adu penalti di final.

    Komentar
    Additional JS